Kabar5News – Kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia kembali memasuki babak baru. Kedua negara akan menggelar Latihan Bersama (Latma) Keris Woomera 2026 pada Oktober mendatang dengan melibatkan sekitar 1.500 personel militer.
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan 2+2 Foreign and Defence Ministers Meeting Indonesia-Australia di Commonwealth Parliamentary Office, Melbourne, Rabu (26/8/2026).
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan latihan ini menjadi salah satu agenda penting untuk meningkatkan kemampuan sekaligus interoperabilitas kedua angkatan bersenjata.
“Latihan Keris Woomera yang akan digelar pada Oktober 2026 menjadi salah satu agenda utama untuk semakin meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas kedua angkatan bersenjata,” kata Rico dalam keterangannya.
Latma Keris Woomera 2026 dijadwalkan berlangsung di Banyuwangi dan Situbondo, Jawa Timur, pada 12-30 Oktober 2026.
Jepang Mulai Melirik
Hal menarik dari latihan tahun ini adalah munculnya peluang keterlibatan Jepang.
Keris Woomera sendiri merupakan latihan dua tahunan yang digelar Indonesia dan Australia sejak 2024. Jika Jepang benar-benar terlibat, latihan tersebut berpotensi berkembang dari kerja sama bilateral menjadi ruang latihan yang melibatkan lebih banyak mitra pertahanan.
Rico mengatakan Indonesia menyambut positif kemungkinan keterlibatan Jepang.
“Indonesia menyambut positif kemungkinan keterlibatan Jepang dalam kegiatan terkait Keris Woomera secara bertahap,” tuturnya.
Keterlibatan Jepang juga menunjukkan semakin luasnya kerja sama pertahanan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Indo-Pasifik.
Namun, keikutsertaan Jepang tidak serta-merta berarti negara tersebut akan langsung menjadi peserta penuh dalam seluruh rangkaian latihan. Pemerintah Indonesia menyebut keterlibatan tersebut akan dilakukan secara bertahap.
Bukan Sekadar Latihan Tembak
Persiapan Keris Woomera 2026 sebenarnya telah dilakukan jauh sebelum latihan resmi dimulai.
Pada 8 Juli 2026, personel TNI dan Australian Defence Force (ADF) telah melakukan survei di Situbondo untuk menyiapkan uji penembakan terintegrasi.
Selama dua hari, tim gabungan memeriksa sejumlah aspek medan, mulai dari kelayakan lokasi artileri medan, pengukuran jarak tembak mortir, hingga ruang gerak kendaraan tempur seperti tank.
Area yang memungkinkan untuk pendaratan helikopter juga ikut dipetakan.
Survei tersebut menunjukkan bahwa latihan nantinya tidak hanya mengandalkan aktivitas di satu jenis medan, tetapi membutuhkan koordinasi berbagai unsur militer.
Australia Bawa Materi Pertahanan Siber
Hal lain yang membuat Keris Woomera 2026 berbeda adalah masuknya materi pertahanan siber dalam skenario latihan.
Australia berencana memasukkan cyber exercise sebagai bagian dari kegiatan tersebut. Langkah ini memperlihatkan bahwa latihan militer modern tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan tempur konvensional.
Ancaman terhadap pertahanan kini juga dapat muncul dari ruang digital. Karena itu, kemampuan mendeteksi, merespons, dan menghadapi ancaman siber menjadi bagian penting dari interoperabilitas militer.
Dengan memasukkan unsur tersebut, Keris Woomera 2026 berpotensi menggabungkan kemampuan tempur darat, operasi udara, aktivitas di wilayah pesisir, hingga pertahanan siber dalam satu rangkaian latihan.
Memperluas Interoperabilitas
Keris Woomera bukan hanya menjadi ajang menguji kemampuan persenjataan. Latihan ini juga menjadi kesempatan bagi prajurit Indonesia dan Australia untuk memahami prosedur, komunikasi, hingga pola operasi masing-masing.
Kemampuan tersebut penting ketika dua negara harus bekerja sama dalam menghadapi situasi yang membutuhkan respons gabungan.
Apalagi, kerja sama pertahanan Indonesia-Australia tidak berhenti pada latihan militer. Kedua negara juga terus mengembangkan pendidikan dan pertukaran personel serta kerja sama industri pertahanan.
Jika keterlibatan Jepang benar-benar terealisasi secara bertahap, Keris Woomera dapat menjadi salah satu ruang baru untuk memperkuat hubungan pertahanan Indonesia dengan mitra strategis di kawasan.
Dengan demikian, Keris Woomera 2026 bukan sekadar latihan bersama untuk menguji daya tempur, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana kerja sama militer Indonesia, Australia, dan berpotensi Jepang mulai bergerak menuju pola yang lebih luas dan kompleks.










