Kabar5News – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memiliki wilayah operasi yang tersebar dari pulau Sumatera hingga pulau Papua. Menyadari kondisi tersebut, KPI terus berkomitmen untuk menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk mendukung perwujudan keadilan sosial bagi masyarakat yang ada di sekitar kilang. Program TJSL KPI diselenggarakan dalam berbagai bidang, diantaranya pendidikan, pelestarian lingkungan, sosial dan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat.
Salah satunya adalah Program Kasim Berdaya yang diadakan KPI di sekitar Kilang Kasim, Papua Barat Daya. Program yang telah dijalankan sejak 2024 ini menyasar kelompok adat terpencil terintegrasi di Kampung Kasim. Menurut Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani, sebelumnya masyarakat Kampung Kasim memiliki keterbatasan, diantaranya mereka sulit mengakses air bersih dan layanan kesehatan serta belum tersedianya infrastruktur yang memadai. Menyadari hal itu, KPI hadir di tengah-tengah mereka untuk menjawab segala permasalahan yang ada.

“KPI peduli dengan masyarakat Papua yang berada di sekitar Kilang Kasim. Kami melaksanakan program TJSL untuk membantu mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat sekitar,” ujar Milla.
KPI langsung turun ke masyarakat untuk menyediakan sistem filtrasi dan penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga. Sejalan dengan itu, KPI juga meningkatkan akses layanan kesehatan, memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan dasar dengan lebih baik, dan mengembangkan program pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan lokal. Alhasil, kini puluhan masyarakat di Kampung Kasim merasakan manfaatnya secara langsung.
“Ini bukan semata menjalankan program TJSL, namun kepedulianlah yang menggerakkan kami turun ke masyarakat di Kampung Kasim, untuk turut menciptakan keadilan sosial,” ungkap Milla.
Ia menambahkan, program Kasim Berdaya juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGS) poin 1, 2, 3 dan 6, yakni Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, Kehidupan Sehat dan Sejahtera dan Air Bersih dan Sanitasi yang layak.

Selain Program Kasim Berdaya, KPI juga menyelenggarakan sejumlah Program TJSL lainnya di Kasim. Diantaranya Pengembangan Kampung Klayas, Pengembangan Kelompok Sagu dan akses air bersih yang mandiri, lalu ada juga Program KAMILA atau Kampung Kasimle Mandiri Inovasi Kelapa. Program ini berupa pemberdayaan masyarakat dengan cara memanfaatkan limbah minyak kelapa untuk kemandirian.
Program TJSL sudah dijalankan KPI sejak perusahaan ini berdiri pada 2017 lalu. Hingga kini sudah ada sekitar 500 program TJSL yang dijalankan KPI, meliputi program pendidikan, pelestarian lingkungan, sosial dan ekonomi. Hingga kini jumlah penerima manfaat langsung program TJSL KPI lebih dari sekitar 3 ribuan orang.
“Melalui program-program tersebut, kami mewujudkan dukungan dan komitmen yang kuat dalam mewujudkan masyarakat yang maju dan sejahtera,” tutup Milla.