Oleh: Irohman Nugroho, S.H., C.Med.
Mantan Aktivis Mahasiswa
Kabar5News – Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia terus menjadi sorotan publik dan menjadi perbincangan hangat banyak pihak. Kejaksaan Agung Republik Indonesia, sebagai salah satu pihak yang berada di garda terdepan dalam penegakan hukum, memegang peran penting dalam menjaga marwah institusi dan kepercayaan publik. Dalam melaksanakan tugas ini, kejaksaan perlu bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kejaksaan: Menjaga Integritas dan Profesionalisme
Pemberantasan korupsi bukan sekedar menangkap pelaku dan mengembalikan kerugian negara, tetapi juga tentang menegakkan keadilan dan menciptakan efek jera. Dalam konteks ini, Kejaksaan dituntut untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalisme dan independensinya. Setiap jaksa harus memegang teguh sumpah jabatan dan menjauhi segala bentuk praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dapat merusak citra institusi.
Tantangan yang dihadapi Kejaksaan tidaklah ringan. Modus operandi korupsi yang semakin kompleks, tekanan dari berbagai pihak, hingga potensi intervensi eksternal, menuntut Kejaksaan untuk memiliki mental yang kuat dan komitmen yang teguh. Edukasi internal, pengawasan yang ketat, serta penindakan tegas terhadap oknum jaksa yang terlibat penyimpangan adalah langkah-langkah mutlak untuk menjaga marwah Kejaksaan. Tanpa integritas yang kuat, kepercayaan publik akan luntur dan upaya pemberantasan korupsi akan kehilangan legitimasi.
Peran Krusial Sinergi dengan TNI
Korupsi di Indonesia kini sudah menjadi kejahatan yang teroganisir. Latar belakang pelakunya beragam, mulai dari pejabat tingkat daerah, pusat, hingga orang-orang yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat. Untuk menghadapi kejahatan ini, kejaksaan tak bisa berjalan sendiri. Terlebih kini pelaku korupsi berpotensi melakukan serangan balik pada institusi kejaksaan. Karena itulah Korps Adhyaksa perlu bersinergi dengan pihak lain, yakni TNI.
TNI, dengan kekuatan personel dan sumber daya yang dimiliki, dapat memberikan dukungan signifikan dalam berbagai aspek pemberantasan korupsi. Salah satu bentuk sinergi yang paling nyata adalah dalam bidang intelijen dan pengamanan. Informasi intelijen dari TNI dapat membantu kejaksaan dalam memetakan jaringan koruptor, mengidentifikasi target, serta mengungkap praktik-praktik korupsi yang tersembunyi. Selain itu, dalam kasus-kasus yang melibatkan pejabat militer atau aset-aset negara yang dikelola TNI, koordinasi dan kolaborasi akan mempercepat proses penyelidikan dan penyidikan.

Dukungan TNI juga dapat terwujud dalam pengamanan proses hukum, mulai dari pengamanan saksi, pengamanan lokasi penggeledahan, hingga pengamanan aset yang disita. Dalam beberapa kasus, keterlibatan personel TNI yang terlatih dan memiliki disiplin tinggi dapat memberikan jaminan keamanan dan kelancaran bagi jalannya proses hukum.
Lebih jauh lagi, sinergi ini dapat diperluas dalam program pencegahan korupsi. Melalui sosialisasi dan edukasi antikorupsi yang dilakukan bersama, pesan-pesan integritas dapat disebarluaskan tidak hanya di kalangan sipil tetapi juga di lingkungan militer. Hal ini penting mengingat potensi korupsi dapat terjadi di berbagai sektor, termasuk yang bersinggungan dengan anggaran pertahanan dan keamanan.
Komitmen Bersama untuk Indonesia Bersih
Kerja sama antara Kejaksaan dan TNI dalam memberantas korupsi bukan hanya sekadar hubungan antarlembaga, melainkan sebuah komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari praktik-praktik rasuah. Dengan berpegang teguh pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme, sinergi ini akan menjadi kekuatan yang tak terpisahkan dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Keberhasilan pemberantasan korupsi akan sangat bergantung pada seberapa kuat dan efektif sinergi antarlembaga ini terjalin. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka, koordinasi yang intensif, serta komitmen yang berkelanjutan dari kedua belah pihak adalah kunci. Dengan Kejaksaan yang berintegritas tinggi dan didukung penuh oleh sinergi yang kuat dengan TNI, harapan untuk menciptakan Indonesia yang bebas korupsi akan semakin dekat.