kabar5news – Tahapan penting kembali dicatatkan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dalam mendukung bahan bakar ramah lingkungan. Setelah melakukan penggantian katalis pada unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) Kilang Cilacap, KPI mulai melakukan ujicoba produksi bahan bakar pesawat Pertamina Sustainable Aviation Fuel (SAF) dengan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau lebih dikenal dengan minyak jelantah.
“Sebelum tahapan produksi ini, Kilang Cilacap telah melakukan penggantian katalis. Katalis ini merupakan salah satu inovasi yang sangat penting dalam produksi Pertamina SAF dengan bahan baku minyak jelantah,” kata Direktur Operasi KPI Didik Bahagia.
Didik menjelaskan bahwa katalis ini merupakan hasil inovasi Technology Innovation (TI) Pertamina. Katalis ini dikenal dengan nama Katalis Merah Putih. Katalis berfungsi untuk mendukung proses produksi Pertamina SAF.

Sebelum masuk tahap produksi SAF berbahan baku minyak jelantah, KPI kata Didik telah berhasil memproduksi dan mengujicoba SAF dengan bahan baku Refined Bleached Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) atau minyak inti sawit.
Produksi SAF berbahan baku minyak jelantah ini menjadi tonggak penting dalam komitmen KPI terhadap energi hijau dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi udara.
“Produksi Pertamina SAF ini merupakan bentuk nyata dukungan transisi energi yang dilakukan KPI. Ini juga sejalan dengan strategi pertumbuhan ganda yang dilakukan Pertamina khususnya dalam hal membangun bisnis rendah karbon terutama dalam hal menghasilkan produk berbahan baku nabati,” kata Didik.
Pertamina Group sendiri berkomitmen penuh dalam mendukung terbentuknya ekosistem SAF di Indonesia. Ekosistem ini melibatkan Pertamina Patra Niaga dan Pelita Air Services. Ekosistem ini terhubungan mulai dari proses pengumpulan jelantah, produksi SAF berbahan baku minyak jelantah hingga akhirnya nanti dipergunakan oleh maskapai penerbangan.
Didik melanjutkan bahwa setelah produk dihasilkan di Kilang, selanjutkan akan dilakukan pengujian untuk memastikan standar produk baik di laboratorium milik KPI maupun di Lemigas. Setelah dipastikan produk SAF-nya telah sesuai dengan parameter yang ditentukan, produk Pertamina SAF Kilang Cilacap ini akan dilakukan inagurasi penerbangan di pertengahan Agustus tahun ini.
“Keberhasilan ini tentunya tidak hanya menjadi keberhasilan Pertamina semata, tapi akan menjadi kebanggaan kita sebagai bangsa dapat menghasilkan produk yang berkelas dunia,” tutup Didik