Kabar5News – Investasi logam mulia tak selalu identik dengan emas. Di tengah fluktuasi ekonomi global dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap diversifikasi aset, perak mulai dilirik sebagai alternatif investasi yang menjanjikan.
Harganya yang relatif lebih terjangkau membuat perak dinilai ramah bagi investor pemula maupun mereka yang ingin menambah variasi portofolio.
Meski begitu, seperti instrumen lainnya, investasi perak tetap memiliki sisi kelebihan dan kekurangan. Berikut ulasan lengkapnya:
Kelebihan Investasi Perak
1. Permintaan Industri yang Tinggi
Perak bukan hanya logam mulia untuk investasi, tetapi juga komoditas penting dalam industri. Sifat konduktivitas listrik dan termalnya yang tinggi membuat perak banyak digunakan pada sektor elektronik, panel surya, otomotif, hingga teknologi medis. Permintaan industri yang stabil ini berpotensi menjaga nilai perak dalam jangka panjang.
2. Potensi Kenaikan Harga yang Signifikan
Harga perak dikenal lebih fluktuatif dibanding emas. Namun, volatilitas ini justru membuka peluang keuntungan lebih besar. Dalam sejarahnya, harga perak pernah melonjak hingga sekitar US$49,5 per ons pada 2011 dan kembali naik mendekati US$30 per ons pada 2020. Pergerakan agresif ini menarik bagi investor yang siap menghadapi dinamika pasar.
3. Harga Lebih Terjangkau
Dibandingkan emas, harga per gram perak jauh lebih rendah. Hal ini memungkinkan investor pemula untuk mulai berinvestasi tanpa perlu menyiapkan modal besar. Dengan nominal lebih kecil, investor sudah bisa memiliki aset logam mulia.
4. Cocok untuk Diversifikasi Portofolio
Menambahkan perak dalam portofolio dapat membantu menyebar risiko. Ketika harga emas stagnan atau pasar saham melemah, perak bisa menjadi penyeimbang karena karakter pergerakannya yang berbeda.
Kekurangan Investasi Perak
1. Likuiditas Relatif Lebih Rendah
Di Indonesia, pasar perak belum sebesar emas. Artinya, proses jual kembali bisa memerlukan waktu lebih lama dan harga jualnya belum tentu sesuai ekspektasi, terutama di pasar ritel.
2. Fluktuasi Harga yang Tinggi
Meski berpotensi naik tajam, harga perak juga bisa turun drastis dalam waktu singkat. Investor perlu memantau kondisi pasar secara rutin agar tidak terjebak di harga puncak.
3. Spread Cenderung Tinggi
Selisih antara harga beli dan harga jual (spread) perak relatif besar. Hal ini membuat perak kurang ideal untuk investasi jangka pendek karena potensi keuntungan bisa tergerus selisih harga tersebut.
4. Risiko Penyimpanan dan Perawatan
Perak mudah teroksidasi sehingga dapat menghitam atau tampak kusam jika tidak disimpan dengan baik. Untuk investasi fisik, investor juga harus mempertimbangkan keamanan penyimpanan guna menghindari risiko kehilangan atau kerusakan.
Perak vs Emas, Mana Lebih Baik?
Baik perak maupun emas memiliki keunggulan masing-masing. Emas unggul dalam hal likuiditas dan stabilitas harga, sementara perak menawarkan potensi pertumbuhan lebih agresif dengan harga awal yang lebih terjangkau.
Pilihan terbaik tentu bergantung pada tujuan investasi, profil risiko, serta strategi keuangan masing-masing individu.
Dengan memahami karakteristiknya, investasi perak bisa menjadi alternatif menarik untuk melindungi nilai kekayaan sekaligus membuka peluang keuntungan jangka panjang. Pastikan untuk mempertimbangkan risiko dan melakukan riset sebelum mengambil keputusan.












