Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto kembali mendatangi wilayah terdampak banjir di Aceh, Minggu (7/12/2025).
Kunjungan ini menjadi kali kedua dalam sepekan setelah sebelumnya meninjau lokasi bencana pada Senin (1/12/2025).
Dalam agenda terbaru ini, Prabowo memantau langsung progres perbaikan infrastruktur yang rusak serta memberikan sejumlah arahan tegas kepada kementerian, TNI–Polri, hingga pemerintah daerah.
Kali ini, Prabowo meninjau pembangunan jembatan bailey di Kabupaten Bireuen, salah satu titik kritis yang menjadi akses utama warga pascabencana.
Saat tiba di lokasi, ia melihat pemasangan jembatan yang masih setengah jadi. Dari tinjauan tersebut, Prabowo meminta percepatan perbaikan sebagai langkah awal pemulihan mobilitas masyarakat.
Usai peninjauan lapangan, Prabowo kemudian memberikan tujuh arahan utama yang menjadi instruksi terbaru bagi seluruh jajarannya dalam menangani dampak bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
- Instruksikan TNI–Polri Kerahkan Seluruh Kekuatan
Prabowo menugaskan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai pimpinan Satgas percepatan perbaikan jembatan di seluruh kawasan yang terdampak banjir.
Ia meminta TNI AD mengoptimalkan seluruh pasukan konstruksi dan personel teritorial untuk mempercepat penyambungan akses jalan dan jembatan.
“Kita kerahkan semua kekuatan. Dalam satu sampai dua minggu, jembatan harus tembus agar pekerjaan lain bisa dilakukan,” ujarnya.
Prabowo juga memastikan pemerintah akan memperbaiki bendungan dan sawah warga yang rusak. Ia menegaskan petani tidak perlu cemas karena negara hadir untuk memulihkan lahan mereka.
Selain itu, Prabowo meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turut menurunkan seluruh kekuatan untuk mendukung penanganan bencana. Keduanya langsung menyatakan kesanggupan.
- Meminta Kepastian Pemulihan Listrik
Saat memimpin rapat, Prabowo menanyakan perkembangan pemulihan listrik kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
Bahlil menyampaikan bahwa 97% wilayah Aceh telah menyala kembali dan sisanya akan selesai malam itu.
Prabowo mengapresiasi perbaikan cepat tersebut dan menegaskan bahwa seluruh jajaran harus bekerja maksimal karena pemerintah “dipilih untuk mengatasi kesulitan rakyat”.
- Hapus Utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) Petani Terdampak
Dalam kunjungannya, Prabowo juga mengumumkan kebijakan signifikan: penghapusan utang KUR petani yang terdampak bencana di Sumatera.
“Ini force majeure. Petani tidak perlu khawatir, negara akan membantu,” ujarnya.
Ia memastikan kebutuhan pangan warga akan dikirim dari wilayah lain selama proses pemulihan.
- Peringatkan Jajaran: Jangan Cari Keuntungan di Tengah Bencana
Dalam rapat terbatas di Lanud Aceh, Prabowo menyampaikan pesan keras kepada seluruh pejabat pusat dan daerah agar tidak memperkaya diri dalam proses penanganan bencana.
“Saya tidak mau ada pihak yang menggunakan situasi ini untuk mengambil keuntungan. Saya akan tindak keras,” tegasnya.
Ia meminta Kepolisian serta pemerintah daerah memantau indikasi permainan harga dan penyimpangan proyek.
Prabowo menegaskan akan terus memantau langsung situasi di lapangan dan memimpin banyak rapat daerah agar keputusan bisa diambil cepat.
- Instruksikan Menkes Kerahkan Dokter Magang
Krisis kesehatan menjadi salah satu perhatian Prabowo. Menkes Budi Gunadi Sadikin melaporkan kekurangan tenaga medis di Aceh, terutama karena beberapa dokter juga ikut menjadi korban.
Prabowo kemudian meminta Menkes mengerahkan dokter internship (magang) serta mempertimbangkan mobilisasi koas dan tenaga medis dari perguruan tinggi.
Ia juga mendukung permintaan bantuan tenaga medis dari TNI dan Polri sebanyak 300 dokter untuk ditempatkan di puskesmas selama tiga bulan.
- Tinjau Mekanisme Penyaluran Bantuan Udara
Prabowo menyoroti penyaluran bantuan menggunakan helikopter yang sebelumnya menuai perhatian publik.
Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan bahwa seluruh daerah terisolasi kini sudah menerima logistik, meski pengiriman melalui udara masih terbatas.
Ia memastikan tidak ada lagi bantuan yang dilempar langsung dari helikopter, dan kini penurunan dilakukan dengan parasut atau pendaratan langsung.
Prabowo meminta penggunaan sling rope dipertimbangkan untuk mempercepat distribusi bantuan dari udara.
- Perintahkan Mendagri Proses Kepala Daerah yang “Lari” Saat Bencana
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyinggung perilaku Bupati Aceh Selatan Mirwan MS yang pergi umrah tanpa izin saat wilayahnya tengah dilanda bencana.
Prabowo meminta Mendagri Tito Karnavian memproses tindakan tersebut.
“Kalau mau lari, silakan, tapi dicopot. Tidak boleh meninggalkan rakyat dalam keadaan bahaya,” tegasnya.
Prabowo menegaskan bahwa para kepala daerah dipilih untuk bekerja menghadapi kesulitan, bukan menghindarinya.
Dengan serangkaian instruksi tersebut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat penanganan bencana di Aceh dan wilayah Sumatera lainnya.
Ia berjanji akan terus turun ke lapangan dan memastikan seluruh bantuan tersalurkan secara cepat, tepat, dan tanpa penyimpangan.












