Kabar5News – Hilirasi migas akan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa. Tidak hanya untuk menciptakan lapangan kerja dan juga pertumbuhan ekonomi, namun juga dapat menjadi substitusi barang impor yang merupakan bagian dari ketahanan energi. Hal itu disampaikan Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman, ketika menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Transforming Resources: The Future of Oil and Gas Down-Streaming for Economic Growth and Sustainability” pada ajang IPA Convention and Exhibition 2025 yang berlangsung di ICE BSD City, (21/5).
KPI sendiri merupakan salah satu mata rantai penting dalam proses hilirasi migas. KPI mengelola 6 kilang di Indonesia yang mengolah minyak mentah menjadi produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik produk Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Non BBM dan petrokimia.

Untuk memastikan hal tersebut, menurut Taufik diperlukan kolaborasi antara sektor hulu dan hilir, dan juga untuk menghadapi sejumlah tantangan di industri migas nasional. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan industri migas dari hulu ke hilir, industri migas diharapkan dapat meningkatkan produksi dalam negeri secara agresif dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian negara. Kolaborasi ini juga dapat membantu meningkatkan investasi di sektor migas, sehingga dapat menciptakan lapangan kerja yang baik dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Jadi saya ingin menekankan pada kolaborasi hulu dan hilir agar industri migas tak hanya sekadar menciptakan lapangan pekerjaan, tapi juga untuk menciptakan nilai tambah bahan baku yang dibutuhkan untuk masyarakat kita, serta substitusi atau mengganti barang-barang impor yang merupakan bagian dari ketahanan energi,” papar Taufik.
Ia melanjutkan, hilirisasi migas adalah usaha jangka panjang. Karena itulah hal ini memerlukan kepastian dalam kebijakan dan peraturan agar bisa menarik investor untuk datang dan berinvestasi di Indonesia. Menurutnya, hal ini membutuhkan kolaborasi jangka panjang antara hilir dan hulu, dimana masing-masing dapat mengamankan rencana bisnis jangka panjang dan memonetisasi berbagai sumber daya yang sudah ada dengan cara yang lebih optimal.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto yang hadir saat Signing Ceremony of New Production Sharing Contracts and Commercial Agreements di IPA Convex 2025, juga menyampaikan pentingnya kolabirasi antar sektor untuk meningkatkan industri migas nasional. (21/5).
“Mari kita bekerja sama kolaborasi, pihak swasta dalam negeri, swasta luar negeri, BUMN, pemerintah dari semua tingkatan. Mari kita bekerja sama untuk mencapai tujuan yang harus dicapai. Kalau kita tergantung dari impor terus, sumber daya yang kita keluarkan sangat besar,” ujar Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya.
Selain Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, sesi diskusi dalam gelaran IPA Convention and Exhibition 2025 itu juga dihadiri berbagai tokoh ternama lainnya sebagai pembicara.