Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto menghadiri peresmian Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Senin, (12/1/2026).
Kedatangan Prabowo Subianto dalam peluncuran SRT 9 Banjarbaru, disebut sebagai momentum Kemensos untuk memberikan laporan terkait penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2025.
Sebagaimana pernyataan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di hadapan awak media, saat meninjau SRT 9 Banjarbaru pada Minggu, (11/1/2026).
“Ini menjadi bagian dari laporan ke Presiden bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah berjalan dengan baik,” tutur Gus Ipul di Kalimantan Selatan.
Peresmian SRT 9 Banjarbaru yang berada di area Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dihadiri oleh ribuan peserta berbagai unsur mulai guru hingga siswa Sekolah Rakyat dari seluruh Indonesia.
Total 2000 peserta yang didatangkan dari Aceh Besar, Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Jombang, Makassar, Kupang, Jayapura turut berpartisipasi dalam acara.
Para siswa Sekolah Rakyat mempersembahkan penampilan khusus, mulai dari paduan suara, teater, pidato dan baris variasi.
Fakta-Fakta Sekolah Rakyat Terpadu
Upaya Presiden Prabowo dalam mengentaskan kemiskinan tidak main-main, termasuk program Sekolah Rakyat Terpadu yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem. Supaya bisa mengakses pendidikan dan mewujudkan cita-cita.
Program tersebut mempunyai beberapa fakta menarik yang jarang diketahui publik. Apa sajakah itu? Berikut penjelasan singkatnya.
1. Gagasan Presiden RI ke-8
Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan yang terjadi antar generasi.
Program tersebut merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo serta sudah menjadi bagian dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025, tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
“Karena ini bagian dari pengentasan kemiskinan. Anaknya sekolah, keluarganya diberdayakan. Anaknya lulus, keluarganya naik kelas (dan) menjadi berdaya. Ini istimewa dan ini tentu legacy dari Bapak Presiden Prabowo,” ungkap Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, dikutip dari kemensos.go.id.
Gus Ipul kembali menegaskan bahwa pendirian Sekolah Rakyat dilatarbelakangi oleh banyaknya anak-anak yang berasal dari keluarga miskin masih sulit mendapatkan akses pendidikan.
Bahkan berdasarkan data dari BPS terdapat lebih tiga juta anak usia sekolah masih berada pada kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan potensi putus sekolah.
2. Pemilihan Siswa Berdasarkan DTSEN
Siswa yang berhak masuk Sekolah Rakyat yaitu anak-anak berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrim, mengacu pada Desil 1 serta 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Proses rekrutmennya bukan berdasarkan tes akademik, tapi sesuai DTSEN dan meninjau langsung ke rumah tinggal siswa dengan didampingi petugas lapangan.
Ketika siswa berada pada masa matrikulasi awal, mereka akan diberikan fasilitas Cek Kesehatan Gratis. Bahkan, siswa juga mendapat kesempatan ikut DNA Talent Mapping yang bertujuan untuk memetakan bakat serta potensi.
3. Sebanyak 15 Ribu Siswa Telah Menerima Manfaat
Sejak awal beroperasi pada tahun 2025, total sudah ada 166 lokasi Sekolah Rakyat rintisan, yang dibuka secara bertahap dari bulan Juli, Agustus dan September.
Yang mana lokasinya tersebar di berbagai wilayah Tanah Air, seperti Sumatra 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, Papua 6 lokasi.
“Hari Senin (12/1) diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” kata Gus Ipul.
Lebih lanjut Gus Ipul mengungkapkan bahwa Sekolah Rakyat rintisan menampung 15.945 orang siswa. Mereka sudah mengikuti proses pendidikan selama satu semester pada Semester Gasal Tahun Ajaran 2025/2026.
Kedepannya Sekolah Rakyat akan semakin bertambah dengan target 500 sekolah. Setiap sekolah menampung 1000 siswa.
4. Ribuan Tenaga Kerja Terserap
Pendirian Sekolah Rakyat rintisan mulai 2025, telah berhasil menciptakan peluang kerja baru. Sebanyak 7107 tenaga kerja yang terdiri dari 2218 guru, 4889 tenaga pendidik.
Nantinya jumlah tersebut akan terus bertambah, karena pembangunan Sekolah Rakyat masih akan berlanjut pada tahun-tahun selanjutnya.
5. Sistem Sekolah Asrama
Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school atau sekolah berasrama, yang mana semua kebutuhan siswa mulai dari makan, seragam, peralatan sekolah, asrama dan lain-lain, sepenuhnya ditanggung Pemerintah.
Sistem tersebut dipilih untuk melatih kemandirian siswa, disiplin, punya keterampilan. Selain mendapatkan bimbingan akademik.
6. Berlaku Kurikulum Khusus
Kurikulum Sekolah Rakyat menggunakan perpaduan pendekatan Multi Entry-Multi Exit (MEME) serta pendekatan individu (individual approach).
Pendekatan tersebut menjadikan siswa bisa masuk kapan saja serta belajar sesuai pencapaian masing-masing siswa, bukan sekedar mengikuti kalender akademik semata seperti sekolah umumnya.
Selain itu, adanya program DNA talent mapping dapat memberi kemudahan dalam memetakan potensi dan bakat secara akurat. Sehingga bisa sebagai dasar untuk pengembangan karakter, keterampilan, dan kecerdasan siswa selama proses belajar.
7. Wujud Miniatur Pengentasan Kemiskinan Terpadu
Program Sekolah Rakyat berada dalam naungan Kementerian Sosial yang bekerjasama dengan berbagai Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.
Program tersebut bukan sekadar peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan bagi anak-anak, namun juga miniatur dalam pengentasan kemiskinan terpadu.
Berbagai program utama Presiden telah terintegrasi dengan Sekolah Rakyat, contohnya berupa Pemberdayaan orang tua siswa melalui PPSE, Perbaikan rumah melalui program 3 juta rumah, Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), Jaminan Kesehatan untuk orang tua dan siswa melalui PBI-JK, keluarga mendapatkan bansos lengkap seperti PKH dan Sembako, dan menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Rumahnya nanti akan dibantu, orang tuanya jadi anggota Koperasi Desa Merah Putih, dapat bantuan sosial lengkap sesuai dengan periode tertentu, dapat PBI JKN, dapat makan bergizi dan cek kesehatan,” tutur Gus Ipul.
8. Hilirisasi Siswa Mulai Disiapkan
Sekolah Rakyat punya keunggulan khusus, siswa bukan sekedar diberi pengetahuan semata, ada pendidikan karakter serta keterampilan.
Bahkan proses hilirisasi sudah disiapkan melalui program DNA Talent Mapping. Siswa diarahkan, dibimbing serta diberi fasilitas berdasarkan minat, entah itu nantinya melanjutkan pendidikan tinggi atau langsung kerja sesuai keahlian serta keterampilan.
Kemensos telah bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi untuk memfasilitasi beasiswa bagi siswa berprestasi dari Sekolah Rakyat yang ingin melanjutkan pendidikan.
Di samping memfasilitasi beasiswa, Kemensos juga memfasilitasi siswa yang ingin bekerja setelah lulus, kolaborasi dilakukan dengan pihak terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Selanjutnya khusus siswa Sekolah Rakyat jenjang Menengah Pertama yang punya kemampuan akademik memadai akan difasilitasi melanjutkan pendidikan ke Sekolah Garuda.












