Kabar5News – TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan Nasional (Kemenko Pangan) menyepakati percepatan implementasi pengelolaan sampah nasional sebagai bagian dari upaya strategis menghadapi persoalan lingkungan yang kian kompleks dan berdampak luas terhadap berbagai sektor kehidupan.
Kesepakatan tersebut mengemuka saat Kepala Staf Angkatan Darat Maruli Simanjuntak menerima kunjungan Deputi Kemenko Pangan Nani Hendiarti di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menekankan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat ditangani secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.
Menurut Maruli, TNI AD siap mendukung penuh program pemerintah, khususnya dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan semata, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan ketahanan energi serta ketahanan pangan nasional, sehingga membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Nantinya sampah yang telah dipilah akan diolah menjadi bahan bakar alternatif berupa solar, sebagai solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan sekaligus mendukung ketahanan energi,” ujar Maruli.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan sistem yang efektif. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan instansi terkait, akan terus diperkuat agar implementasi di lapangan dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Nani Hendiarti menyampaikan apresiasi atas komitmen TNI AD dalam mendukung program nasional.
Ia menilai keterlibatan TNI AD, terutama melalui satuan kewilayahan yang tersebar hingga ke pelosok daerah, memiliki peran strategis dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.
“Keterlibatan TNI AD melalui satuan kewilayahan sangat strategis dalam mengedukasi masyarakat dan mempercepat implementasi pengelolaan sampah secara menyeluruh,” kata Nani.
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas sejumlah peluang kerja sama konkret yang dapat segera diimplementasikan.
Di antaranya adalah penguatan edukasi lingkungan kepada masyarakat, pengembangan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, hingga optimalisasi fasilitas pengolahan sampah di berbagai wilayah.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan dan memiliki nilai tambah secara ekonomi.
Sebelumnya, dalam Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI Tahun Anggaran 2026 di Universitas Pertahanan Sentul, Jawa Barat, Maruli telah menyampaikan rencana TNI AD untuk mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif sebagai bagian dari inovasi di bidang lingkungan hidup.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah, dari sekadar pembuangan menjadi pemanfaatan.
Langkah tersebut juga menjadi wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap isu lingkungan sekaligus kontribusi dalam mendukung ketahanan energi nasional.
Ke depan, TNI AD akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi yang inklusif.
Melalui langkah ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan TNI AD semakin kuat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun ketahanan nasional.












