Kabar5news – Esensi dari ibadah puasa tak hanya menahan lapar dan dahaga saja, akan tetapi sebagai bentuk ketakwaan dan keridaan untuk mengharap pahala dari Allah SWT.
Salah satu godaan terberat saat menjalankan ibadah puasa adalah rasa lapar dan haus, terutama di siang hari yang terik, dan hal tersebut lumrah terjadi dan wajar dirasakan oleh orang yang berpuasa.
Apabila ditinjau dari sisi kesehatan, menahan lapar saat berpuasa seperti sarana detoksifikasi, otomatis akan menurunkan kolesterol, membakar lemak, dan memperbaiki sistem imun.
Menahan lapar saat puasa wajib dilakukan oleh seorang muslim, ini sebagai bentuk melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta solidaritas terhadap sesama.
Bagaimana jika ada seorang muslim yang selalu mengeluh lapar dan haus saat berpuasa, apakah ibadahnya masih sah?
Dilansir dari berbagai sumber, dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Surakarta, Dr.Farhan Lc.MA menjawab pertanyaan publik soal pertanyaan tersebut di atas.
Menurut penuturannya, mengeluh lapar saat puasa ternyata tidak membatalkan puasa atau menghilangkan pahala puasa seseorang.
“Akan tetapi, mengeluh lapar dan haus saat berpuasa dapat mengurangi kesempurnaan puasa itu sendiri.” Kata Farhan.
“Jadi menafikan ksesempurnaannya, tidak menafikan puasanya itu sendiri secara total,” lanjutnya.
Farhan menekankan soal pentingnya landasan iman seseorang saat berpuasa, termasuk menahan lapar dan haus.
Seperti yang terekam dalam sebuah hadis yang berbunyi:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Meski mengeluh lapar saat berpuasa tidak membatalkan puasa seseorang, namun sikap tersebut harus dihindari agar kesempurnaan dari puasa dapat terjaga dan tidak terkurangi
Farhan melanjutkan dengan mengingatkan bahwa puasa harus dijalani dengan keridaan dan penuh semangat serta menjauhkan diri dari berkeluh kesah dan sebagainya.
“Puasa seharusnya penuh dengan keridaan, penuh dengan semangat, dan menjauhkan diri dari berkeluh kesah, merasa kerepotan dan seterusnya,” pungkasnya.












