Kabar5News – Dalam beberapa tahun terakhir, bahan bakar dengan campuran etanol seperti E10 semakin banyak digunakan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pemerintah mendorong langkah ini sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih dan upaya menekan emisi karbon di sektor transportasi. Namun, muncul kekhawatiran di kalangan pengguna kendaraan: benarkah campuran etanol bisa membuat tangki bahan bakar berkarat?
Apa Itu Etanol?
Etanol, atau etil alcohol adalah senyawa kimia berbasis alkohol yang umumnya berasal dari fermentasi bahan nabati seperti tebu, jagung, atau singkong. Karena sifatnya yang mudah terbakar dan ramah lingkungan, etanol sering digunakan sebagai bahan campuran dalam bensin untuk menciptakan pembakaran yang lebih bersih dan efisien.
Fakta Etanol dalam BBM
- Etanol Bikin Pembakaran Lebih Bersih
Etanol berfungsi sebagai oksigenator, yaitu zat yang menambah kadar oksigen dalam bahan bakar sehingga pembakaran di mesin lebih sempurna. Riset dari berbagai lembaga energi menunjukkan bahwa campuran etanol 10–30% (E10–E30) dapat mengurangi emisi karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) hingga 30%. Selain menekan polusi udara, penggunaan etanol juga mengurangi ketergantungan pada minyak fosil, menjadikannya solusi transisi menuju energi rendah emisi.
- Mitos Bahwa Etanol Bisa Membuat Karat
Berita bahwa etanol dapat menimbulkan korosi pada tangki logam adalah tidak benar. Etanol bersifat higroskopis yang mudah menyerap air dari udara. Proses ini bisa terjadi pada kendaraan yang tidak dilakukan perawatan rutin.
Prof. Ir. Ronny Purwadi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan: “Etanol memang bersifat higroskopis, artinya mudah menyerap air. Tapi higroskopis bukan berarti korosif,” ujar Ronny dikutip dari Antara, Senin (21/10/2025).
Sekarang ini, tangki dan sistem bahan bakar kendaraan modern sudah menggunakan lapisan anti-korosi yang tahan terhadap campuran E10–E30. Faktanya, bukan etanol yang menyebabkan karat, melainkan kandungan air berlebih jika kendaraan tidak diberikan perawatan rutin.
Iman K. Reksowardojo, peneliti ITB sekaligus anggota Komite Teknis Bahan Bakar dan Bioenergi Kementerian ESDM, menjelaskan bahwa kendaraan produksi tahun 2000 ke atas umumnya sudah siap menggunakan E10 hingga E20. “Kendaraan di bawah tahun itu masih beragam, tergantung merek dan materialnya,” ujarnya.
- Tips Untuk Kendaraan
Untuk menjaga tangki tetap awet, hindari menyimpan kendaraan terlalu lama dengan tangki penuh. Gunakan bahan bakar dari SPBU terpercaya dan pastikan material sistem bahan bakar kompatibel. Tambahkan aditif anti-karat jika kendaraan jarang sekali digunakan, terutama untuk mesin lama.
Kesimpulannya, campuran etanol justru membantu lingkungan lewat pembakaran yang lebih bersih. Tangki berkarat bukan karena etanol, melainkan karena kelembapan yang tak terkontrol. Dengan perawatan yang tepat, penggunaan bioetanol tetap aman dan berkelanjutan.












