Oleh: Yoega Diliyanto
(Pemerhati Ekonomi dan Mantan Aktivis 98)
Kabar5News -Pekan lalu kita melihat adanya sejumlah aksi demonstrasi dengan mengusung jargon Indonesia Gelap.
Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa dari sejumlah kampus di Indonesia yang menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah.
Para pengunjukrasa lalu membawa 17 tuntutan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satu tuntutan yang paling santer terdengar di masyarakat adalah menolak efisiensi anggaran yang diarahkan Presiden Prabowo terhadap jajaran kementeriannya.
Nilai anggaran yang akan dipangkas melalui kebijakan ini menyentuh angka Rp300 triliun.
Kelompok masyarakat yang menolak beralasan, efisiensi anggaran akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari itu, mereka menilai dampaknya tidak temporer, namun bisa berdampak jangka panjang.
Benarkah demikian? Mari kita bahas bersama-sama.

Untuk diketahui, kebijakan efisiensi anggaran yang diserukan Presiden Prabowo Subianto tujuannya bukan untuk memangkas anggaran habis-habisan.
Kebijakan ini justru diterapkan agar anggaran yang ada bisa digunakan lebih optimal dan tepat sasaran.
Salah satu progam prioritas yang dijalankan pemerintah adalah program makan bergizi gratis untuk anak-anak dan ibu hamil.
Program ini jelas dirasakan langsung oleh masyarakat. Anak-anak dan ibu hamil jadi terpenuhi gizinya sejak dini.
Dengan mengalihkan anggaran Kementerian untuk program tersebut, menandakan pemerintah memastikan tengah setiap orang, dari anak-anak hingga orang dewasa, mendapatkan yang terbaik dari negara.
Dan dalam waktu yang bersamaan, pemerintah sedang melakukan investasi jangka panjang dengan memenuhi gizi para generasi mudanya.
Diharapkan, dengan progam makan bergizi gratis, Indonesia akan memiliki generasi cemerlang pada 10 hingga 20 tahun mendatang, karena gizinya terpenuhi sejak dini.
Dari sini kita bisa melihat dengan jelas kalau penghematan anggaran Kementerian memberikan dampak positif bagi Indonesia.
Selain itu, dampak ekonomi dari Program Makan Bergizi Gratis yakni persebaran ekonomi daerah. Ini juga penting karena salah satu komponen PDB adalah belanja pemerintah
Dengan Program Makan Bergizi Gratis, sudah dipastikan belanja negara tersebar merata dan menjadi penopang produk domestik bruto
Jadi, tak hanya sekadar memangkas anggaran, namun di balik kebijakan tersebut ada tujuan mulia negara untuk masyarakatnya.
Sudut pandang ini nampaknya alpa dari para peserta demonstrasi Indonesia Gelap beberapa waktu lalu.