Kabar5news
Senin,23 Maret , 2026
  • Login
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK
No Result
View All Result
Kabar5news
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Pilkada Lewat DPRD, Sebuah Upaya Untuk Menekan Biaya Politik, Korupsi, dan Pengembalian Arah Demokrasi

Di tengah dinamika politik nasional, wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali mengemuka. Isu ini semakin menguat seiring evaluasi pilkada langsung yang dinilai berbiaya tinggi dan rawan sekali korupsi.

Redaksi by Redaksi
11 Januari 2026
in NASIONAL
0
Pilkada Lewat DPRD, Sebuah Upaya Untuk Menekan Biaya Politik, Korupsi, dan Pengembalian Arah Demokrasi

Ilustrasi Pilkada Langsung versus Pilkada lewatt DPRD (Foto: ChatGpt)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatappShare on Line

Kabar5News – Selama lebih dari satu dekade, pemilihan kepala daerah atau pilkada langsung dianggap sebagai wujud demokrasi partisipatif. Namun dalam praktiknya, sistem ini juga menghadirkan tantangan besar, mulai dari mahalnya ongkos politik hingga maraknya kasus korupsi kepala daerah.

Kondisi tersebut mendorong munculnya wacana pilkada lewat DPRD sebagai alternatif yang dinilai lebih masuk akal dan sesuai dengan nilai demokrasi Pancasila

RELATED POSTS

Daftar Negara yang Sudah Menerapkan WFH dan WFA, Indonesia Menyusul?

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Meugang Rp 72,75 Miliar untuk Warga Aceh Pascabanjir

Berikut sejumlah poin penting yang menjadi bahan perdebatan :

Isu Pilkada Lewat DPRD Kembali Ramai

Wacana pilkada melalui DPRD kembali dibahas secara terbuka dalam beberapa waktu terakhir. Pihak pemerintah dan parlemen mulai megevaluasi sistem demokrasi lokal yang dinilai perlu di sesuaikan dengan tantangan saat ini.

Kepala Daerah Dipilih melalui Perwakilan

Dalam skema ini, kepala daerah (gubernur, bupati, dan walikota) tidak lagi dipilih langsung oleh masyarakat, tetapi akan dipilih oleh DPRD sebagai representasi rakyat. Mekanisme ini dianggap lebih sederhana dan mengurangi hiruk-pikuk politik di tingkat akar rumput.

Pro dan Kontra di Tengah Publik

Sebagian masyarakat menilai pilkada melalui DPRD berpotensi menjauhkan rakyat dari demokrasi. Namun disisi lain, banyak pihak menilai sistem ini justru memperkuat peran perwakilan dan mendorong demokrasi yang lebih substantif, bukan sekadar prosedural.

Dinamika Parlemen dan Dukungan Fraksi

Di parlemen, sejumlah fraksi menyatakan dukungan untuk mengkaji ulang pilkada langsung. Alasannya jelas, biaya sosial dan politik yang selama ini dinilai terlalu besar.

Pilkada Langsung dan Demokrasi Liberal

Pilkada langsung kerap dipandang sarat akan praktik demokrasi liberal. Modal besar, popularitas, dan kampanye masif menjadi faktor dominan. Akibatnya, proses demokrasi dinilai semakin menjauh dari nilai musyawarah dan kebijaksanaan yang menjadi ciri khas demokrasi pancasila.

Biaya Tinggi dan Potensi Korupsi

Tingginya biaya pilkada langsung membuka ruang untuk korupsi. Sepanjang tahun 2025, setidaknya ada lima kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk Bupati Kolaka Timur, Gubernur Riau dan Bupati Ponorogo.

Bahkan, sekitar 51% perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di tahun 2025 melibatkan sejumlah pejabat daerah, menunjukkan kuatnya korelasi antara biaya politik dan praktik korupsi.

Melihat ke belakang, pada periode 2004 hingga 2019 (15 tahun), ada 124 kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Mereka terdiri dari 21 gubernur dan 103 bupati/walikota.

Dalam periode itu, 2018 merupakan puncaknya, dimana pada tahun itu ada 30 bupati/walikota yang ditangkap KPK.

Fakta ini seakan menjadi bukti kalua pilkada langsung bisa berimplikasi pada menimngkatnya kasus korupsi yang dilakukan oleh kepala daerah.

Tingginya biaya politik yang dikeluarkan oleh pada calon, membuat ruang (atau setidaknya niat) untuk melakukan korupsi untuk mengembalikan modal yang dikeluarkan.

Dan tak bisa dipungkiri, korupsi adalah musuh kita bersama. Korupsi merampas hak-hak masyarakat dalam berbagai bidang, misalnya Pendidikan, kesehatan dan hak ekonomi.

Karena itulah, mendukung pilkada melalui DPRD adalah salah satu pilihan dan cara untuk menekan perilaku koruptif para kepala daerah.

Pilkada Lewat DPRD dan Demokrasi Pancasila

Pilkada melalui DPRD dinilai lebih selaras dengan sila ke-empat pancasila, yakni kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan. Sistem ini menekankan musyawarah dan rasionalitas, bukan hanya sekadar popularitas.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, perdebatan pilkada langsung dengan pilkada lewat DPRD sejatinya bukan hanya tentang kemajuan atau kemunduran, melainkan upaya mencari sistem demokrasi yang paling sesuai dengan jati diri bangsa yang berlandaskan Pancasila.

Artikel ditulis oleh Fajar Novryanto

Mahasiswa S1 Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Pemerhati isu sosial dan literasi digital

Tags: Demokrasi PancasilaPilkadapilkada dprdpilkada langsungpilkada lewat dprd
Previous Post

Jejak Diplomasi Internasional Kesultanan Banten pada Abad ke-17

Next Post

Mengembalikan Arti Demokrasi: Pilkada Lewat DPRD Sebagai Ikhtiar Melawan Korupsi dan Membumikan Pancasila

Redaksi

Redaksi

Related Posts

Daftar Negara yang Sudah Menerapkan WFH dan WFA, Indonesia Menyusul?

Daftar Negara yang Sudah Menerapkan WFH dan WFA, Indonesia Menyusul?

by Mera Puspita Sari
20 Maret 2026
0

Kabar5News - Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) sampai sekolah online yang mulai berlaku April 2026. Kebijakan tersebut...

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Meugang Rp 72,75 Miliar untuk Warga Aceh Pascabanjir

Presiden Prabowo Salurkan Bantuan Meugang Rp 72,75 Miliar untuk Warga Aceh Pascabanjir

by Fajar Novryanto
19 Maret 2026
0

Kabar5News - Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat terdampak bencana dengan tetap menjaga kearifan lokal. Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan...

Pemerintah Atur Ulang Sistem ASN, Aturan Baru Resmi Berlaku

Pemerintah Atur Ulang Sistem ASN, Aturan Baru Resmi Berlaku

by Fajar Novryanto
17 Maret 2026
0

Kabar5News - Pemerintah melakukan penataan ulang sistem pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menerbitkan aturan baru guna memperkuat birokrasi yang...

TMP Kalibata Resmi Berpindah Kelola ke Kemenhan

TMP Kalibata Resmi Berpindah Kelola ke Kemenhan

by Kurt Morrison
17 Maret 2026
0

Kabar5News – Sebuah babak baru dalam pengelolaan simbol kehormatan negara dimulai. Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, yang selama selama ini berada...

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

by Fajar Novryanto
16 Maret 2026
0

Kabar5News - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perhatian serius terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi...

Next Post
Mengembalikan Arti Demokrasi: Pilkada Lewat DPRD Sebagai Ikhtiar Melawan Korupsi dan Membumikan Pancasila

Mengembalikan Arti Demokrasi: Pilkada Lewat DPRD Sebagai Ikhtiar Melawan Korupsi dan Membumikan Pancasila

5 Soto Khas Nusantara yang Wajib Masuk List Kuliner Favorit Kamu!

5 Soto Khas Nusantara yang Wajib Masuk List Kuliner Favorit Kamu!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RECOMMENDED

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

Prompt Gemini AI Foto Keluarga Visualisasi Hari Raya Idul Fitri yang Realistis

20 Maret 2026
Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

Wujud Akulturasi Budaya, Begini Asal Usul Tradisi Makan Ketupat Saat Lebaran

20 Maret 2026
  • 640 Followers
  • 23.9k Followers

MOST VIEWED

  • Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Wajar dan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lagi Tren! Begini Cara Bikin Foto Polaroid Bareng Idola Beserta Prompt-nya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apa Itu Wefluence? Disebut-sebut Bisa Menghasilkan Cuan Tak Terbatas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prompt Gemini Foto Pakai Jas Hitam dan Pegang Bunga Mawar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 20 Prompt Gemini AI Bahasa Indonesia di Bandara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Kabar5news

Selamat Datang di Kabar5news.id, Portal Media Online yang dikelola oleh CV GEN MUDA NUSANTARA
SK Kementerian Hukum RI No: AHU-0009239-AH.01.14 Tahun 2025. NPWP: 1091.0312.1123.9016

  • BERANDA
  • HUBUNGI KAMI
  • PRIVACY POLICY
  • REDAKSI

© 2025 Kabar5news

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NASIONAL
  • EKONOMI
  • GAYA HIDUP
  • OLAHRAGA
  • HIBURAN
  • IPTEK

© 2025 Kabar5news

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In