Kabar5News– PT Kalimantan Jawa Gas (KJG), sebagai bagian dari Subholding Gas, terus mengambil langkah strategis untuk memperkuat perannya dalam menjaga ketahanan energi nasional. Sejalan dengan pilar strategis “G-A-S” (Grow, Adapt, Step-out) dan semangat “Accelerating Progress”, KJG secara proaktif bertransformasi menjadi hub gas terintegrasi di Jawa Tengah.
Langkah adaptif ini merupakan implementasi dari pilar strategis “G-A-S” (Grow, Adapt, Step-out), khususnya pilar ‘Adapt’, untuk menjamin keberlanjutan pasokan di tengah dinamika ketersediaan gas eksisting. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Subholding Gas dalam mengintegrasikan infrastruktur pipa Trans-Jawa, yang akan menghubungkan jaringan dari Jawa Timur (Gresem) hingga Jawa Barat (Cisem).
Salah satu langkah strategis yang telah dilakukan adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan AWE (Satria) NZ Ltd. untuk pemanfaatan pipa KJG dalam menyalurkan gas dari Lapangan Lengo (Bulu PSC). Sinergi hulu-midstream ini sejalan dengan arahan strategis korporasi untuk “memenuhi permintaan dengan mengoptimalkan portofolio gas pipa dan LNG”.
Lapangan Lengo, yang berlokasi sekitar 25-30 km dari Lapangan Kepodang, memiliki potensi pasokan gas signifikan, diperkirakan mencapai 60-70 MMSCFD, yang akan menjadi sumber pasokan jangka panjang baru bagi PGN.
Direktur PT KJG, R. Mohamad Edwin, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari transformasi strategis KJG untuk berevolusi dari operator pipa point-to-point menjadi aset infrastruktur yang fleksibel.
“Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen KJG untuk mendukung peran PGN sebagai agregator gas nasional. Sinergi dengan Lapangan Lengo tidak hanya memastikan security of supply bagi pelanggan eksisting, tetapi juga memposisikan pipa KJG sebagai aset vital yang siap terhubung dengan sumber energi baru, sejalan dengan arahan korporasi,” ujar Edwin.
Tidak berhenti pada pasokan hulu, KJG juga memperkuat sinergi di dalam Subholding Gas melalui penandatanganan MoU dengan PT Nusantara Regas (NR). Kolaborasi ini mendukung program strategis korporasi terkait pengembangan LNG Hub & Storage, yang akan memberikan fleksibilitas pasokan lebih tinggi bagi pelanggan industri di Jawa Tengah.
“Interkoneksi dengan fasilitas regasifikasi LNG akan memberikan fleksibilitas pasokan yang sangat dibutuhkan. Ini membuka peluang bagi KJG untuk menyalurkan gas yang bersumber dari portofolio LNG PGN, memperkuat peran PGN sebagai agregator gas nasional, dan memastikan pipa KJG tetap termanfaatkan secara optimal,” jelas Edwin.
Ke depan, KJG juga terus berinovasi melalui rencana studi interkoneksi dengan ruas pipa Cirebon-Semarang (Cisem). Rencana ini mendukung program strategis korporasi untuk “percepatan konektivitas infrastruktur transmisi dan distribusi” guna meningkatkan utilisasi gas di kawasan industri baru Jawa Tengah, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Langkah inovasi ini diperkuat dengan keterlibatan aktif KJG dalam studi R&D strategis Rig-to-LNG (R2LNG). Proyek ini merupakan bagian dari kerja sama G2G Indonesia-Korea yang dikoordinasikan oleh KIORCC, serta didukung penuh oleh pemangku kepentingan utama seperti SKK Migas, LEMIGAS, dan PGN Saka. Inisiatif ini mengkaji konversi anjungan CPP Kepodang milik PGN Saka menjadi fasilitas regasifikasi LNG, di mana pipa KJG diposisikan sebagai infrastruktur kunci untuk menyalurkan gas hasil inovasi tersebut ke jaringan Trans-Jawa.
Langkah strategis ini tentunya perlu mendapatkan dukungan Subholding Gas (SHG) sebagai agregator gas yang memiliki kemampuan mengatur aliran gas dan menyerap suplai gas dari laut Jawa agar jaringan pipa gas Trans-Jawa dapat diandalkan untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Melalui serangkaian inisiatif strategis ini, KJG membuktikan kontribusi nyatanya dalam mengeksekusi arahan strategis Subholding Gas, mendukung pertumbuhan industri di Jawa Tengah, dan mewujudkan swasembada energi nasional yang dicanangkan pemerintah.
Dengan semangat ‘Accelerating Progress’, KJG siap melangkah lebih jauh dalam memastikan setiap molekul gas mengalir untuk kemajuan bangsa.












