Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menurunkan biaya haji tahun 2026 sebesar sekitar Rp 2 juta, meski di tengah kondisi kenaikan harga avtur yang cukup signifikan.
Keputusan ini disampaikan dalam taklimat di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya calon jemaah haji.
“Pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kita pastikan bahwa biaya haji kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta,” ujar Prabowo.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun harga bahan bakar pesawat meningkat dari Rp 13.656 menjadi Rp 23.551 per liter, pemerintah tetap berupaya menjaga keterjangkauan biaya haji.
“Walaupun harga avtur naik, tapi kita berani turunkan harga haji. Ini komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat paling bawah,” tegasnya.
Kesepakatan Biaya Haji 2026
Sebelumnya, pemerintah bersama Komisi VIII DPR telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp 87,4 juta. Sementara biaya yang harus dibayar langsung oleh jemaah (Bipih) ditetapkan sekitar Rp 54,19 juta.
Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp 89,41 juta untuk total BPIH. Penurunan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah berupaya menekan biaya tanpa mengorbankan kualitas layanan.
Tren Biaya Haji 10 Tahun Terakhir
Dalam satu dekade terakhir, biaya haji Indonesia mengalami fluktuasi yang cukup dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti nilai tukar, biaya operasional, hingga kebijakan internasional.
Pada periode 2015-2019, biaya haji relatif stabil di kisaran Rp 60-69 juta. Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan penyelenggaraan haji ditiadakan pada 2020 dan 2021.
Memasuki 2022, biaya melonjak hingga hampir Rp 98 juta, sebelum kembali turun dan stabil di kisaran Rp 89-93 juta pada periode 2023–2025. Sementara itu, pada 2026, pemerintah berhasil menekan kembali biaya tersebut.
Komitmen Penurunan Biaya Berkelanjutan
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan biaya haji dapat terus ditekan setiap tahun.
Ia mengakui bahwa upaya tersebut tidak mudah, mengingat berbagai komponen biaya terus mengalami kenaikan. Namun, pemerintah tetap berkomitmen menjaga keseimbangan antara biaya dan kualitas layanan.
“Presiden ingin biaya haji turun setiap tahun, meskipun ini menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Gus Irfan juga menekankan bahwa pelayanan kepada jemaah merupakan amanah besar. Ia mengingatkan seluruh petugas haji agar bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab, karena kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap kenyamanan dan keselamatan jemaah.
Antara Efisiensi dan Kualitas Layanan
Penurunan biaya haji 2026 menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga aksesibilitas ibadah bagi masyarakat. Namun, di sisi lain, kualitas pelayanan tetap menjadi prioritas utama.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap penyelenggaraan haji ke depan tidak hanya lebih terjangkau, tetapi juga semakin profesional dan aman bagi seluruh jemaah Indonesia.











