Kabar5News – Keragaman budaya serta nilai luhur bangsa tercermin dalam perayaan Idul Adha di Indonesia. Pasalnya, salah satu momen sakral pada agama Islam tersebut bukan sekedar ajang berkurban saja.
Melainkan, adanya beragam tradisi unik yang selalu terlaksana setiap tahun saat datangnya momen Hari Raya Idul Adha di Nusantara.
Perayaan Idul Adha identik dengan kekhidmatan serta kebersamaan, sekaligus mengingatkan kisah Nabi Ibrahim yang ikhlas mengorbankan putra tercinta Ismail, sesuai perintah Allah SWT.
Dalam perayaan tersebut, selalu terselip tradisi unik Idul Adha yang masih dijunjung tinggi sebagai wujud warisan budaya kaya dan bernilai tinggi.
Dari Aceh sampai Maluku, Nusantara mempunyai aneka tradisi Idul Adha yang bukan hanya sarat makna keagamaan. Tetapi juga penuh pesan kebersamaan, syukur serta toleransi.
Lantas, apa saja tradisi unik Idul Adha yang dimaksud? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.
Ragam Tradisi Unik Idul Adha di Indonesia
Melansir Informasi dari berbagai sumber, ragam tradisi unik Idul Adha di Indonesia mencerminkan kekayaan budaya serta nilai-nilai luhur.
Setiap tradisi memiliki makna maupun cerita mendalam, sebagai bagian tidak terpisahkan dengan identitas masyarakat setempat.
Berikut tradisi unik Idul Adha di Nusantara:
1. Aceh
Ada Meugang yang merupakan tradisi menyembelih dan memasak daging sapi atau kerbau di rumah, lalu menikmatinya bersama keluarga dan membagikannya ke fakir miskin.
Sebagai simbol rasa syukur atas kemakmuran serta momen mempererat silaturahmi.
2. Jawa Tengah
Ada 3 tipe tradisi dari 3 daerah berbeda di Jawa Tengah yang penuh makna mendalam.
Apitan, Semarang dikenal sebagai sedekah bumi. Kegiatannya berupa arak-arakan hasil pertanian dan peternakan sebagai bentuk syukur. Warga biasanya berebut hasil bumi tersebut sebagai simbol keberkahan.
Grebeg Gunungan, Yogyakarta yang mana Keraton Yogyakarta mengarak gunungan berisi hasil bumi dari keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.
Masyarakat kemudian akan berebut mengambil isi gunungan tersebut yang dipercaya membawa berkah.
Gamelan Sekaten, Surakarta berupa penabuhan gamelan pusaka setelah shalat Idul Adha sebagai sarana syiar Islam dan hiburan rakyat. Di Surakarta, warga juga memiliki kebiasaan mengunyah kinang saat menyaksikan tradisi ini.
3. Jawa Timur
Ada 2 tradisi unik yang rutin diselenggarakan oleh 2 daerah berbeda dengan ciri khas masing-masing.
Manten Sapi, Pasuruan merupakan tradisi yang rutin dilakukan berupa masyarakat memuliakan hewan kurban dengan mendandaninya layaknya pengantin. Sapi dimandikan dengan air kembang, dikalungkan bunga tujuh rupa, serta dibalut kain putih, serban, dan sajadah sebelum diarak menuju masjid untuk diserahkan ke panitia kurban.
Mepe Kasur, Banyuwangi mempunyai tradisi yang sering dilakukan Suku Osing di Desa Kemiren dengan menjemur kasur secara massal di depan rumah.
Kasur yang digunakan memiliki corak warna hitam dan merah, yang dipercaya sebagai simbol penolak bala dan penjaga keharmonisan rumah tangga.
4. Madura
Tradisi unik pada wilayah tersebut bernama Toron, merupakan tradisi “mudik” bagi warga Madura yang merantau untuk merayakan Idul Adha di kampung halaman.
Biasanya disertai dengan Nyalase atau ziarah ke makam leluhur setelah salat Ied.
5. Gowa, Sulawesi Selatan
Tradisinya bernama Accera Kalompoang yang merupakan tradisi mempersatukan keluarga kerajaan dengan pemerintah.
Caranya mencuci berbagai benda bersejarah peninggalan kerajaan Gowa. Acara sakral tersebut sebagai upaya dalam menjaga kelestarian warisan budaya Gowa.
6. Bali
Tradisinya bernama Ngejot yaitu umat Muslim di Bali membagikan makanan, minuman, atau daging kurban kepada tetangga yang beragama Hindu. Tradisi ini merupakan wujud toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang sangat kuat.
7. Maluku Tengah
Kaul Negeri dan Abda’u merupakan tradisi berupa pemuka adat menggendong kambing kurban dengan kain layaknya bayi, lalu diarak keliling desa sambil diiringi shalawat dan dzikir untuk memohon perlindungan bagi negeri.












