Kabar5News – Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengungkap alasan di balik terobosan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto: membangun sekitar 4.100 “Kampung Nelayan Merah Putih” (KNMP) hingga tahun 2029 sebagai wujud nyata keberpihakan pada nelayan tradisional dan ekonomi pesisir.
Menurut Trenggono, Indonesia selama puluhan tahun belum mampu secara optimal memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan nasional. “Nelayan tradisional sangat paham lingkungan, cuaca, kapan harus menangkap dan kapan harus berhenti. Selama 80 tahun sektor ini tak disentuh dengan baik,” ujarnya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Program KNMP mendapatkan respon positif dari Presiden Prabowo yang menetapkan target ambisius, sekitar 1.000 kampung per tahun pada periode 2026-2029, dan diawali dengan pembangunan 100 kampung nelayan pada 2025.
Trenggono menyebut bahwa satu titik kampung yang dibina memiliki potensi peningkatan produktivitas hingga 100 persen. Misalnya pendapatan nelayan yang sebelumnya Rp3 juta mendekati naik menjadi Rp6 juta per angkatan.
Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya transformasi ekonomi pesisir yang menyeluruh. Mulai dari sarana prasarana produksi seperti cold-storage, dermaga, hingga pelatihan dan penguatan akses pasar.
Transformasi ini juga hadir dengan arah yang jelas. Mempercepat kemandirian nelayan, meningkatkan nilai tambah hasil laut, serta menyebarkan dampak ekonomi ke wilayah pesisir yang selama ini tertinggal. Dengan sinergi lintas kementerian dan dukungan Presiden Prabowo, KNMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi maritim baru di Indonesia.












