Kabar5News – Clipper maupun kreator kini bisa bernapas lega, karena ada platform Wefluence yang memperbolehkan siapa saja ikut campaign bikin konten dari berbagai brand.
Bahkan, orang biasa yang tidak banyak followers termasuk micro dan nano influencer tetap berkesempatan join platform digital marketing tersebut.
Kreator atau clipper yang bergabung dalam platform Wefluence, biasanya mempunyai beberapa tugas utama seperti mengunggah konten sesuai brief, memperoleh penghasilan dari brand pakai sistem komisi.
Karena siapa saja bebas ikut, maka platform ini memang viral diperbincangkan pada berbagai platform media sosial.
Cara Kerja Wefluence
Secara umum, seseorang yang berkarya dalam platform tersebut, punya sistem kerja tertentu. Berikut ringkasan cara kerjanya.
1. Daftar akun
Saat melakukan pendaftaran, biasanya setiap peserta akan diminta untuk menghubungkan ke akun media sosial.
Contohnya seperti TikTok, Instagram. Tujuannya tidak lain untuk memeriksa performa akun.
2. Pilih campaign brand
Setelah berhasil daftar lalu masuk ke halaman utama, lanjutkan dengan klik kampanye atau campaign.
Campaign brand biasanya berupa review produk kecantikan, konten unboxing, konten gaya hidup dan challenge tertentu.
Selain itu, dalam campaign yang dipilih terdapat brief seperti jenis konten, durasi, video, caption, hashtag wajib, tanggal posting dan lain-lain
3. Buat konten
Setelah berhasil memilih salah satu campaign brand, bisa langsung mulai membuat video sesuai brief, lalu upload TikTok atau IG.
4. Sistem memeriksa performa
Saat konten berhasil diunggah, Wefluence akan melakukan pemeriksaan terkait view, engagement, kepatuhan brief.
5. Memperoleh penghasilan
Ketika tugas telah tuntas memenuhi standar, selanjutnya pembayaran dilakukan. Ada tiga tipe yaitu tetap (flat rate per video), variabel sesuai performa dan poin bisa dicairkan.
Apakah Wefluencer Bisa Tahan Lama?
Kemungkinan itu selalu ada tetapi penuh tantangan. Berikut penjabaran singkatnya.
1. Tergantung anggaran brand
Ketika brand berhenti iklan pakai micro influencer, otomatis campaign menurun.
2. Platform kompetitif
Jumlah kreator atau clipper yang tergabung dalam platform turut mempengaruhi penghasilan. Semakin banyak peserta bayaran tiap creator bisa menurun.
3. Perubahan kebijakan medsos
Saat media sosial seperti TikTok memperketat aturan contohnya posting berbayar harus ditandai, aktivitas akun dinilai spam.
Dampaknya engagement kreator bakalan turun, brand jadi tidak tertarik.
4. Sustainabilitas model bisnis
Wefluencer punya beberapa kewajiban dalam menjaga model bisnisnya contohnya seperti menjaga brand tetap pasang campaign, menyediakan creator berkualitas, pembayaran cepat transparan.
Selain itu, platform tetap bertahan lama jika mempunyai sponsor brand besar, konsisten adaptasi.
Dengan begitu, potensi bertahan tetap ada. Sebab micro influencer terus menunjukkan geliatnya.
Tetapi, belum tentu besar selamanya. Sebab, fase viral hanya sementara saja.












