Kabar5news
Sabtu,9 Mei , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Operasi Mapenduma, Operasi Pasukan Khusus Indonesia yang Mengguncang Dunia

Operasi ini bukan sekadar serbuan membabi buta. Menggunakan helikopter dan taktik infiltrasi senyap

Kurt Morrison by Kurt Morrison
6 Januari 2026
in NASIONAL
0

Pasukan Kopassus. Foto: Merdeka.com

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Dunia militer internasional kerap berkiblat pada Delta Force, unit antiteror paling rahasia milik Amerika Serikat. Salah satu narasi yang melegenda adalah bagaimana ketangkasan mereka dalam berbagai operasi senyap di Amerika Latin, termasuk operasi militer yang baru saja dilaksanakan di Venezuela.

Narasi tentang pasukan yang “datang, selesaikan, dan menghilang” ini menciptakan standar bahwa hanya negara adidaya yang memiliki pasukan dengan presisi bedah seperti itu.

RELATED POSTS

Ketua Pengadilan Militer Dinilai Tepat, Agus Widjajanto: Kehadiran Saksi adalah Kewajiban Hukum

Profil Letjen Robi Herbawan, Kepala Bais TNI yang Baru Ditunjuk

Namun, sejarah mencatat pada pertengahan era 90-an, di belahan bumi lain, tepatnya di belantara hutan tropis Papua yang jauh lebih ganas dari medan mana pun di Amerika Selatan, Indonesia membuktikan memiliki “hantu-hantu rimba” yang tak kalah mematikan. Operasi pasukan khusus itu dikenal dengan nama Operasi Mapenduma 1996.

​Krisis bermula pada 8 Januari 1996, ketika kelompok separatis OPM pimpinan Kelly Kwalik menyandera 26 anggota Tim Ekspedisi Lorentz ’95 di Desa Mapenduma. Para sandera terdiri dari peneliti muda dari dalam negeri serta warga negara asing (Inggris, Belanda, dan Jerman). Dunia internasional menaruh perhatian penuh; tekanan diplomatik meningkat, dan bayang-bayang kegagalan menghantui kedaulatan Indonesia.

​Setelah upaya negosiasi selama 130 hari menemui jalan buntu, perintah tegas turun: Operasi Militer!. Dipimpin oleh Danjen Kopassus saat itu, Brigjen TNI Prabowo Subianto, operasi ini menjadi panggung pembuktian bagi pasukan khusus Indonesia.

Jika Delta Force mengandalkan teknologi satelit mutakhir, Kopassus menggabungkan teknologi dengan kemampuan jungle warfare (perang hutan) yang legendaris.

Puncak Operasi, 19 Mei 1996
​Operasi ini bukan sekadar serbuan membabi buta. Menggunakan helikopter dan taktik infiltrasi senyap, pasukan elite bergerak menembus kabut tebal dan medan curam Mapenduma. Dalam waktu singkat, melalui baku tembak yang sengit namun terukur, mayoritas sandera berhasil dibebaskan.

Keberhasilan ini mengejutkan pengamat militer dunia. Indonesia membuktikan bahwa dalam kondisi medan paling ekstrem di dunia, hutan hujan tropis dengan kelembapan tinggi dan visibilitas rendah, pasukan Baret Merah memiliki kapabilitas yang setara, bahkan melampaui standar operasi pasukan khusus Barat dalam konteks perang hutan.

Mapenduma terletak di Kabupaten Jayawijaya (sekarang masuk wilayah Papua Pegunungan), sebuah area yang didominasi oleh hutan hujan tropis perawan dengan ketinggian di atas 2.000 meter di atas permukaan laut. Tebing-tebing curam, lembah yang dalam, dan vegetasi yang sangat rapat membuat pergerakan pasukan sangat terbatas.Kabut tebal bisa turun sewaktu-waktu, membatasi jarak pandang hingga kurang dari 5 meter dan sering kali membuat dukungan udara (helikopter) tidak bisa beroperasi.

​Sebelum serangan dilakukan, TNI melakukan persiapan matang selama hampir empat bulan. Awalnya, pemerintah mengedepankan jalur damai melalui perantaraan Palang Merah Internasional (ICRC). Namun, pemimpin OPM Kelly Kwalik bersikap hanya mengulur waktu dan justru menjadikan negosiasi sebagai panggung politik.

Pada 9 Mei 1996, setelah ICRC menyatakan mundur dari negosiasi karena kecewa pada pihak OPM, operasi militer resmi dimulai. Pasukan tidak langsung menyerbu dari depan. Mereka diturunkan melalui helikopter (fast roping) di titik-titik yang tidak terduga dan merayap menembus hutan selama berhari-hari untuk mengepung posisi lawan secara senyap.

Puncak operasi terjadi pada 15-19 Mei 1996. Pasukan khusus menggunakan taktik mobile air (serangan udara) dikombinasikan dengan serangan darat yang presisi. Hasilnya, dari 11 sandera yang tersisa di tangan OPM saat itu, 9 orang berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup. ​

Meskipun Kopassus (khususnya Sat-81 Gultor) menjadi ujung tombak, operasi ini melibatkan sinergi antar-matra, yakni; pilot-pilot helikopter TNI AD harus melakukan manuver berbahaya di sela-sela tebing Papua yang sempit dan juga kesatuan Kostrad, yang memberikan bantuan pengamanan perimeter luar untuk mencegah pelarian anggota OPM ke wilayah perbatasan.

​Keberhasilan ini menempatkan militer Indonesia dalam radar militer dunia. Strategi yang menggabungkan kecanggihan alat (UAV dan GPS) dengan kemampuan naluriah manusia (jejak hutan) menjadi studi kasus bagi pasukan khusus negara lain tentang cara menangani perang asimetris di medan tropis.

Tags: Delta ForceKopassusKostradOperasi Mapendumaoperasi militerPasukan ElitPasukan Khusus
Previous Post

Prabowo Bangga, Indonesia Capai Swasembada Beras Dalam Waktu Setahun!

Next Post

Gebrakan di Awal 2026! Nokia X2 Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

Kurt Morrison

Kurt Morrison

Related Posts

Ketua Pengadilan Militer Dinilai Tepat, Agus Widjajanto: Kehadiran Saksi adalah Kewajiban Hukum

Ketua Pengadilan Militer Dinilai Tepat, Agus Widjajanto: Kehadiran Saksi adalah Kewajiban Hukum

by Redaksi
8 Mei 2026
0

Kabar5News - Praktisi hukum Agus Widjajanto menilai langkah Ketua Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 Jakarta yang tetap memerintahkan kehadiran Wakil...

Profil Letjen Robi Herbawan, Kepala Bais TNI yang Baru Ditunjuk

Profil Letjen Robi Herbawan, Kepala Bais TNI yang Baru Ditunjuk

by Fajar Novryanto
7 Mei 2026
0

Kabar5News - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto kembali melakukan mutasi dan promosi jabatan di lingkungan TNI sebagai bagian dari dinamika...

Jembatan Garuda di Paya Besar Rampung Dibangun, Sinergi TNI dan Masyarakat Perkuat Akses Desa

Jembatan Garuda di Paya Besar Rampung Dibangun, Sinergi TNI dan Masyarakat Perkuat Akses Desa

by Fajar Novryanto
7 Mei 2026
0

Kabar5News - Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali menunjukkan hasil nyata melalui rampungnya pembangunan Jembatan Garuda di Desa...

Sinergitas TNI AD dan Kemenko Pangan Perkuat Langkah Percepatan Pengelolaan Sampah Nasional

Sinergitas TNI AD dan Kemenko Pangan Perkuat Langkah Percepatan Pengelolaan Sampah Nasional

by Fajar Novryanto
6 Mei 2026
0

Kabar5News - TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nasional (Kemenko Pangan) menyepakati percepatan implementasi pengelolaan sampah nasional sebagai...

Kampus Jadi Mitra Strategis, Prabowo Subianto Dorong Percepatan Gerakan ASRI di Daerah

Kampus Jadi Mitra Strategis, Prabowo Subianto Dorong Percepatan Gerakan ASRI di Daerah

by Fajar Novryanto
5 Mei 2026
0

Kabar5News - Presiden Prabowo Subianto mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam pembangunan daerah dengan mengarahkan kampus-kampus di Indonesia menjadi mitra...

Next Post
Gebrakan di Awal 2026! Nokia X2 Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

Gebrakan di Awal 2026! Nokia X2 Resmi Dirilis, Ini Spesifikasi dan Keunggulannya

Kumpulan Prompt Gemini AI Foto Wajah Asli Jernih dan Natural

Kumpulan Prompt Gemini AI Foto Wajah Asli Jernih dan Natural

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

3 Alasan Harus Join TryBuzzer di Tahun 2026

3 Alasan Harus Join TryBuzzer di Tahun 2026

9 Mei 2026
Salah Satunya Superfood Kelas Dunia, Bangun Ketahanan Pangan Sendiri dengan 10 Tanaman Ini

Salah Satunya Superfood Kelas Dunia, Bangun Ketahanan Pangan Sendiri dengan 10 Tanaman Ini

8 Mei 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In