Kabar5News – Dalam kondisi darurat pada saat bencana alam banjir bandang di Sumatera, ketika akses darat terputus total akibat longsor dan genangan air, kecepatan distribusi logistik menjadi penentu keselamatan ribuan nyawa. Di sinilah peran pesawat angkut berat yakni pesawat Airbus A400M menjadi sangat krusial sebagai tulang punggung operasi kemanusiaan.
Airbus A400M bukan sekadar pesawat angkut militer biasa. Dikenal dengan julukan “Atlas”, pesawat ini dirancang untuk beroperasi di lingkungan yang paling ekstrem sekalipun. Keunggulan utamanya terletak pada kemampuan STOL (Short Take-Off and Landing), yang memungkinkannya mendarat di landasan pacu yang pendek, tidak beraspal, bahkan di atas tanah keras atau rumput.
Fitur ini sangat vital saat menangani bencana di Sumatra, di mana bandara-bandara kecil di daerah terpencil mungkin mengalami kerusakan infrastruktur atau memang tidak memiliki fasilitas bandara internasional yang memadai.
Dengan mesin turboprop Europrop TP400-D6 yang sangat kuat, A400M mampu membawa beban hingga 37 ton dalam satu kali penerbangan, menjadikannya solusi jauh lebih efisien dibandingkan pesawat angkut ringan atau helikopter.
​Dalam misi bantuan, A400M menjalankan peran sebagai “gudang berjalan”. Pesawat ini mengangkut berbagai kebutuhan pokok, mulai dari :
- ​Logistik Pangan:Beras, makanan siap saji, dan susu bayi.
- ​Peralatan Medis:Obat-obatan, tandu, dan unit oksigen portabel.
- ​Infrastruktur Darurat:Perahu karet, tenda pengungsian, hingga genset listrik untuk memulihkan komunikasi di wilayah yang gelap gulita.
Sistem Airborne Cargo Handling pada A400M memungkinkan awak pesawat menurunkan logistik secara cepat (rapid offloading). Bahkan, dalam situasi di mana pendaratan benar-benar mustahil dilakukan, pesawat ini dapat melakukan penerjunan logistik menggunakan parasut dengan akurasi tinggi, memastikan bantuan jatuh tepat di titik kumpul pengungsi.
Kecepatan jelajah A400M yang mendekati kecepatan pesawat jet memungkinkan bantuan dikirimkan dari Jakarta atau pusat logistik utama ke pelosok Sumatra dalam waktu singkat. Kapasitas ruang kargonya yang luas juga memungkinkan kendaraan berat seperti truk bantuan atau ambulans dimasukkan langsung ke dalam perut pesawat tanpa harus dibongkar terlebih dahulu.
Spesifikasi Teknis Airbus A400M Atlas
Secara teknis, A400M mengisi kekosongan antara pesawat angkut taktis (seperti C-130 Hercules) dan pesawat angkut strategis berat (seperti C-17 Globemaster).
- Dimensi dan Kapasitas
• ​Panjang:45,1 meter
• ​Rentang Sayap:42,4 meter
• ​Tinggi: 14,7 meter
• ​Volume Kargo: 340 meter kubik (Dapat menampung helikopter NH90, kendaraan lapis baja, atau dua truk logistik 5 ton).
• ​Kapasitas Angkut Maksimum: 37 ton.
• ​Konfigurasi Personel: Hingga 116 pasukan terjun payung dengan peralatan lengkap. - Performa Mesin (Powerplant)
A400M menggunakan salah satu mesin turboprop paling kuat yang pernah dibuat di dunia Barat.
• ​Mesin:4 unit Europrop TP400-D6.
• ​Tenaga:Masing-masing menghasilkan 11.000 shp (shaft horsepower).
• ​Propeller (Baling-baling): Ratier-Figeac FH385 dengan 8 bilah berbahan komposit.
• ​Fitur Unik (DBE – Down Between Engines): Sepasang baling-baling pada setiap sayap berputar ke arah yang berlawanan (berlawanan arah jarum jam dan searah jarum jam). Ini meningkatkan efisiensi aerodinamis dan stabilitas pesawat saat terbang rendah.












