Kabar5News – Transaksi digital dengan kode QR memang semakin popular di Indonesia. Namun di balik kemudahannya, muncul ancaman baru yaitu modus penipuan menggunakan kode QRIS palsu yang bisa menguras rekening tanpa sisa. Pelaku memasang kode QR yang meniru identitas merchant resmi, sehingga korban tak menyadari bahwa dana yang mereka pindai justru masuk ke rekening penipu.
Modus itu kerap terjadi saat nasabah memindai kode QR yang tampak sah, lalu rekening mereka langsung terdebet. Kode QR tersebut menampilkan nama pedagang, jenis barang, dan nominal transaksi yang sangat mirip dengan transaksi sah. Akibatnya, korban tidak mencurigai apapun hingga saldo menipis.
Bank Indonesia (BI) maupun sektor jasa pembayaran sudah memberi imbauan: sistem QRIS sendiri dirancang dengan standar keamanan nasional dan mengacu pada praktik global terbaik. Namun, peringatan itu juga menegaskan bahwa keamanan transaksi bukan sepenuhnya tanggungjawab regulator, pedagang dan pembeli juga harus aktif berjaga-jaga.
Tanggungjawab Merchant dan Konsumen
Pedagang harus memastikan bahwa kode QRIS yang mereka tampilkan memang milik usaha mereka dan bukan ditempel oleh oknum lain. Verifikasi nama merchant setelah dipindai, dan pastikan adanya notifikasi pembayaran masuk sebelum menyerahkan barang.
Di sisi lain, konsumen juga wajib memeriksa identitas merchant. Sebagai contoh, jika nama yang muncul padahal berbeda dengan toko tempat transaksi, maka sebaiknya diberi perhatian khusus. BI dan asosiasi layanan pembayaran menegaskan bahwa transaksi aman apabila pembeli aktif memverifikasi.
Ciri-Ciri Penipuan QRIS yang Perlu Diwaspadai
- Nama penerima dana tidak sesuai dengan merchant tempat transaksi berlangsung.
- QR Code ditempel secara lepas pasang atau terlihat ditempel seperti stiker baru, bisa sebagai pengganti QRIS resmi.
- Transaksi meminta data pribadi pasca pemindaian, atau aplikasi pembayaran memunculkan link yang tidak biasa.
Tips Singkat Agar Terhindar
- Pastikan aplikasi pembayaran resmi digunakan, jangan cukup dengan kamera ponsel biasa untuk scan.
- Perhatikan nama penerima dan nominal setelah scan.
- Konfirmasi ke merchant jika transaksi tampak mencurigakan sebelum meninggalkan kasir.
Transaksi digital membantu mengurangi penggunaan uang tunai, namun keamanan tetap bergantung pada kewaspadaan bersama: regulator, pedagang, dan konsumen. Dengan langkah sederhana tersebut, peluang menjadi korban penipuan QRIS palsu bisa ditekan serius.











