Kabar5news
Rabu,18 Februari , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home EKONOMI

Niatnya Bijak, Kebiasaan Ini Justru Bikin Pengeluaran Membengkak

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang terlihat “bijak” justru bisa membuat pengeluaran membengkak pelan-pelan.

Redaksi by Redaksi
18 Februari 2026
in EKONOMI
0
Niatnya Bijak, Kebiasaan Ini Justru Bikin Pengeluaran Membengkak

Ilustrasi pemborosan (Foto: Unsplash)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Banyak keluarga merasa sudah cukup bijak dalam mengatur uang. Tidak sering makan di luar, selalu berburu diskon, dan berusaha menekan pengeluaran di sana-sini.

Sekilas, semua keputusan itu terlihat masuk akal. Bahkan terasa seperti langkah yang benar untuk menjaga kondisi keuangan tetap aman.

RELATED POSTS

Prabowo Tekankan Efisiensi Anggaran dan Komitmen Berantas Korupsi

Apa itu MSCI? Mengapa Peringatannya Bikin Pasar Modal RI Berguncang

Namun, tanpa disadari, beberapa kebiasaan yang terlihat “bijak” justru bisa membuat pengeluaran membengkak pelan-pelan.

Kebiasaan yang dianggap aman dan wajar bisa menjadi sumber kebocoran keuangan jika tidak diperhatikan dengan lebih jeli. Dan yang mengejutkan, banyak keluarga melakukannya tanpa pernah menyadari dampaknya.

1. Terlalu Fokus Mencari yang Paling Murah

Banyak orang merasa sudah bijak ketika selalu memilih barang dengan harga paling rendah. Prinsipnya sederhana: selama bisa dapat yang lebih murah, kenapa harus bayar lebih mahal?

Kebiasaan ini terlihat logis, apalagi jika tujuannya untuk menekan pengeluaran rumah tangga.

Masalahnya, yang murah tidak selalu berarti hemat. Barang dengan kualitas rendah sering kali lebih cepat rusak, tidak nyaman dipakai, atau tidak berfungsi dengan baik.

Alhasil, barang tersebut harus diganti lebih cepat, bahkan kadang harus beli lagi beberapa kali dalam setahun.

Jika dihitung dalam jangka panjang, total uang yang keluar justru bisa lebih besar dibandingkan dengan membeli barang yang sedikit lebih mahal tapi tahan lama.

2. Menunda Perawatan atau Perbaikan Kecil

Banyak keluarga merasa lebih bijak dengan menunda perbaikan kecil di rumah. Keran yang mulai bocor, atap yang sedikit rembes, atau kendaraan yang butuh servis ringan sering dianggap belum terlalu mendesak.

Selama masih bisa dipakai, rasanya sayang kalau harus mengeluarkan uang untuk hal-hal yang masih “sepele”

Tapi, kenyataannya, masalah sepele ini jika dibiarkan terlalu lama bisa menjadi masalah yang lebih besar.

Kebocoran kecil bisa merusak plafon, servis ringan yang ditunda bisa berujung pada kerusakan mesin, dan akhirnya biaya yang harus dikeluarkan jadi jauh lebih mahal.

Yang awalnya hanya butuh perbaikan sederhana, berubah menjadi pengeluaran besar yang tidak direncanakan.

Niatnya menunda demi berhemat, tapi justru membuat biaya yang harus dikeluarkan di kemudian hari menjadi berkali-kali lipat.

3. Terlalu Mengandalkan Cicilan untuk Hal Non-Prioritas

Cicilan sering terasa seperti solusi yang bijak. Dengan membayar sedikit demi sedikit, barang yang harganya cukup besar jadi terasa lebih ringan.

Tidak perlu menunggu tabungan terkumpul, kebutuhan bisa langsung terpenuhi.

Satu cicilan mungkin terasa ringan, tapi ketika jumlahnya bertambah, totalnya bisa jadi cukup besar. Gadget baru, perabot rumah, liburan, belum lagi barang konsumtif lainnya.

Tanpa disadari, sebagian penghasilan habis hanya untuk membayar kewajiban masa lalu. Ruang untuk kebiasaan menabung, berinvestasi, atau menyiapkan dana darurat jadi semakin kecil. 

4. Terlalu Menekan Pengeluaran yang Sebenarnya Penting

Pengeluaran seperti kesehatan, pendidikan, dan perlindungan justru termasuk yang paling penting dalam jangka panjang.

Mengurangi kualitas makanan, menunda pemeriksaan kesehatan, atau tidak menyiapkan perlindungan keuangan bisa berujung pada biaya yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Ada yang berusaha berhemat dengan memangkas pengeluaran yang terlihat besar, seperti makanan bergizi, pendidikan, atau perlindungan keuangan.

Logikanya, kalau bisa ditekan, uangnya bisa dialihkan ke kebutuhan lain yang terasa lebih mendesak. Tapi yang awalnya terasa seperti langkah hemat, justru bisa memicu pengeluaran tak terduga yang nilainya berkali-kali lipat.

5. Tidak Mencatat Pengeluaran karena Merasa Sudah “Tahu” Alurnya

Tanpa pencatatan, kebocoran kecil sulit terlihat. Pengeluaran untuk hal-hal sepele seperti jajan, biaya langganan, atau belanja spontan sering tidak terasa besar jika dilihat satu per satu. Tapi ketika dikumpulkan dalam sebulan, jumlahnya bisa mengejutkan.

Beberapa orang merasa sudah cukup bijak tanpa perlu mencatat pengeluaran. Selama kebutuhan terpenuhi dan tidak merasa boros, rasanya tidak perlu repot mencatat setiap rupiah yang keluar. Semua terasa masih dalam batas wajar.

Uang habis bukan karena satu pengeluaran besar, melainkan dari banyak pengeluaran kecil yang tidak terkontrol.

6. Menunda Menabung karena Merasa Masih Ada Sisa di Akhir Bulan

Selama gaji masih cukup sampai akhir bulan, rasanya tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Dalam praktiknya, sisa itu sering tidak pernah benar-benar ada.

Setiap bulan selalu muncul pengeluaran kecil yang terasa wajar: jajan kopi, ongkos tambahan, langganan aplikasi, belanja dadakan, atau sekadar ingin menyenangkan diri setelah minggu yang melelahkan.

Masing-masing terlihat sepele, tapi jika terjadi terus-menerus, sisa uang perlahan menghilang. Pola ini membuat menabung selalu berada di posisi terakhir.

Setiap bulan terasa seperti memulai dari nol, tanpa cadangan yang benar-benar tumbuh. Ketika ada kebutuhan mendadak, keluarga terpaksa mengambil utang atau mengorbankan rencana lain.

7. Mengabaikan “Family Governance” karena Terasa Terlalu Formal

Jika semua kebutuhan terpenuhi dan tidak ada konflik besar, beberapa keluarga merasa tidak perlu membuat pembicaraan khusus soal uang, apalagi sampai membahas sesuatu yang terdengar formal seperti family governance.

Padahal, family governance sangat penting untuk keuangan keluarga dan tidak selamanya menjadi aturan yang kaku atau suasana yang tegang di rumah.

Konsep ini lebih tentang bagaimana keluarga punya kesepahaman soal nilai, prioritas, dan tujuan keuangan bersama.

Mulai dari cara mengambil keputusan, kebiasaan menabung, sampai bagaimana mempersiapkan masa depan anak.

Tanpa kesepahaman ini, keputusan keuangan sering berjalan sendiri-sendiri. Satu anggota keluarga ingin berhemat, yang lain merasa pengeluaran tertentu masih wajar.

Akibatnya, uang habis tanpa arah yang jelas, dan tujuan jangka panjang sulit tercapai.

Seperti yang pernah disampaikan oleh Priskilla Lusina, “Keluarga yang kuat secara finansial biasanya bukan yang paling besar penghasilannya, tapi yang punya kesepahaman dalam mengelola uang.”

Di sinilah peran family governance, yaitu membantu keluarga bergerak ke arah yang sama, bukan masing-masing berjalan dengan prioritas sendiri.

Bijak Bukan Berarti Selalu Benar

Banyak kebiasaan keuangan yang terasa wajar, bahkan terlihat bijak di permukaan. Memilih yang murah, menunda pengeluaran, atau menunggu sisa di akhir bulan sering dianggap sebagai langkah aman.

Padahal, tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan kecil itulah yang justru membuat pengeluaran membengkak dan tujuan keuangan semakin jauh.

Keuangan keluarga jarang bermasalah karena satu keputusan besar. Lebih sering, masalah muncul dari pilihan-pilihan kecil yang dilakukan berulang setiap hari.

Ketika kebiasaan itu tidak dievaluasi, kebocoran demi kebocoran bisa terjadi tanpa terasa. (arm)

Tags: Berita Hari Inibijak dalam mengatur uangkebocoran keuanganulasan hari ini
Previous Post

Poster Ramadan 2026 Terlihat Elegan dan Estetik dengan Prompt Gemini AI Terbaru Ini

Next Post

Jangan Asal Pilih Kurma Saat Ramadhan! Cek 5 Rekomendasi Kurma Terbaik 2026, Produk Premium dan Berkualitas

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Prabowo Tekankan Efisiensi Anggaran dan Komitmen Berantas Korupsi

Prabowo Tekankan Efisiensi Anggaran dan Komitmen Berantas Korupsi

by Fajar Novryanto
16 Februari 2026
0

Kabar5News - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran, memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih,...

Apa itu MSCI? Mengapa Peringatannya Bikin Pasar Modal RI Berguncang

Apa itu MSCI? Mengapa Peringatannya Bikin Pasar Modal RI Berguncang

by Fajar Novryanto
13 Februari 2026
0

Kabar5News - Di tengah gejolak pasar modal Indonesia baru-baru ini, nama MSCI menjadi sorotan utama karena peringatannya yang memicu ambruknya...

ilustrasi emas fisik atau emas digital. (sumber : Chatgpt)

Emas Fisik atau Emas Digital, Mana yang Lebih Aman untuk Investasi?

by Fajar Novryanto
10 Februari 2026
0

Kabar5News - Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar, emas masih menjadi pilihan investasi yang dianggap aman (safe haven)....

Pesan Penting Prabowo untuk Investor Lokal dan Asing di Pasar Saham RI, Begini Katanya

Pesan Penting Prabowo untuk Investor Lokal dan Asing di Pasar Saham RI, Begini Katanya

by Fajar Novryanto
2 Februari 2026
0

Kabar5News - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan integritas pasar modal Indonesia. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengingatkan bahwa...

Harga Emas Melambung Tinggi, Bagaimana Peluang Investasi Perak?

Harga Emas Melambung Tinggi, Bagaimana Peluang Investasi Perak?

by Fajar Novryanto
30 Januari 2026
0

Kabar5News - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali bertahan di level tinggi pada Jumat (30/1/2026). Mengacu laman resmi...

Next Post
Jangan Asal Pilih Kurma Saat Ramadhan! Cek 5 Rekomendasi Kurma Terbaik 2026, Produk Premium dan Berkualitas

Jangan Asal Pilih Kurma Saat Ramadhan! Cek 5 Rekomendasi Kurma Terbaik 2026, Produk Premium dan Berkualitas

Spesifikasi dan Keunggulan Kacamata Ray-Ban Meta, Smart Glasses yang Penjualannya Melejit

Spesifikasi dan Keunggulan Kacamata Ray-Ban Meta, Smart Glasses yang Penjualannya Melejit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Selama Ini Kita Keliru? Ini Menu Sahur dan Berbuka Puasa yang Dianjurkan Ade Rai

Selama Ini Kita Keliru? Ini Menu Sahur dan Berbuka Puasa yang Dianjurkan Ade Rai

18 Februari 2026
ASN, TNI, Polri dan Pekerja Swasta Bakal Tersenyum! Ini Jadwal Pencairan THR 2026, Beserta Nominalnya

ASN, TNI, Polri dan Pekerja Swasta Bakal Tersenyum! Ini Jadwal Pencairan THR 2026, Beserta Nominalnya

18 Februari 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In