Kabar5News – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali bertahan di level tinggi pada Jumat (30/1/2026). Mengacu laman resmi Logam Mulia per pukul 05.15 WIB, harga emas berada di posisi Rp 3.168.000 per gram, belum berubah dari Kamis (29/1/2026).
Sehari sebelumnya, harga emas melonjak Rp 165.000 dari Rp 3.003.000 menjadi Rp 3.168.000 per gram.
Perlu diketahui, pembaruan harga emas Antam dilakukan setiap pukul 08.30 WIB, sehingga harga pagi ini masih merujuk pada pembaruan sebelumnya.
Emas Antam tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram), memberi fleksibilitas bagi investor.
Berikut rincian harga per Jumat (30/1/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.634.000
- 1 gram: Rp 3.168.000
- 2 gram: Rp 6.276.000
- 3 gram: Rp 9.389.000
- 5 gram: Rp 15.615.000
- 10 gram: Rp 31.175.000
- 25 gram: Rp 77.812.000
- 50 gram: Rp 155.545.000
- 100 gram: Rp 311.012.000
- 250 gram: Rp 777.265.000
- 500 gram: Rp 1.554.320.000
- 1.000 gram (1 kg): Rp 3.108.600.000
Transaksi emas juga dikenakan pajak sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk pembelian, PPh 22 sebesar 0,45 persen berlaku bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP.
Sementara untuk buyback di atas Rp 10 juta, tarifnya 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak dipotong langsung dari total transaksi.
Apakah Perak Bisa Jadi Alternatif?
Melonjaknya harga emas kerap membuat investor mencari opsi lain yang lebih terjangkau. Salah satu yang mulai dilirik adalah perak. Secara historis, perak sering bergerak searah dengan emas, meski volatilitasnya cenderung lebih tinggi.
Harga perak yang jauh lebih murah dibanding emas membuatnya lebih mudah diakses investor pemula. Selain sebagai aset lindung nilai (safe haven), perak juga memiliki permintaan industri yang kuat, terutama untuk sektor elektronik dan energi terbarukan.
Namun, berbeda dengan emas yang lebih stabil, perak memiliki fluktuasi harga yang lebih tajam. Artinya, potensi keuntungan bisa lebih besar, tetapi risikonya pun meningkat. Investor perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, profil risiko, serta strategi diversifikasi sebelum memutuskan masuk ke logam mulia selain emas.
Di tengah harga emas yang melambung, perak dapat menjadi opsi diversifikasi menarik, bukan pengganti, melainkan pelengkap portofolio.












