Kabar5News — Sejumlah jurusan kuliah di Indonesia ternyata masih kurang diminati oleh calon mahasiswa. Padahal, jurusan-jurusan tersebut menawarkan prospek karier yang menjanjikan dengan gaji tinggi.
Minimnya informasi dan kurangnya popularitas jurusan menjadi penyebab utama kurangnya peminat.
Data dari berbagai institusi pendidikan tinggi menunjukkan bahwa beberapa jurusan dengan tingkat pendaftaran rendah justru memiliki potensi penghasilan yang besar dan permintaan tinggi di dunia kerja.
Berikut lima jurusan kuliah yang sering dianggap tidak populer, namun memiliki potensi gaji tinggi:
1. Aktuaria
Jurusan ini mempelajari pengelolaan risiko finansial dengan pendekatan matematika dan statistik. Meskipun dianggap sulit, lulusan Aktuaria sangat dibutuhkan oleh industri asuransi, perbankan, dan investasi.
Gaji awal:Rp8–15 juta per bulan.
2. Statistika
Statistika menjadi tulang punggung dalam era big data. Lulusan jurusan ini dicari di berbagai sektor, seperti teknologi, pemasaran, kesehatan, dan finansial.
Gaji rata-rata: Rp7–12 juta per bulan.
3. Oseanografi
Sebagai negara maritim, Indonesia membutuhkan ahli kelautan untuk riset, konservasi, dan mitigasi bencana. Sayangnya, peminat jurusan ini masih sangat rendah.
Gaji potensial:Rp8–14 juta per bulan.
4. Ilmu Perpustakaan dan Informasi
Pustakawan seringkali disalahartikan sebagai profesi yang kuno. Padahal jurusan ini telah berkembang ke arah pengelolaan data digital, informasi arsip, dan manajemen informasi.
Gaji awal:Rp6–10 juta per bulan.
5. Teknologi Pangan
Dengan meningkatnya tren industri makanan, kebutuhan tenaga ahli di bidang ini semakin tinggi. Lulusan Teknologi Pangan dapat bekerja di industri manufaktur, pengawasan mutu, hingga pengembangan produk.
Gaji rata-rata: Rp7–13 juta per bulan.
Meski kurang diminati, jurusan-jurusan tersebut kini mulai dilirik kembali seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap keahlian spesifik. Dengan informasi yang lebih merata, diharapkan calon mahasiswa bisa membuat keputusan kuliah yang lebih strategis dan berorientasi masa depan.