Kabar5News – Ramadan merupakan bulan mulia yang di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, menyambut Ramadan tidak cukup hanya dengan persiapan fisik, tetapi juga kesiapan spiritual dan keilmuan.
Ustadz Ahmad Muntaha AM dalam tulisannya di NU Online menjelaskan bahwa ada tujuh amalan yang dapat dilakukan sebelum memasuki bulan suci.
Amalan-amalan ini menjadi bentuk kesungguhan seorang Muslim dalam memuliakan Ramadan.
1. Membaca Doa Menyambut Ramadan
Amalan pertama adalah memperbanyak doa agar diberi kesempatan bertemu Ramadan. Salah satu doa yang masyhur ialah:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wa sya’baana wa ballighnaa ramadhana.”
Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta pertemukanlah kami pada bulan Ramadan.
Doa ini menjadi bentuk harapan agar diberikan umur panjang, kesehatan, dan kekuatan untuk menjalankan ibadah secara maksimal.
2. Membaca Doa Saat Melihat Hilal
Ketika hilal Ramadan terlihat, umat Islam dianjurkan membaca doa, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Imam Ahmad dan At-Tirmidzi:
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ، وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ هِلَالُ رُشْدٍ وَخَيْرٍ
Ya Allah, jadikanlah bulan Ramadan ini membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman bagi kami. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah, wahai bulan petunjuk dan kebaikan.
Doa ini berisi permohonan agar Ramadan membawa keamanan, keimanan, dan keselamatan.
3. Mengucapkan Selamat Datang Ramadan
Tradisi menyampaikan tahniah atau ucapan selamat datang Ramadan juga dianjurkan. Nabi Muhammad SAW memberi kabar gembira kepada para sahabat atas datangnya bulan suci. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan disambut dengan rasa syukur dan kegembiraan.
4. Meneguhkan Niat dan Memperbarui Taubat
Menjelang Ramadan, penting untuk memperkuat niat. Di antaranya niat untuk memperbanyak tadarus Al-Qur’an, merenungi maknanya, serta melakukan taubat nasuha atas dosa-dosa yang telah lalu.
Ramadan dijadikan momentum awal perubahan diri menuju kebaikan yang berkelanjutan.
5. Membaca Kitab dan Literatur tentang Ramadan
Persiapan keilmuan juga sangat dianjurkan. Umat Islam dapat membaca kitab seperti Ihya Ulumiddin karya Imam Al-Ghazali yang membahas rahasia puasa, atau Lathaiful Ma’arif.
Artikel-artikel keislaman di NU Online juga bisa menjadi rujukan agar ibadah lebih sesuai tuntunan.
6. Mempersiapkan Fisik dan Psikis
Ramadan membutuhkan stamina dan kesiapan mental. Karena itu, menjaga kesehatan, mengatur pola makan, dan menata kondisi psikologis menjadi bagian dari ikhtiar agar ibadah puasa, tarawih, dan aktivitas lainnya berjalan optimal.
7. Menyiapkan Anggaran untuk Sedekah
Ramadan adalah bulan berbagi. Menyiapkan anggaran khusus untuk sedekah, infak, serta kebutuhan keluarga menjadi langkah konkret meraih keutamaan Ramadan.
Pengelolaan harta yang baik di bulan suci merupakan bentuk ibadah sosial yang bernilai besar.
Tujuh amalan ini menegaskan bahwa menyambut Ramadan bukan sekadar menunggu waktu, tetapi mempersiapkan hati, ilmu, dan amal.
Dengan persiapan yang matang, Ramadan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan penuh keberkahan.












