Kabar5news
Sabtu,7 Februari , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Aktivis 98 Nyatakan Sikap! Kembali ke Demokrasi Pancasila Untuk Indonesia Lebih Baik

Seruan untuk kembali ke Demokrasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terus menggema. Sejumlah aktivis 98 kembali menegaskan pentingnya kembali menerapkan Demokrasi Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan politik dan bernegara di Indonesia.

Rizky SN by Rizky SN
28 Oktober 2025
in NASIONAL
0
Aktivis 98 Nyatakan Sikap! Kembali ke Demokrasi Pancasila Untuk Indonesia Lebih Baik

Ketua Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika, Taufan Hunneman saat memberikan pemaparan (Foto: Ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Seruan untuk kembali ke Demokrasi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 terus menggema.

Sejumlah aktivis 98 kembali menegaskan pentingnya kembali menerapkan Demokrasi Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan politik dan bernegara di Indonesia.

RELATED POSTS

Pertamina Drilling Raih Penghargaan HSSE 2025

Prabowo Pastikan Renovasi Rumah Korban Bencana Jadi Prioritas Nasional

Seruan ini muncul dalam forum diskusi bertajuk “Demokrasi Pancasila Sebagai Panggilan Kesejarahan Aktivis ’98” yang digelar di Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).

Acara ini menjadi ruang refleksi dan kritik terhadap kondisi demokrasi Indonesia yang dinilai telah bergeser dari nilai-nilai Pancasila menuju praktik liberal dan oligarkis.

Dalam acara tersebut, hadir sejumlah aktivis 98. yakni Ketua Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika Taufan Hunneman, Ketua Gerakan Nasional 98 Anton Aritonang, Ketua Solidaritas Buruh Nasional Mudhofir Kamid, Alumni KM Jayabaya Yoega Diliyanto dan Ketua Umum Gema Puan, Ridwan.

Kritik terhadap Demokrasi Liberal

Ketua Forum Bersama Bhinneka Tunggal Ika, Taufan Hunneman menilai arah demokrasi Indonesia saat ini mulai menyimpang dari cita-cita reformasi dan semangat gotong royong bangsa.

“Demokrasi yang kita jalankan semakin liberal dan berbiaya tinggi. Sistem ini hanya menguntungkan kelompok berduit dan mengikis nilai musyawarah,” ujar Taufan Hunneman.

Lebih lanjut, Taufan mengatakan, praktik politik yang berorientasi pada kekuatan modal telah menjauhkan rakyat dari proses pengambilan keputusan.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk membentuk Komite atau Komisi Konstitusi guna mengkaji ulang arah sistem ketatanegaraan berdasarkan UUD 1945 naskah asli.

Taufan juga menyoroti keresahan generasi muda, khususnya Gen-Z, yang merasa terputus dari dunia politik.

Ia membandingkan sistem sosial-demokrasi di Eropa Utara dengan kondisi Indonesia yang belum sepenuhnya mewakili seluruh lapisan masyarakat.

“Gen-Z ingin bersuara, tapi bingung ke mana harus menyampaikan aspirasi,” kata Taufan.

Berkaca pada pemikiran tokoh bangsa

Dalam kesempatan yang sama, Yoega Diliyanto, aktivis KM Jayabaya, mengajak publik untuk merefleksikan kembali pemikiran tokoh bangsa seperti Moh. Yamin.

Sejumlah aktivis 98 kembali menegaskan pentingnya kembali menerapkan Demokrasi Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan politik dan bernegara di Indonesia.
Foto by Rizky

Ia menekankan bahwa demokrasi Indonesia harus memiliki prasyarat: konstitusi yang hidup dan politik yang bebas dari jual beli suara.

“Moh. Yamin sudah mengkhawatirkan situasi ini sejak 1928. Kini, DPR lebih diisi oleh mereka yang membeli suara, bukan yang bertarung dengan ide,” tegas Yoega.

Senada dengan Taufan dan Yoega, Ridwan dari Gerakan Muda Pejuang Nusantara menyoroti pentingnya mengembalikan Pancasila ke marwah aslinya.

Ia menilai bahwa oligarki tumbuh subur karena para tokoh politik lebih mencintai uang daripada bangsa.

“Kalau para ketua partai tidak peduli pada demokrasi Pancasila, maka DPR dan MPR tak akan bisa mewakili rakyat,” katanya.

Suara kalangan buruh

Dari perspektif gerakan buruh, Mudofir Kamid dari Solidaritas Buruh Nasional menyampaikan bahwa suara buruh harus menjadi bagian dari advokasi politik.

Ia mengungkapkan bahwa banyak aktivis buruh kesulitan maju ke legislatif karena kendala biaya.

“Kita perlu strategi agar buruh bisa memperkuat posisi di lapangan dan parlemen,” ujarnya.

Tiga tuntutan Aktivis 98

Dalam forum tersebut, para aktivis menyatakan tiga tuntutan terkait seruan kembali ke Demokrasi Pancasila dan UUD 1945.

Hal itu terungkap dalam dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ridwan.

Pertama, mengembalikan Pancasila sebagai ruh dan watak utama demokrasi Indonesia, bukan sekadar simbol politik.

Kedua, mendesak pembentukan Komisi Konstitusi yang melibatkan pakar hukum tata negara, akademisi, perwakilan masyarakat adat, hingga tokoh daerah untuk mengevaluasi sistem politik liberal yang dinilai rawan korupsi sistematis.

Sementara tuntutan ketiga, para aktivis meminta agar MPR kembali menjadi lembaga tertinggi negara guna memastikan arah pembangunan nasional tetap berlandaskan konstitusi dan kepentingan rakyat.

“Gerakan ini bukan agenda politik praktis, melainkan panggilan moral untuk mengembalikan demokrasi Indonesia sesuai jati diri bangsa,” tegas Ridwan.

Tolak politik transaksional

Ketua Umum Gerakan Nasional ’98, Anton Aritonang menyoroti sejarah Sumpah Pemuda sebagai hasil permusyawaratan antar golongan.

Ia menegaskan bahwa demokrasi Indonesia seharusnya berakar pada musyawarah mufakat, bukan pada transaksi politik.

“Hari ini, demokrasi kita bisa diperjualbelikan. Jika tak punya modal ekonomi, maka suara Anda tak berarti di mata sejarah,” tandas Anton yang juga bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut.

Para aktivis 98 tersebut juga menegaskan komitmen untuk terus mengawal pembentukan Komite Konstitusi serta memperjuangkan kembalinya Demokrasi Pancasila sejati sebagai arah baru reformasi Indonesia.

 

Tags: aktivis 98Demokrasi PancasilaKomite KonstitusiSeruan Demokrasi
Previous Post

Waspada Modus Baru Kejahatan Digital! Hanya Unduh Foto, Rekening Bisa Terkuras

Next Post

Jaga Keberlanjutan Investasi dan Produksi Migas, PHE Jadikan Cost Optimization Sebagai Budaya Kerja

Rizky SN

Rizky SN

Related Posts

Pertamina Drilling Raih Penghargaan HSSE 2025

Pertamina Drilling Raih Penghargaan HSSE 2025

by Noni Devitasari Silaban
7 Februari 2026
0

Kabar5News -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali menorehkan capaian positif sepanjang tahun 2025. Anak usaha PT Pertamina...

Prabowo Pastikan Renovasi Rumah Korban Bencana Jadi Prioritas Nasional

Prabowo Pastikan Renovasi Rumah Korban Bencana Jadi Prioritas Nasional

by Fajar Novryanto
6 Februari 2026
0

Kabar5News - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memastikan pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi bencana yang melanda sejumlah wilayah, khususnya...

Pemerintah Menerapkan WFA dan Diskon Tarif Transportasi Umum Pada Periode Libur Hari Raya Idul Fitri 2026

Pemerintah Menerapkan WFA dan Diskon Tarif Transportasi Umum Pada Periode Libur Hari Raya Idul Fitri 2026

by Mera Puspita Sari
6 Februari 2026
0

Kabar5News - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto belum lama ini menyatakan bahwa, Pemerintah akan menerapkan kerja di mana saja...

Prabowo Serukan Gentengisasi, Bagaimana Sikap Menteri PKP?

Prabowo Serukan Gentengisasi, Bagaimana Sikap Menteri PKP?

by Fajar Novryanto
5 Februari 2026
0

Kabar5News - Program Gentengisasi yang diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu agenda strategis dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah...

Keunggulan Rumah Beratap Genteng, Program Gentengisasi Prabowo untuk Indonesia ASRI

Keunggulan Rumah Beratap Genteng, Program Gentengisasi Prabowo untuk Indonesia ASRI

by Fajar Novryanto
4 Februari 2026
0

Kabar5News - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong penggunaan genteng sebagai atap rumah di seluruh Indonesia. Kebijakan tersebut disampaikan dalam...

Next Post
Jaga Keberlanjutan Investasi dan Produksi Migas, PHE Jadikan Cost Optimization Sebagai Budaya Kerja

Jaga Keberlanjutan Investasi dan Produksi Migas, PHE Jadikan Cost Optimization Sebagai Budaya Kerja

PGN Raih Penghargaan Subroto 2025, Dukung Ketahanan dan Swasembada Energi Nasional

PGN Raih Penghargaan Subroto 2025, Dukung Ketahanan dan Swasembada Energi Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

5 Rekomendasi Pemanis Alami untuk Pecinta Kopi dan Teh, Aman Bagi Penderita Diabetes

7 Februari 2026
Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

Lebih Mengenal Chairil Anwar, Si Binatang Jalang

7 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In