Kabar5news
Selasa,20 Oktober , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home HIBURAN

Dago Dairy Resmi Tutup, Ini Cerita di Baliknya

Kesulitan mencari pekerja selama hampir dua tahun menjadi salah satu alasan Dago Dairy menghentikan operasionalnya.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
2 September 2026
in HIBURAN
0
Dago Dairy Resmi Tutup, Ini Cerita di Baliknya

Dago Dairy di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang resmi berhenti beroperasi setelah menghadapi tantangan tenaga kerja selama hampir dua tahun. Foto: Instagram @dago_dairy

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Berakhirnya operasional Dago Dairy di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, bukan hanya cerita tentang sebuah peternakan yang tutup. Keputusan tersebut juga memperlihatkan persoalan yang lebih luas di sektor peternakan, yakni tantangan mendapatkan tenaga kerja dan regenerasi pengelola usaha.

Melansir dari akun Facebook Dago-Dairy, pihak pengelola menyampaikan keputusan untuk menghentikan operasional peternakan yang selama ini menjadi salah satu tempat yang dikenal masyarakat untuk mengenal lebih dekat aktivitas sapi perah dan produksi susu.

RELATED POSTS

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

Badai Dalam Ingatanku

Dago Dairy sendiri telah beroperasi sejak 2015. Selama lebih dari satu dekade, peternakan yang berada di kawasan Buniwangi, Lembang, tersebut tidak hanya menghasilkan susu segar, tetapi juga mengembangkan berbagai produk olahan seperti yogurt dan keju. Dago Dairy juga dikenal dengan konsep edukasi peternakan yang memungkinkan pengunjung melihat aktivitas sapi perah secara lebih dekat.

Namun, perjalanan tersebut akhirnya menghadapi persoalan tenaga kerja.

Pemilik Dago Dairy, Mark Hallet dan istrinya, Yanti, menyebut mereka telah mengalami kesulitan mendapatkan pekerja selama hampir dua tahun. Kondisi tersebut membuat pengelolaan peternakan semakin berat karena pekerjaan harus dilakukan dengan jumlah personel yang terbatas.

“Hampir dua tahun kami kekurangan karyawan. Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan,” ujar Mark dalam keterangan yang dibagikan melalui media sosial.

Keterbatasan tenaga kerja bukan persoalan sederhana dalam usaha peternakan sapi perah. Berbeda dengan pekerjaan yang dapat dihentikan sementara, pemeliharaan ternak membutuhkan rutinitas yang terus berjalan. Sapi harus dirawat, kebutuhan pakan harus dipenuhi, kandang perlu dipelihara, sementara proses produksi juga harus tetap berlangsung.

Dalam kondisi tenaga kerja terbatas, beban pekerjaan akhirnya semakin besar. Pengelola Dago Dairy bahkan menyebut salah satu persoalan yang dihadapi adalah harus bekerja hingga dua shift. Situasi tersebut membuat waktu untuk merawat sapi dan melakukan perbaikan kandang menjadi semakin terbatas.

Bukan Karena Konflik dengan Pekerja Lokal

Penutupan Dago Dairy sempat memunculkan berbagai spekulasi setelah kabarnya ramai di media sosial. Namun, Mark kemudian memberikan klarifikasi bahwa keputusan tersebut bukan disebabkan konflik dengan pekerja maupun masyarakat setempat.

Menurutnya, persoalan utama justru berkaitan dengan sulitnya memperoleh tenaga kerja tetap. Ia juga menilai rendahnya minat anak muda terhadap pekerjaan di peternakan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi.

Hal ini membuat kisah Dago Dairy menarik dilihat dari perspektif yang lebih luas. Sebab, persoalan tenaga kerja bukan hanya berkaitan dengan satu usaha, melainkan dapat menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor peternakan apabila tidak diikuti regenerasi.

Ketika Generasi Berikutnya Tidak Melanjutkan

Persoalan regenerasi juga terlihat dari keluarga pemilik Dago Dairy. Kedua putra Mark dan Yanti diketahui tinggal di Australia dan tidak memiliki keinginan untuk meneruskan usaha peternakan tersebut.

Yanti mengatakan keputusan untuk berhenti juga berkaitan dengan keinginan mereka untuk memasuki masa pensiun dan beristirahat setelah menjalankan usaha tersebut selama bertahun-tahun.

Artinya, penutupan Dago Dairy tidak berdiri pada satu faktor saja. Ada persoalan tenaga kerja, keterbatasan waktu pengelola, regenerasi keluarga, hingga tantangan menjalankan peternakan secara berkelanjutan.

Peternakan Tidak Bisa Berjalan Tanpa Perawatan Rutin

Kasus Dago Dairy juga memperlihatkan bahwa menjalankan peternakan sapi perah membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit. Pekerjaan di dalamnya tidak hanya berkaitan dengan proses pemerahan susu, tetapi juga mencakup pemeliharaan ternak, penyediaan pakan, kebersihan kandang, hingga pengelolaan produksi.

Karena itu, kekurangan pekerja dapat memberikan dampak berantai terhadap operasional. Sejumlah pengamat sektor peternakan juga menilai persoalan usaha sapi perah perlu dilihat secara lebih luas, termasuk dari sisi model bisnis, ketersediaan lahan, pakan, air, listrik, akses, serta tenaga kerja.

Presiden Direktur Asosiasi Holstein Indonesia (AHI) Rochadi Tawaf bahkan menilai model peternakan yang dijalankan Dago Dairy memiliki tantangan untuk bertransformasi menjadi industri.

Dengan demikian, tutupnya Dago Dairy tidak hanya menjadi akhir dari perjalanan sebuah peternakan yang telah berdiri sejak 2015. Kisah tersebut juga menjadi gambaran mengenai tantangan yang dihadapi usaha peternakan ketika tenaga kerja semakin sulit diperoleh dan generasi berikutnya tidak tertarik untuk meneruskannya.

Bagi masyarakat yang pernah berkunjung, menikmati susu segar, atau mengenal dunia peternakan melalui Dago Dairy, penutupan ini mungkin meninggalkan kesan tersendiri. Namun dari sisi yang lebih luas, kisah tersebut menyisakan pertanyaan penting: bagaimana memastikan sektor peternakan tetap memiliki tenaga kerja dan generasi penerus di tengah perubahan pilihan pekerjaan anak muda?

Tags: AgribisnisAnak mudaBandung BaratDago DairyDago Dairy TutupIndustri PeternakanKabar5NewsLembangPeternakan Dago DairyPeternakan IndonesiaPeternakan Sapi PerahRegenerasi PeternakSapi PerahSusu SegarTenaga Kerja PeternakanWisata Edukasi
Previous Post

Apa Itu Hoarding Disorder? Mengenal Gangguan di Balik Kebiasaan Menimbun

Next Post

Cope West 2026 Digelar, TNI AU dan USAF Uji Kemampuan C-130 Hercules

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

Aku dan Badai Dalam Bingkai Kenangan

by Redaksi
19 Oktober 2026
0

Kabar5News - Sebuah prosa tentang Badai kembali terbit. Kali ini ditulis oleh salah satu adik seperjuangannya di kampus, yang juga...

Badai Dalam Ingatanku

Badai Dalam Ingatanku

by Redaksi
17 Oktober 2026
0

Kabar5News - Prosa ini merupakan testimoni mengenai sosok Badai yang ditulis oleh salah satu mantan aktivis 98 berinisial RS. Bersama...

Bukan Sekadar Kain Tradisional, Batik dan Tenun Indonesia Tampil di Paris

Bukan Sekadar Kain Tradisional, Batik dan Tenun Indonesia Tampil di Paris

by Fajar Novryanto
15 Oktober 2026
0

Kabar5News - Batik dan tenun Indonesia kembali menunjukkan potensinya di industri fesyen internasional. Melalui perpaduan warisan budaya dan pendekatan desain...

Mengenal Cakatinding, Warisan Musik Bambu dari Tanah Manggarai

Mengenal Cakatinding, Warisan Musik Bambu dari Tanah Manggarai

by Fajar Novryanto
13 Oktober 2026
0

Kabar5News – Indonesia memiliki beragam kesenian tradisional yang tumbuh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satunya adalah Cakatinding, musik bambu khas...

Amsterdam Dalam Bayangan Badai

Amsterdam Dalam Bayangan Badai

by Redaksi
13 Oktober 2026
0

Kabar5News - Amsterdam—seorang aktivis muda asal Pulau Sumatra—merantau ke tanah Jawa untuk menempuh pendidikan tinggi. Jauh dari keluarga dan kampung...

Next Post
Cope West 2026 Digelar, TNI AU dan USAF Uji Kemampuan C-130 Hercules

Cope West 2026 Digelar, TNI AU dan USAF Uji Kemampuan C-130 Hercules

Lima Pemanjat Indonesia Taklukkan Troll Wall, Tebing Ekstrem di Norwegia

Lima Pemanjat Indonesia Taklukkan Troll Wall, Tebing Ekstrem di Norwegia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Kopaska dan MTO Australia Perkuat Interoperabilitas melalui Infiltrasi Bawah Air

Kopaska dan MTO Australia Perkuat Interoperabilitas melalui Infiltrasi Bawah Air

19 Oktober 2026
Pengguna Windows Wajib Coba, Ini Fitur yang Bikin Kerja Lebih Efisien

Pengguna Windows Wajib Coba, Ini Fitur yang Bikin Kerja Lebih Efisien

19 Oktober 2026
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In