Kabar5News – Pemerintah tidak tanggung-tanggung dalam menentukan langkah besar untuk memajukan sektor pendidikan dan kesehatan.
Belum lama ini, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dengan penuh optimisme dan ketegasan. Bahwa negara akan hadir langsung melalui program membuka kampus kedokteran gratis.
Maksud dari akan dibukanya kampus kedokteran gratis yang dibuka Pemerintah adalah untuk menutup jurang kekurangan tenaga medis di Indonesia.
Ketika pidato peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi yang terpantau secara daring, Presiden Prabowo menuturkan Indonesia masih menghadapi permasalahan defisit ratusan ribu dokter, bahkan termasuk dokter gigi.
Kondisi defisit tersebut memang tidak bisa diselesaikan memakai cara umum. Sehingga cara terbaiknya dengan menyediakan sekolah dan kampus bidang strategis, khususnya kedokteran yang segera dibuka di berbagai wilayah.
“Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak, dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia, dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran,” tutur Prabowo.
Pendidikan Tinggi Gratis Terbuka untuk Semua Anak Indonesia
Sebenarnya, bukan hanya kedokteran saja yang akan dibuka. Presiden Prabowo menegaskan bahwa perguruan tinggi teknik dan bidang strategis lainnya juga dibuka.
Semua itu dapat diakses tanpa biaya sama sekali, semua pembiayaan akan ditanggung negara.
Kebijakan tersebut menurut Prabowo, ditujukan untuk memberikan kesempatan setara dalam dunia pendidikan. Bahkan, anak dari keluarga kurang mampu bisa mengenyam pendidikan tinggi, lalu mampu meraih cita-cita mulia.
“Kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik dan yang sebagainya, nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara. Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya, saudara-saudara saya akan bangga melihat itu,” ujar Prabowo Subianto.
Presiden RI ke-8 menegaskan bahwa pendidikan merupakan alat efektif untuk menghilangkan kemiskinan. Program tersebut memang membutuhkan anggaran kuat serta pengelolaan yang bersih.
Prabowo menambahkan bahwa kebangkitan suatu bangsa dapat terjadi apabila Pemerintah serta seluruh elemen mau menghadapi persoalan nyata, bukan malah menghindar.
“Kita harus berani, siapa berani dia menang. Berani berbuat, sebelum berbuat, berani melihat keadaan yang sebenarnya, berani melihat kesulitan, berani menghadapi kesulitan, jangan lari dari kesulitan, jangan menutupi kesulitan, lihat kesulitan dan hadapi, atasi baru kita bangkit sebagai bangsa,” tutur Prabowo.












