Kabar5News – Dunia pendidikan tinggi Indonesia sedang berada di ambang transformasi besar. Dalam kunjungan kerja strategis ke London baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajak universitas-universitas papan atas Inggris yang tergabung dalam Russell Group (seperti Oxford, Cambridge, dan Queen Mary) untuk memperluas jangkauan mereka ke Tanah Air.
Kerja sama ini bukan sekadar nota kesepahaman biasa. Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk mengejar ketertinggalan kualitas pendidikan dan mengatasi krisis tenaga medis di Indonesia.
Keseriusan realisasi kerja sama tersebut semakin terlihat jelas dengan digelarnya ratas Presiden Prabowo dengan sejumlah menteri terkait di kediamannya, Hambalang, Bogor, pada Selasa, 27 Januari 2026.
Inggris dipilih karena reputasi globalnya dalam standar akademik yang sangat ketat. Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar: kita kekurangan sekitar 140.000 dokter, sementara lulusan domestik hanya mencapai 9.000 per tahun. Tanpa intervensi drastis, butuh waktu puluhan tahun untuk menutup celah ini.
Rencana pembangunan 10 universitas Inggris di Indonesia ini akan difokuskan pada dua pilar utama yang menjadi mesin penggerak masa depan:
1. Sektor Kesehatan (Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi): Pemerintah berencana membangun kampus kedokteran yang terintegrasi langsung dengan Rumah Sakit Pendidikan Berstandar Internasional.
Tujuannya jelas: mencetak dokter berkualitas global agar masyarakat Indonesia tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, yang selama ini menguras devisa hingga miliaran dolar per tahun.
2. Bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics):Untuk mendukung kemandirian industri dan teknologi, kemitraan ini akan memperkuat riset di bidang AI, teknologi digital, teknik, hingga energi terbarukan.
Kampus-kampus ini tidak akan berdiri sebagai entitas asing yang terisolasi, melainkan melalui kemitraan strategis dengan universitas lokal dan dukungan penuh pemerintah.
Bahasa pengantar akan menggunakan bahasa Inggris dengan standar kurikulum Inggris. Adapun dosen pengajarnya merupakan bagian dari program pertukaran dosen dan profesor dari Russell Group yang akan mengajar langsung di Indonesia.
Pemerintah akan berkomitmen memberikan beasiswa bagi lulusan-lulusan terbaik Indonesia untuk menempuh pendidikan di kampus-kampus ini. Target operasional kampus-kampus tersebut dengan penerimaan mahasiswa angkatan pertama direncanakan pada awal tahun 2028.












