Kabar5News – Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Michael Bloomberg di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/11/2025) menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari peningkatan kualitas SDM hingga potensi kerja sama konservasi laut.
Momen tersebut tidak hanya memperkuat kolaborasi Indonesia–Amerika Serikat, tetapi juga kembali menempatkan nama Michael Bloomberg sebagai salah satu tokoh global yang memiliki pengaruh besar dalam urusan publik, filantropi, dan pembangunan berkelanjutan.
Untuk memahami relevansi kehadirannya dalam berbagai agenda internasional, berikut profil mendalam mengenai sosok Michael Bloomberg.

Illustrator Foto by Pexels.
- Biografi dan Latar Belakang
Michael Rubens Bloomberg lahir pada 14 Februari 1942 di Boston, Massachusetts. Ia tumbuh dalam keluarga kelas pekerja, namun memiliki minat kuat pada dunia teknologi dan bisnis sejak muda.
Bloomberg menempuh pendidikan di Johns Hopkins University dan melanjutkan studi MBA di Harvard Business School. Pendidikan inilah yang menjadi fondasi penting bagi perjalanan kariernya kelak.
- Karier Awal dan Bisnis
Bloomberg memulai kariernya di dunia keuangan sebagai pegawai entry-level di Salomon Brothers pada tahun 1966. Setelah di-PHK karena perusahaan diakuisisi pada 1981, ia menggunakan dana pesangon untuk mendirikan perusahaan data finansial bernama Innovative Market Systems, yang kemudian berkembang menjadi Bloomberg L.P.
Perusahaan ini kini menjadi pemain global di bidang data keuangan, media, dan teknologi, dengan terminal Bloomberg yang sangat dikenal di kalangan profesional finansial.
- Perjalanan Politik: Tiga Periode sebagai Wali Kota New York
Kiprah Bloomberg di sektor publik semakin dikenal ketika ia menjabat sebagai Wali Kota New York selama tiga periode (2002–2013).
Beberapa kebijakan monumental yang melekat pada masa kepemimpinannya meliputi:
- Reformasi kesehatan publik, termasuk pembatasan konsumsi gula berlebih dan larangan merokok di ruang publik.
- Peningkatan infrastruktur kota, terutama dalam revitalisasi kawasan dan penguatan sistem transportasi.
- Penguatan respon darurat pasca 9/11, yang menjadikan New York lebih resilien terhadap ancaman modern.
- Filantropi dan Aktivisme Global
Michael Bloomberg dikenal sebagai dermawan besar. Melalui Bloomberg Philanthropies, ia fokus pada isu perubahan iklim, kesehatan publik, pendidikan, inovasi pemerintahan, dan kesenian.
Menurut situs resminya, hingga saat ini sumbangannya telah mencapai lebih dari US$ 20 miliar. Pada 2024, ia bahkan menerima Presidential Medal of Freedom, penghargaan sipil tertinggi di AS.
Inilah mengapa dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo, tema kesehatan, lingkungan, dan SDM menjadi highlight pembahasan.
- Pengaruh Global dan Kolaborasi dengan Indonesia
Keterlibatan Bloomberg dalam pembahasan kerja sama dengan Indonesia, termasuk konservasi laut dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, menunjukkan perannya sebagai mitra strategis dalam isu pembangunan berkelanjutan.
Melalui pengalaman dan jaringan internasionalnya, Bloomberg dipandang mampu mendukung percepatan transformasi di berbagai sektor prioritas pemerintah Indonesia.











