Kabar5News – Pergeseran pola digital marketing yang awalnya menggunakan influencer besar dengan pembayaran tarif dibayar dimuka serta lebih menekankan eksposur daripada hasil.
Kedatangan Wefluence dalam sistem pemasaran digital, bikin influencer besar mau tidak mau merangsek masuk dalam trend baru tersebut, jika ingin penghasilannya tetap eksis.
Wefluence sendiri sejatinya platform UGC (User Generated Content) yang berbasis performa. Pembayaran akan dilakukan ketika kinerjanya baik, jadi lebih terukur, transparan, brand lebih untung, influencer harus adaptasi.
Kondisi tersebut berbeda jauh dengan sistem tradisional yang mengandalkan tarif tetap berdasarkan reputasi maupun skala pengikut.
Wefluence memang jago dalam membalik aturan main, alih-alih dibayar terlebih dahulu, kreator dibayar setelah performa terukur.
Apakah Wefluence Aman?
Pengenalan sistem pembayaran penghasilan yang lebih transparan, membuat kreator bertanya-tanya tentang keamanan dari platform UGC ini.
Berdasarkan penelusuran, ada 4 faktor utama yang menguatkan tingkat keamanan pada Wefluence. Berikut penjelasannya.
1. Model bisnis jelas
Wefluence menghubungkan brand (publisher) dengan kreator untuk membuat konten UGC atau clipper, yang nantinya dibayar berdasarkan kinerja.
2. Penghasilan lebih demokratis
Kreator dengan follower sedikit tetap bisa menghasilkan uang ketika konten berhasil viral.
3. Manfaat lebih untuk brand
Brand akan bisa menyebarkan anggaran pada banyak kreator, sehingga mengurangi adanya risiko investasi tinggi untuk satu influencer besar dan mendapatkan exposure lebih luas.
4. Fokus hasil nyata
Efektivitas kreator diukur berdasarkan kinerja nyata bukan sekedar popularitas semata saja.
Meskipun aman, ada dua hal yang harus diperhatikan. Mulai dari memperhatikan reputasi kreator yang akan diajak kerjasama, mereka harus bisa bikin konten relevan.
Selanjutnya, perlu selalu memahami sistem pembayarannya setiap 1000 views. Supaya meminimalkan kesalahpahaman kreator.
Implikasi dan Reaksi Pemain Industri
Penghasilan Wefluence yang menjanjikan membuat setiap pemain dalam industri tersebut memberikan reaksi positif.
1. Brand (Publisher)
Sistem digital marketing tersebut lebih menarik, karena mengurangi risiko, pembayaran akan terjadi jika kreator berhasil menyelesaikan kampanye sesuai target.
2. Influencer
Influencer mendapat tantangan baru berupa pembuatan konten menarik, mampu memenuhi target performa, bisa lebih ketat dari biasanya.
3. Agensi maupun talent
Wefluence memunculkan dinamika baru bagi agensi seperti kebutuhan untuk penyesuaian skema kerja, negosiasi kontrak, sistem pelaporan performa.
4. Pasar influencer
Adanya pergeseran dari iklan berbasis eksposur menjadi iklan berbasis hasil, yang mana memicu perubahan seluruh ekosistem. Mulai dari brand, influencer, kreator, agensi jadi lebih transparan dan accountable.












