Kabar5news
Rabu,4 November , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home GAYA HIDUP

Mengenal Delay Gratification, Kunci Anak Belajar Mengendalikan Diri

Melatih anak menunda keinginan bukan berarti membatasi kebahagiaan mereka. Kebiasaan ini membantu anak belajar mengelola emosi, memahami prioritas, dan menghargai proses sejak dini.

Fajar Novryanto by Fajar Novryanto
4 November 2026
in GAYA HIDUP
0
Mengenal Delay Gratification, Kunci Anak Belajar Mengendalikan Diri

Ilustrasi anak belajar menunda keinginan dan melatih kesabaran melalui pendampingan orang tua sejak dini. Foto: ChatGPT/Ai

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Anak-anak kerap menginginkan sesuatu secara langsung. Mulai dari meminta mainan, ingin bermain saat waktunya belajar, hingga sulit menunggu ketika menginginkan sesuatu. Perilaku tersebut merupakan bagian dari proses tumbuh kembang. Namun, anak juga perlu belajar bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi saat itu juga.

Dalam psikologi, kemampuan menunda pemenuhan keinginan demi memperoleh sesuatu yang dianggap lebih bernilai dikenal sebagai delay gratification. Kemampuan ini membantu anak memahami bahwa kesenangan tidak selalu harus diperoleh secara instan, melainkan bisa melalui proses dan usaha.

RELATED POSTS

7 Cara Menerapkan Financial Minimalism Agar Keuangan Lebih Sehat

Sering Merasa Lelah dan Cemas? Bisa Jadi Itu Tanda Window of Tolerance Kamu Terganggu

Melatih kemampuan tersebut bukan berarti orang tua harus membatasi anak secara berlebihan. Sebaliknya, anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu mengenali keinginannya, mengelola emosi, dan mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan.

Apa Itu Delay Gratification?

Delay gratification merupakan kemampuan seseorang untuk menahan keinginan mendapatkan kepuasan secara langsung demi memperoleh manfaat yang lebih besar di kemudian hari.

Konsep ini dikenal luas melalui eksperimen marshmallow yang dilakukan psikolog Walter Mischel. Dalam eksperimen tersebut, anak dihadapkan pada pilihan untuk mendapatkan satu marshmallow saat itu juga atau menunggu agar memperoleh dua marshmallow.

Eksperimen ini kemudian menjadi salah satu pembahasan penting dalam psikologi mengenai pengendalian diri dan kemampuan mengelola keinginan. Namun, kemampuan menunda kepuasan tidak semata-mata ditentukan oleh karakter anak. Lingkungan, pengalaman, kepercayaan, dan kondisi yang dihadapi juga dapat memengaruhi keputusan mereka.

Mengapa Anak Perlu Belajar Mengendalikan Diri?

Kemampuan mengendalikan diri membantu anak menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Anak yang mulai terbiasa menunggu dapat belajar memahami bahwa setiap keinginan memiliki waktu dan proses untuk dipenuhi.

Dalam kegiatan belajar, misalnya, anak dapat memahami pentingnya menyelesaikan tugas sebelum bermain. Dalam kehidupan sosial, kemampuan ini membantu mereka belajar bergiliran, menghargai orang lain, dan tidak selalu memaksakan keinginannya.

Selain itu, delay gratification berkaitan dengan kemampuan mengelola emosi. Ketika keinginan belum terpenuhi, anak berkesempatan belajar menghadapi rasa kecewa, frustrasi, atau tidak sabar secara bertahap.

Meski demikian, kemampuan ini bukan jaminan mutlak keberhasilan anak di masa depan. Perkembangan setiap anak berbeda sehingga proses pembelajaran perlu disesuaikan dengan usia dan kondisi mereka.

Cara Melatih Delay Gratification pada Anak

Orang tua dapat mengenalkan kemampuan menunda keinginan melalui kebiasaan sederhana tanpa harus memberikan tekanan berlebihan.

1. Ajarkan anak untuk menunggu secara bertahap

Mulailah dari situasi sederhana, seperti menunggu beberapa menit sebelum mendapatkan camilan atau menunggu giliran bermain. Durasi menunggu dapat ditingkatkan secara perlahan sesuai kemampuan anak.

2. Berikan pemahaman tentang prioritas

Orang tua dapat mengajak anak memahami urutan kegiatan. Misalnya, menyelesaikan pekerjaan rumah terlebih dahulu sebelum bermain. Dengan begitu, anak belajar bahwa ada hal yang perlu diselesaikan sebelum menikmati waktu luang.

3. Gunakan apresiasi, bukan ancaman

Ketika anak berhasil menunggu atau mengendalikan keinginannya, berikan apresiasi terhadap usaha yang dilakukan. Hindari memarahi anak ketika mereka belum mampu menahan keinginan karena kemampuan tersebut masih berkembang.

4. Jadilah contoh bagi anak

Anak belajar melalui perilaku orang-orang di sekitarnya. Orang tua dapat menunjukkan bagaimana mengelola keinginan, menepati kesepakatan, dan bersabar ketika menghadapi sesuatu yang belum bisa diperoleh.

5. Berikan pilihan yang realistis

Daripada sekadar melarang, orang tua dapat menawarkan pilihan. Misalnya, anak boleh bermain setelah menyelesaikan tugas atau memilih kegiatan lain sambil menunggu. Cara ini membantu anak merasa dilibatkan dalam mengambil keputusan.

Bukan Sekadar Menunda Keinginan

Penting dipahami bahwa delay gratification bukan berarti anak harus selalu menekan keinginannya atau mengutamakan kebutuhan orang lain. Anak tetap perlu belajar mengenali kebutuhan, menyampaikan perasaan, dan memahami kapan keinginannya wajar untuk dipenuhi.

Pendampingan yang tepat membantu anak membangun keseimbangan antara memenuhi keinginan dan mempertimbangkan tanggung jawab. Proses ini juga perlu disesuaikan dengan tahap perkembangan karena kemampuan mengendalikan diri pada anak usia dini berbeda dengan anak yang lebih besar.

Pada akhirnya, mengajarkan delay gratification bukan tentang membuat anak selalu patuh atau tidak pernah meminta sesuatu. Tujuannya adalah membantu mereka memahami bahwa setiap keinginan dapat dikelola, setiap keputusan memiliki konsekuensi, dan tidak semua hal harus diperoleh secara instan.

Dengan pendampingan yang konsisten dan penuh pengertian, anak dapat belajar mengendalikan diri secara bertahap sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Tags: Delay GratificationKabar5NewsKecerdasan EmosionalParentingPendidikan AnakPengendalian DiriPerkembangan AnakPola Asuh AnakPsikologi Anak
Previous Post

7 Cara Menerapkan Financial Minimalism Agar Keuangan Lebih Sehat

Fajar Novryanto

Fajar Novryanto

Related Posts

7 Cara Menerapkan Financial Minimalism Agar Keuangan Lebih Sehat

7 Cara Menerapkan Financial Minimalism Agar Keuangan Lebih Sehat

by Redaksi
4 November 2026
0

Kabar5News - Di tengah gaya hidup modern yang mendorong seseorang untuk terus membeli barang baru, menerapkan financial minimalism bisa menjadi...

Sering Merasa Lelah dan Cemas? Bisa Jadi Itu Tanda Window of Tolerance Kamu Terganggu

Sering Merasa Lelah dan Cemas? Bisa Jadi Itu Tanda Window of Tolerance Kamu Terganggu

by Fajar Novryanto
31 Oktober 2026
0

Kabar5News - Pernah merasa masalah datang bertubi-tubi hingga sulit berpikir jernih? Pekerjaan menumpuk, tuntutan sehari-hari, hingga paparan informasi di media...

Suka Tidur Ditemani Podcast? Ini Fakta Menarik di Baliknya

Suka Tidur Ditemani Podcast? Ini Fakta Menarik di Baliknya

by Fajar Novryanto
29 Oktober 2026
0

Kabar5News - Bagi sebagian orang, suasana kamar yang sunyi justru membuat pikiran semakin ramai menjelang tidur. Berbagai kekhawatiran tentang pekerjaan,...

Mengapa Orang Dewasa Masih Suka Beli Mainan? Ini Penjelasan Psikologisnya

Mengapa Orang Dewasa Masih Suka Beli Mainan? Ini Penjelasan Psikologisnya

by Fajar Novryanto
26 Oktober 2026
0

Kabar5News - Membeli boneka, mengoleksi figur karakter, atau merakit mainan tidak selalu identik dengan masa kanak-kanak. Banyak orang dewasa tetap...

Cegah Osteoporosis Sejak Dini, Ini Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Cegah Osteoporosis Sejak Dini, Ini Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Tulang

by Fajar Novryanto
21 Oktober 2026
0

Kabar5News - Menjaga kesehatan tulang sering kali baru menjadi perhatian ketika seseorang memasuki usia lanjut. Padahal, upaya mencegah osteoporosis perlu...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Mengenal Delay Gratification, Kunci Anak Belajar Mengendalikan Diri

Mengenal Delay Gratification, Kunci Anak Belajar Mengendalikan Diri

4 November 2026
7 Cara Menerapkan Financial Minimalism Agar Keuangan Lebih Sehat

7 Cara Menerapkan Financial Minimalism Agar Keuangan Lebih Sehat

4 November 2026
  • 595 Followers
  • 24k Followers

MOST VIEWED

  • Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    Cara Jadi Clipper Luar Negeri dengan Gaji Dollar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In