Kabar5News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto berencana menghabiskan momen pergantian Tahun Baru 2026 dengan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana alam di Pulau Sumatra.
Rencana tersebut tengah disiapkan dan masih menunggu kepastian kondisi lapangan menjelang 31 Desember 2025.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa agenda tersebut sedang dalam tahap pemantauan intensif.
Pemerintah, kata dia, harus memastikan seluruh aspek keamanan dan kesiapan di lokasi sebelum Presiden melakukan kunjungan langsung ke daerah terdampak.
“Rencana ke arah sana memang ada, namun kami masih melihat perkembangan situasi di lapangan. Keputusan akhir tentu akan menyesuaikan kondisi terkini,” ujar Prasetyo Hadi saat ditemui di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025).
Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025, Presiden Prabowo tercatat telah beberapa kali turun langsung ke lapangan.
Kunjungan tersebut mencakup Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, guna memastikan penanganan darurat serta pemulihan pascabencana berjalan optimal.
Dalam Rapat Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara pada pertengahan Desember lalu, Presiden bahkan menegaskan keinginannya untuk memantau langsung perkembangan penanganan bencana secara berkala.
Ia menyatakan komitmennya untuk setidaknya sekali dalam sepekan mendapatkan laporan dan meninjau langsung situasi di daerah terdampak.
Bencana alam yang terjadi di beberapa provinsi di Sumatra tersebut tercatat sebagai salah satu kejadian paling serius sepanjang akhir 2025.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Senin pagi, 29 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.140 orang.
Selain itu, lebih dari tujuh ribu warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat bencana.
BNPB juga mencatat masih terdapat 163 orang yang hingga kini belum ditemukan.
Sementara itu, sekitar 399 ribu warga terpaksa mengungsi dan kehilangan tempat tinggal akibat kerusakan infrastruktur serta kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya aman.
Rencana Presiden Prabowo untuk berada di wilayah bencana pada malam pergantian tahun dinilai sebagai simbol empati dan kepemimpinan di tengah situasi krisis.
Pemerintah berharap kehadiran langsung kepala negara dapat memberi dorongan moral bagi para korban sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.











