Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden menerima laporan perkembangan pembangunan dari Otorita IKN dalam kunjungan kerjanya ke kawasan IKN, Selasa (13/1).
Dalam pertemuan tersebut, Presiden menaruh perhatian khusus pada perbaikan dan percepatan proses pembangunan fasilitas negara, terutama gedung-gedung yang akan digunakan oleh lembaga legislatif dan yudikatif. Pemerintah menargetkan agar infrastruktur inti pemerintahan tersebut dapat rampung dan mulai berfungsi pada tahun 2028.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa sejak awal masa pemerintahannya, Presiden Prabowo telah memberikan penekanan kuat terhadap percepatan pembangunan IKN. Menurutnya, Presiden ingin memastikan bahwa pemindahan pusat pemerintahan tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga tepat waktu dan berkelanjutan.
“Bapak Presiden memang sejak awal memberikan penekanan untuk mempercepat proses pembangunan fasilitas yang akan dipergunakan untuk legislatif maupun yudikatif, yang harapannya bisa selesai di tahun 2028,” ujar Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (14/1).
Ia menambahkan bahwa percepatan tersebut bertujuan agar tiga fungsi utama pemerintahan, yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif, dapat segera terwujud dan berjalan optimal di IKN. Dengan demikian, IKN diharapkan benar-benar berfungsi sebagai pusat pemerintahan yang representatif dan efektif.
“Catatannya adalah untuk perbaikan dan percepatan proses pembangunan supaya tiga fungsi bisa segera selesai,” jelasnya.
Usai meninjau pembangunan IKN, Presiden Prabowo melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, untuk meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang. Agenda tersebut mencerminkan komitmen pemerintah yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia.
Pemerintah, kata Prasetyo, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari sekolah rakyat bagi masyarakat desil 1 dan desil 2 hingga pengembangan sekolah unggulan di berbagai daerah. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita. Sekolah rakyat untuk desil 1, desil 2 kita adakan, kita bangun. Kemudian yang sekolah unggulan juga kita bangun karena kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita,” tandasnya.
Kunjungan Presiden Prabowo ke IKN menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan ibu kota baru. Kehadiran langsung Kepala Negara menegaskan keseriusan pemerintah dalam memastikan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana, terarah, dan berkelanjutan.
Selain itu, kunjungan tersebut juga memperkuat arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan pusat pemerintahan yang modern, hijau, dan berkelanjutan. IKN diproyeksikan tidak hanya sebagai simbol pemerataan pembangunan, tetapi juga sebagai wajah baru Indonesia dalam menghadapi tantangan masa depan.












