Kabar5News – Panglima TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa Indonesia terus menunjukkan peran aktif dalam menjaga perdamaian dunia melalui berbagai misi internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5), Agus mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024 Indonesia telah berpartisipasi dalam 30 misi PBB dan 5 misi non-PBB dengan total kontribusi lebih dari 57.527 personel peacekeepers.
“Pada tahun 2024, Indonesia tercatat telah berpartisipasi dalam 30 misi PBB dan 5 misi non-PBB dengan total kontribusi lebih dari 57.527 personel peacekeepers,” kata Agus.
Ia menambahkan, pada tahun 2024 Indonesia juga mengerahkan 1.766 personel dalam berbagai misi PBB, termasuk 108 prajurit wanita TNI yang tersebar di sejumlah wilayah operasi.
“Total personel Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian mencapai 1.766 personel termasuk 108 prajurit wanita TNI,” ujarnya.
Kontribusi terbesar Indonesia berada dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL di Lebanon dengan kekuatan 745 personel.
“Kontribusi terbesar TNI saat ini berada di misi UNIFIL di Lebanon dengan kekuatan 745 personel,” jelas Panglima TNI.
Selain itu, TNI juga aktif dalam misi United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo atau MONUSCO di Republik Demokratik Kongo dengan total 817 personel.
“Selain itu, TNI juga aktif dalam misi MONUSCO di Republik Demokratik Kongo dengan kekuatan 817 personel,” lanjut Agus.
Menurut Agus, keterlibatan Indonesia di Lebanon mengacu pada mandat Dewan Keamanan PBB melalui Resolusi 1701 Tahun 2006 yang terakhir diperbarui lewat Resolusi 2790 Tahun 2023.
“Resolusi tersebut menjadi dasar hukum internasional bagi pelaksanaan operasi perdamaian guna menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Lebanon Selatan,” ujarnya.
Agus juga menegaskan bahwa kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia merupakan implementasi amanat konstitusi dan politik luar negeri bebas aktif Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia.
Melalui kontribusi tersebut, Indonesia tidak hanya menunjukkan profesionalisme prajurit TNI di tingkat internasional, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara yang aktif menjaga stabilitas dan perdamaian global.












