kabar5news — Implementasi prinsip-prinsip Environmental, Social, & Governance (ESG) merupakan fondasi Kilang Pertamina Internasional (KPI) untuk memastikan keberlanjutan perusahaan. Tiga aspek ini menjadi hal yang sangat penting.
“Pada aspek tata kelola, setidaknya ada dua hal penting yang saat ini terus diperkuat di KPI. Pertama mengenai cyber security atau keamanan siber yaitu bagaimana kami melindungi sistem komputer, jaringan, perangkat, dan data dari serangan digital atau akses yang tidak sah. Yang kedua adalah terkait dengan memperkuat prinsip-prinsip etika perusahaan dalam menjalankan operasional,” kata Pjs. Corporate Secretary KPI, Milla Suciyani.
Milla menjelaskan bahwa keamanan cyber yang dilakukan oleh KPI merujuk pada praktik-praktik terbaik. “Di era digital saat ini, keamanan siber tentu hal yang sangat krusial dalam operasional perusahaan. Oleh karena itu, KPI terus memperkuat kapasitasnya dalam memastikan keamanan sibernya termasuk mewajibkan pekerja melaksanakan berbagai kebijakan terkait penggunaan account, pasword maupun pelatihan,” jelas Milla.
Selanjutnya pada aspek kedua, KPI menciptakan nilai berkelanjutan dengan mewujudkan operasional bisnis yang transparan serta bertanggung jawab, KPI terus memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) di seluruh unit bisnisnya.
“KPI meneguhkan diri sebagai korporasi energi modern, namun juga menjunjung tinggi etika, transparansi, dan keberlanjutan. Kami yakin, implementasi GCG yang konsisten akan memperkuat kepercayaan publik dan para pemangku kepentingan,” ujar Milla.
Milla menambahkan, penguatan GCG di KPI dilakukan dengan mengacu pada sejumlah dasar hukum. Diantaranya amanat Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03 Tahun 2023 terkait pedoman tata kelola dan kegiatan korporasi signifikan.
Sementara itu dalam praktiknya, lanjut Milla, KPI berpedoman pada sejumlah dokumen korporasi, antara lain Code of Corporate Governance, Code of Conduct, serta pedoman pengendalian gratifikasi, konflik kepentingan, dan kewajiban pelaporan harta kekayaan penyelenggara negara.
Selain mengacu pada sejumlah regulasi di atas, KPI juga mengadopsi prinsip-prinsip yang dikembangkan Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) melalui Pedoman Umum Governansi Korporat Indonesia (PUG-KI) 2021. Di dalamnya terdapat empat pilar utama yakni perilaku beretika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan.
“Empat pilar tersebut menjadi fondasi budaya tata kelola yang dijalankan KPI, untuk memastikan setiap kegiatan korporasi mengedepankan kejujuran, tanggung jawab sosial, serta pengelolaan informasi yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan,” tutur Milla.
Penguatan tata kelola juga menjadi langkah strategis KPI untuk mendukung kinerja optimal di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan. Karena itulah KPI menempatkan kontribusi dalam pembentukan ekosistem hijau sebagai salah satu fokus utamanya. Menurut Milla, sebagai entitas bisnis yang bergerak di bidang energi, KPI menyadari dampak luas aktivitasnya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Untuk mendukung hal tersebut, KPI telah menerbitkan Roadmap Keberlanjutan, membentuk Komite Keberlanjutan, serta menginisiasi pelaksanaan berbagai program Environmental, Social, Governance (ESG) sebagai upaya memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekosistem hijau.
“KPI tidak hanya mengadopsi prinsip ESG, tetapi juga menjadikannya sebagai kompas dalam pengambilan keputusan dan pelaporan kinerja. Dengan ESG, KPI menunjukkan bahwa tata kelola, keberlanjutan dan profitabilitas bisa berjalan beriringan,” tutup Milla.

KPI merupakan anak perusahaan Pertamina yang menjalankan bisnis utama pengolahan minyak dan petrokimia sesuai dengan prinsip ESG (Environment, Social & Governance). KPI juga telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan berkomitmen pada Sepuluh Prinsip Universal atau Ten Principles dari UNGC dalam strategi operasional sebagai bagian dari penerapan aspek ESG. KPI akan terus menjalankan bisnisnya secara profesional untuk mewujudkan visinya menjadi Perusahaan Kilang Minyak dan Petrokimia berkelas dunia yang berwawasan lingkungan, bertanggung jawab sosial serta memiliki tata kelola perusahaan yang baik.