Kabar5News – Stroke kerap dikaitkan dengan serangan mendadak ketika seseorang sedang beraktivitas. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi saat seseorang tertidur dan baru diketahui ketika terbangun. Situasi tersebut dikenal sebagai wake-up stroke, yakni stroke yang gejalanya pertama kali disadari setelah bangun tidur.
Kondisi ini perlu diwaspadai karena waktu awal terjadinya stroke tidak selalu diketahui secara pasti. Padahal, informasi mengenai kapan gejala mulai muncul menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan tenaga medis dalam menentukan penanganan.
Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai saat Bangun Tidur
Gejala wake-up stroke pada dasarnya serupa dengan gejala stroke pada umumnya. Perubahan kondisi tubuh setelah bangun tidur sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai akibat salah posisi tidur, terutama jika muncul secara mendadak atau disertai gangguan lain.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
– Wajah terlihat tidak simetris, misalnya salah satu sisi wajah tampak turun ketika tersenyum.
– Kelemahan atau mati rasa pada satu sisi tubuh, termasuk pada lengan atau kaki.
– Kesulitan berbicara atau memahami ucapan, seperti bicara pelo atau sulit merangkai kata.
– Gangguan penglihatan, misalnya pandangan mendadak kabur atau kehilangan penglihatan.
– Gangguan keseimbangan dan koordinasi, termasuk kesulitan berdiri atau berjalan.
– Sakit kepala hebat yang muncul mendadak, terutama jika berbeda dari sakit kepala yang biasa dirasakan.
Tidak semua gejala harus muncul bersamaan. Satu tanda yang terjadi secara tiba-tiba saja sudah cukup menjadi alasan untuk mencari pertolongan medis segera.
Mengapa Stroke saat Tidur Bisa Terlambat Diketahui?
Pada stroke yang terjadi ketika seseorang sedang terjaga, perubahan kondisi tubuh mungkin langsung disadari oleh dirinya sendiri atau orang di sekitarnya. Sebaliknya, ketika stroke terjadi saat tidur, gejalanya bisa baru diketahui setelah orang tersebut bangun.
Akibatnya, waktu pasti serangan dimulai menjadi sulit ditentukan. Kondisi ini dapat memengaruhi pertimbangan dokter dalam memilih tindakan medis yang sesuai.
Meski demikian, waktu awal serangan yang tidak diketahui bukan berarti pasien tidak dapat memperoleh penanganan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan, termasuk pencitraan otak, untuk menilai kondisi pasien dan menentukan pilihan terapi berdasarkan hasil pemeriksaan serta kriteria medis yang berlaku.
Jangan Menunggu Gejala Mereda
Jika seseorang bangun tidur dengan gejala yang mengarah pada stroke, segera hubungi layanan kegawatdaruratan atau bawa pasien ke rumah sakit menggunakan ambulans jika tersedia. Jangan menunggu sampai gejala membaik dengan sendirinya.
Catat kapan pasien terakhir kali diketahui berada dalam kondisi normal sebelum tidur dan kapan gejala pertama kali ditemukan. Informasi ini dapat membantu tenaga medis dalam melakukan penilaian.
Hindari memberikan makanan, minuman, atau obat melalui mulut apabila pasien mengalami gangguan kesadaran atau kesulitan menelan. Jangan pula memberikan aspirin tanpa arahan tenaga medis karena tidak semua stroke disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah; sebagian terjadi akibat perdarahan.
Kecepatan mendapatkan pertolongan medis sangat penting untuk meningkatkan peluang memperoleh penanganan yang tepat. Karena itu, perubahan mendadak seperti wajah menurun, kelemahan pada satu sisi tubuh, atau gangguan bicara setelah bangun tidur tidak boleh dianggap sepele.
Mengenali gejala stroke sejak awal dan segera mencari pertolongan dapat membantu tenaga medis menentukan langkah penanganan yang sesuai.










