Kabar5News – TNI Angkatan Laut (TNI AL) resmi menambah kekuatan alutsista matra laut dengan menerima KRI Canopus-936. Upacara serah terima dilaksanakan di galangan Abeking & Rasmussen, Lemwerder, Jerman, Kamis (12/2/2026), dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma.
Prosesi tersebut dirangkaikan dengan shipnaming, penandatanganan delivery, hingga pengukuhan komandan kapal. Penyerahan ini sekaligus menandai resmi bergabungnya kapal jenis BHO (Ocean Going) atau kapal survei hidro-oseanografi ke dalam jajaran TNI AL.
Dalam amanatnya, Erwin membacakan pesan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menekankan pentingnya pengadaan kapal tersebut dalam kerangka modernisasi kekuatan laut nasional.
“Kapal ini berperan penting dalam meningkatkan maritime domain awareness nasional melalui survei dan pemetaan hidrografi serta oseanografi,” ujar Erwin mengutip amanat Sjafrie.

Pembangunan KRI Canopus-936 memakan waktu sekitar tiga tahun. Prosesnya melibatkan kolaborasi industri pertahanan nasional dan luar negeri. Perusahaan galangan nasional PT Palindo Marine mengerjakan pembuatan lambung kapal sejak 2023 sebelum dikirim ke Jerman untuk pemasangan sensor dan sistem survei canggih.
Nama “Canopus” diambil dari nama bintang terang yang dikenal sebagai penunjuk arah. TNI AL berharap simbol tersebut menjadi penunjuk keselamatan bagi 93 prajurit pilihan yang mengawakinya. Prosesi peresmian nama dilakukan dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi sebagai simbol tradisi pelayaran.
Pada kesempatan yang sama, Kolonel Laut (P) Indragiri Yani Wardhono resmi dilantik sebagai komandan pertama KRI Canopus-936. Pelantikan ini menandai kesiapan penuh kapal untuk menjalankan tugas negara di bawah jajaran Pushidrosal.
Meski berstatus non-kombatan, kapal ini memegang peran strategis dalam mendukung keselamatan pelayaran, pertahanan, serta pengelolaan ruang laut Indonesia. Selain mendukung Operasi Militer Perang (OMP), kapal ini juga berperan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti SAR dan patroli keamanan laut.

Dari sisi teknologi, KRI Canopus-936 dilengkapi Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV) ZBoat, hingga Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Drone Lidar dan Multibeam Echosounder. Kapal ini juga dibekali meriam 20 mm dan mitraliur 12,7 mm untuk mendukung aspek pengamanan.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali sebelumnya mengungkapkan estimasi kedatangan kapal tersebut ke Tanah Air.
“KRI Canopus bisa hadir mungkin pada April pertengahan atau Mei,” ungkap Ali.
Menurutnya, kedatangan armada baru ini menjadi salah satu fokus utama modernisasi TNI AL tahun ini. Kehadiran KRI Canopus-936 diharapkan semakin memperkuat postur pertahanan laut nasional sekaligus menjadi wujud komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan NKRI secara tegas dan profesional.












