Kabar5News – Di tengah gejolak pasar modal Indonesia baru-baru ini, nama MSCI menjadi sorotan utama karena peringatannya yang memicu ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan memancing reaksi keras dari pemerintah.
MSCI, singkatan dari Morgan Stanley Capital International, bukan lembaga investasi atau bank, melainkan penyusun indeks saham global yang dijadikan acuan oleh puluhan ribu dana investasi dan exchange-traded funds (ETF) di seluruh dunia.
Keputusan MSCI tentang negara atau perusahaan mana yang masuk dalam indeksnya bisa mengarahkan arus modal besar-besaran, karena banyak investor institusional secara otomatis membeli atau menjual aset berdasarkan perubahan tersebut.
Baru-baru ini, MSCI mengeluarkan peringatan mengenai transparansi data dan struktur kepemilikan saham di pasar modal Indonesia, khususnya soal jumlah saham yang benar-benar dapat diperdagangkan (free float) serta cara pencatatan kepemilikan.
MSCI menilai bahwa data yang tidak mencerminkan praktik pasar standar global dapat menyulitkan investor institusional dalam menilai risiko dan likuiditas pasar Indonesia, sehingga mengancam status Indonesia dalam indeks Emerging Markets MSCI atau bahkan berpotensi menurunkannya ke status Frontier Market.
Reaksi atas peringatan ini tidak hanya terjadi di lantai bursa. Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Perubahan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa
“Presiden Prabowo sangat marah… terutama kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,”
ketika peringatan itu memicu penurunan tajam IHSG dan merugikan banyak investor ritel. Menurut Hashim, amarah tersebut tidak hanya menyoal teknis pasar, tetapi juga reputasi Indonesia di kancah global.
Pasar modal Indonesia memang sempat mengalami tekanan hebat setelah peringatan MSCI, termasuk pengunduran diri sejumlah pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk tanggung jawab atas turunnya kepercayaan pasar.
Namun, regulator dan pelaku pasar berupaya memperbaiki transparansi dan struktur pasar agar memenuhi standar global MSCI.
Dengan pemahaman ini, jelas bahwa MSCI bukan sekadar nama organisasi asing, tetapi merupakan barometer penting dalam mengukur akses modal global dan posisi investasi Indonesia di mata pasar internasional, dan perubahan status atau peringatan dari lembaga ini dapat berdampak besar pada sentimen investor, nilai indeks saham, dan kebijakan ekonomi nasional.










