Kabar5news
Sabtu,21 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

“Batavia Onder Water”, Ketika Banjir Besar Mendera Jakarta di Era Kolonial

​Hanya dua tahun setelah Jan Pieterszoon Coen membangun Batavia pada 1619, banjir besar pertama langsung menghantam pada tahun 1621

Kurt Morrison by Kurt Morrison
18 Januari 2026
in HIBURAN
0
“Batavia Onder Water”, Ketika Banjir Besar Mendera Jakarta di Era Kolonial

Satu lokasi terdampak Banjir di Jakarta. Foto: Shutterstock

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News –Masalah banjir di Jakarta bukanlah fenomena baru hasil dari modernisasi semata. Jauh sebelum gedung pencakar langit berdiri, ibu kota yang kala itu masih bernama Batavia sudah menjadi langganan “tamu tak diundang” berupa luapan air dari hulu. Sejarah mencatat, ambisi Belanda untuk membangun “Amsterdam di Timur” harus berhadapan dengan realita alam tropis yang ganas.

​Hanya dua tahun setelah Jan Pieterszoon Coen membangun Batavia pada 1619, banjir besar pertama langsung menghantam pada tahun 1621. Masalah utama terletak pada desain kota. Orang Belanda membangun kanal-kanal sempit dan lurus persis seperti di negeri mereka. Sayangnya, mereka lupa bahwa air di Pulau Jawa membawa sedimentasi lumpur yang tinggi dari pegunungan, berbeda dengan air di Belanda yang relatif jernih.

RELATED POSTS

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

Salah satu bencana paling membekas terjadi pada Februari 1872. Kala itu, curah hujan ekstrem membuat Pintu Air di depan kawasan Weltevreden (saat ini Masjid Istiqlal), jebol. Air bah merendam pusat pemerintahan dan melumpuhkan aktivitas ekonomi. Begitu pula pada tahun 1893, saat Jakarta mendapat julukan memilukan; Batavia Onder Water (Batavia di Bawah Air).

Namun, titik balik kesadaran pemerintah kolonial terjadi pada Banjir Besar 1918. Selama hampir tiga minggu, hujan tak berhenti mengguyur. Kawasan elit seperti Menteng yang baru dibangun pun tak luput dari rendaman. Trem listrik mati, dan wabah penyakit mulai mengintai penduduk.

Sadar bahwa sistem drainase lama tidak lagi mampu menampung debit air, Pemerintah Hindia Belanda akhirnya menunjuk seorang insinyur bernama Herman van Breen dari Burgerlijke Openbare Werken (sekarang Departemen Pekerjaan Umum).

Van Breen menyadari bahwa kunci mengamankan Batavia adalah dengan memisahkan aliran air dari hulu agar tidak seluruhnya masuk ke tengah kota. Ia mencetuskan konsep sistem kolektor yang membagi wilayah Jakarta menjadi dua zona.

Upaya penanggulangan utama yang ia lakukan adalah membangun Banjir Kanal Barat (BKB) atau Westerlokanaal pada tahun 1922. Kanal ini dirancang untuk memotong aliran sungai-sungai besar, terutama Ciliwung, di daerah Manggarai dan mengalirkannya langsung ke arah laut di Muara Angke melalui pinggiran kota.

Di sinilah Pintu Air Manggarai dibangun sebagai pos komando utama. Jika debit air dari Katulampa meningkat tajam, pintu air menuju pusat kota akan ditutup, dan air dialihkan sepenuhnya melalui Banjir Kanal Barat.

Hingga hari ini, sistem yang dirancang Van Breen satu abad lalu masih menjadi tulang punggung pertahanan Jakarta dari banjir kiriman.

Namun demikian meski kanal telah dibangun, masalah klasik seperti pendangkalan (sedimentasi) dan perubahan tata guna lahan di Bogor tetap menjadi tantangan berat sejak masa kolonial hingga sekarang. Sejarah mengajarkan bahwa mengelola air di Jakarta bukan sekadar soal membangun saluran, melainkan tentang memahami karakter alam yang terus berubah.

Tags: BanjirBanjir JakartaBanjir Kanal BaratBatavia
Previous Post

Wanadri, Penjelajah Hutan Rimba dan Benteng Kemanusiaan

Next Post

Pertamina Drilling Jalin Kerja Sama dengan Petronas, Tembus Pasar Offshore Lewat Layanan H2S Equipment Rental & Services

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

Menghidupkan Kembali Gelak Tawa Spesial Idul Fitri Era 90-an

by Kurt Morrison
19 Maret 2026
0

Kabar5News – Masa libur Idul Fitri di era 90-an terasa sangat spesial. Bagi generasi yang tumbuh di masa itu, momen...

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

5 Lokasi Wisata di Jabodetabek, Cocok Dikunjungi Warga yang Tidak Mudik

by Fajar Novryanto
18 Maret 2026
0

Kabar5News - Beragam lokasi wisata di Jabodetabek tetap buka dan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak mudik untuk mengisi...

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

Cerita Dibalik Kuliner Ikonik Idul Fitri yang Jarang Orang Tahu

by Kurt Morrison
18 Maret 2026
0

Kabar5News – Tak terasa hari raya Idul Fitri sudah di depan mata. Idul Fitri atau Lebaran, di Indonesia selain momen...

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

Lebaran Lebih Tenang, Simak 5 Tips Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Mudik Lebaran menjadi momen yang dinantikan banyak masyarakat Indonesia untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Namun, meninggalkan...

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Ingin Buang Air Kecil Saat Terjebak Macet?

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Terjebak kemacetan dalam waktu lama sering kali menjadi situasi yang tidak nyaman, terutama ketika tiba-tiba ingin buang air...

Next Post
Pertamina Drilling Jalin Kerja Sama dengan Petronas, Tembus Pasar Offshore Lewat Layanan H2S Equipment Rental & Services

Pertamina Drilling Jalin Kerja Sama dengan Petronas, Tembus Pasar Offshore Lewat Layanan H2S Equipment Rental & Services

Pertamina Hulu Energi Perkuat Operational Excellence Lewat Kegiatan Bulan K3 2026

Pertamina Hulu Energi Perkuat Operational Excellence Lewat Kegiatan Bulan K3 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

20 Maret 2026
Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

20 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In