Kabar5News – Presiden Prabowo Subianto meresmikan gedung baru Stasiun Tanah Abang pada Selasa (04/11/2025), menandai tonggak awal modernisasi transportasi publik di ibu kota. Prabowo tiba dengan KRL dari Manggarai dan langsung meninjau fasilitas stasiun sebelum menyampaikan bahwa proyek ini adalah wujud komitmen pemerintah untuk menyediakan moda transportasi massal yang aman, nyaman, dan terjangkau.
Sebelum meresmikan, Prabowo meninjau beberapa fasilitas stasiun dan area peron, serta menyapa para penumpang yang sedang menunggu kereta di stasiun tersebut. Para penumpang yang berada di area stasiun, menyambut dengan penuh antusias kedatangan Presiden Prabowo.
Di balik megahnya stasiun ini, Stasiun Tanah Abang memiliki sejarah panjang yang menjadi saksi perkembangan transportasi di ibu kota. Berikut perjalanan sejarahnya:
- Akhir Abad ke-19: Pendirian oleh Pemerintah Kolonial Belanda
Stasiun Tanah Abang dibangun oleh perusahaan kereta api kolonial Staatsspoorwegen Westerlijnen (SS-WL) sekitar tahun 1899 sebagai bagian dari jalur Batavia – Angke – Rangkasbitung. Pada masa itu, stasiun ini menjadi salah satu simpul penting dalam jalur perdagangan dan mobilitas warga Batavia.
- Awal Abad ke-20: Menjadi Pusat Aktivitas Ekonomi
Lokasinya yang strategis di kawasan Pasar Tanah Abang, pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara, menjadikan stasiun ini sangat sibuk. Stasiun menjadi titik penting bagi pedagang dan pekerja yang keluar masuk Jakarta.
- Era 1970–1990an: Modernisasi Awal dan Penambahan Jalur
Seiring meningkatnya populasi dan kebutuhan transportasi, pemerintah melakukan pembaruan jalur serta penambahan fasilitas. Pada periode ini, sistem KRL (Kereta Rel Listrik) mulai dioperasikan untuk melayani rute harian Jabodetabek.
- Tahun 2000an: Lonjakan Penumpang dan Revitalisasi
Volume penumpang meningkat pesat, terutama dari rute Serpong, Parung Panjang, dan Rangkasbitung. Kondisi ini mendorong PT KAI melakukan perluasan area, perbaikan peron, serta peningkatan keamanan dan aksesibilitas.
- 2025: Revitalisasi Total dan Peresmian oleh Presiden Prabowo
Stasiun Tanah Abang kini tampil dengan desain futuristik dan berarsitektur urban, mampu menampung hingga 380.000 penumpang per hari. Proyek ini diharapkan menjadi model integrasi transportasi modern yang menghubungkan berbagai moda di Jabodetabek.
Peresmian ini tidak hanya sekadar peluncuran bangunan baru, tetapi juga simbol transformasi besar. Stasiun yang dulu dari era kolonial kini diperkuat sebagai simpul transportasi modern yang menghubungkan kota dengan wilayah penyangga.
Ke depan, dengan kapasitas baru yang mencapai hingga 380.000 penumpang per hari serta desain yang terintegrasi dengan moda lain, Stasiun Tanah Abang diharapkan menjadi tulang punggung mobilitas urban Jakarta dan memperkuat pemerataan ekonomi. Sejarah panjangnya, mulai dari jalur kolonial hingga proyek revitalisasi terkini, mencerminkan evolusi transportasi di ibu kota yang terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.












