Kabar5News – Keterbatasan fasilitas dan akses kesehatan di daerah terpencil turut menjadi perhatian PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Menyadari adanya tantangan tersebut, sinergi Pertamina Group, KPI dan PT Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE), memberikan layanan kesehatan di Kampung Kabare, Distrik Waigeo Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Uniknya, layanan kesehatan tersebut diberikan pada masyarakat setempat melalui Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II yang kini bersandar di teluk Kampung Kabare.
Pjs Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani mengatakan, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen KPI dan PIS terhadap kesehatan masyarakat yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar). Bidang kesehatan sendiri adalah salah satu pilar dalam Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang selama ini dijalankan KPI. Milla menyanpaikan, Distrik Waigeo lokasinya berjarak sekitar tiga jam menggunakan kapal laut dari salah satu unit operasi KPI di Papua Barat Daya, yakni Kilang Kasim.

“Komitmen KPI untuk memberikan layanan kesehatan pada masyarakat sejalan dengan misi doctorSHARE yang selama ini memang dikenal sebagai salah satu gerakan sosial yang membuka akses kesehatan bagi masyarakat tak mampu, lewat jalur laut. Karena itu pula, kami menilai kolaborasi ini sangat baik dan relevan,” ujar Milla.
Milla melanjutkan, layanan kesehatan yang diberikan Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II berlangsung dari Juni hingga Agustus 2025 mendatang. Fasilitas kesehatan yang dimiliki rumah sakit apung ini terbilang cukup lengkap, meliputi ruang rawat inap, ruang nifas, ruang bersalin, ruang operasi, Instalasi Gawat Darurat, Poli Gigi, Poli Umum dan Spesialis, apotek, laboratorium, bank darah dan ruang radiologi.
“Dari informasi yang didapatkan, hingga kini sudah ada sekitar 1300an warga Waigeo yang mendapatkan layanan kesehatan di Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II, termasuk operasi sesar salah satu warga, sehingga berhasil menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya,” tutur Milla.
Ia menambahkan, kolaborasi antara KPI dengan doctorSHARE ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, pada 2023, KPI melalui Kilang Kasim juga menjalin kerja sama dengan doctorSHARE di Distrik Seget, Sorong, Papua Barat Daya. Ketika itu, Kilang Kasim ikut ambil bagian dalam layanan kesehatan untuk masyarakat sekitar, dengan mensupplai air bersih untuk operasional Kapal Rumah Sakit.

Menurut Milla, upaya ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang selama ini dijalankan KPI. Selain itu, kolaborasi KPI dan doctorSHARE juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, poin 10 tentang berkurangnya kesenjangan, poin 14 mengenai memanfaatkan sumber daya kelautan untuk pembangunan berkelanjutan dan poin 17 tentang memperkuat kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
“Selain pendidikan dan perekonomian, kesehatan merupakan salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin, sehingga KPI dan doctorSHARE bisa memberikan manfaat kepada lebih banyak orang di kemudian hari,” tutup Milla.