Kabar5News – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONJW) berhasil mengidupkan kembali salah satu sumur minyak idle lepas pantai yang sudah lama tak beroperasi
Sumur tersebut kembali aktif dan berhasil mencatatkan uji produksi minyak sebesar 2.635 barel per hari (BOPD) dengan water cut hanya 10 persen, menggunakan injeksi gas lift.
Adapun teknologi yang digunakan di sumur itu adalah pengeboran sidetrack sumur LLE-5ST di Lapangan Lima, Struktur LL, Anjungan LLW.
“Alhamdulillah, ini capaian penting. Sumur LLE-5 yang sudah shut-in sejak 2012 kini kembali hidup dan memberikan tambahan produksi signifikan bagi nasional,” ungkap Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dalam keterangan resminya, dikutip Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan, pengeboran dilakukan secara directional (J-Type) menggunakan rig PVD-III hingga menembus kedalaman 6.197 kaki MD (measure depth).
Yang menarik, lanjut Djoko, pekerjaan ini bisa diselesaikan hanya dalam 37 hari dan lebih cepat dari target sebelumnya, yakni 46 hari.
Proyek ini juga berhasil menghemat biaya, dengan menghabiskan dana sekitar USD 8,69 juta, atas hanya 64,55 persen dari keseluruhan anggaran yang telah disetujui SKK Migas.
SKK migas mengungkapkan akan melanjutkan uji produksi sebelum sumur tersebut dialirkan secara optimum dengan pengaturan gas lift injection dan ukuran choke.
“Kami optimistis produksi dari ONWJ akan terus meningkat. Ini bukti nyata bahwa sumur idle pun bisa menjadi sumber energi baru bila dikelola dengan inovasi dan strategi yang tepat,” ujar Djoko Siswanto.
Menurutnya, keberhasilan menghidupkan kembali sumur ini membuka secercah harapan untuk mencapai target produksi nasional.
Tak hanya itu, pencapaian ini sekaligus memperlihatkan komitmen SKK Migas dan Pertamina Hulu Energi dalam menjaga ketahanan energi di Tanah Air.