Kabar5News – Investasi termasuk strategi terbaik dalam menghasilkan pundi-pundi rupiah tidak hanya berasal dari satu sumber saja.
Bagi pemula tentu menghadapi dilema tersendiri untuk memutuskan pilihan, disebabkan oleh banyaknya instrumen investasi yang beredar.
Dari sekian jenis instrumen investasi, saham serta reksadana masih menjadi primadona untuk mendulang cuan dari keuntungan yang diperoleh.
Namun, seringkali terlintas dalam benak pemula yakni jika harus memilih karena keterbatasan “dana dingin”, lebih baik saham atau reksadana?
Artikel ini akan mengulas perbedaan singkat antara keuntungan yang diperoleh saat investasi saham dengan reksadana. Sehingga pemula lebih mantap menentukan pilihan.
Perbandingan Saham vs Reksadana
Melansir informasi dari berbagai sumber, saham dan reksadana punya perbedaan mendasar terkait potensi keuntungan, risiko, sumber, hingga pajak. Sehingga menentukan hasil akhir yang diterima.
1. Potensi Keuntungan
Keuntungan investasi saham sangat tinggi dan tidak terbatas. Sementara itu, reksadana punya beberapa pilihan tingkat keuntungan mulai dari moderat hingga tinggi, tergantung jenisnya.
2. Tingkat Risiko
Saham memang menjanjikan keuntungan tinggi, tapi risiko yang menyertainya juga sebanding. Kalau salah pilih modal awal bernilai besar bisa terjun bebas.
Lain halnya dengan reksadana yang punya risiko rendah sampai tinggi, silahkan pilih mau tipe reksadana saham, pasar uang, campuran, dan lain-lain.
Dengan demikian modal awal tidak hilang, karena bisa terdiversifikasi (pakai kombinasi tipe reksadana).
3. Pengelola Dana
Jika pemula memilih saham, maka Anda sendiri yang bertugas mengelola dana secara mandiri (mau jual atau beli diputuskan sendiri).
Saat prefer dengan reksadana, biasanya dana Anda akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) profesional.
4. Sumber Keuntungan
Anda akan menerima sejumlah uang hasil investasi saham berupa keuntungan tertentu yang diperoleh dari capital gain, dividen perusahaan.
Kalau reksadana, keuntungan diperoleh dari kenaikan Nilai Aktiva Bersih (NAB).
5. Modal Awal
Modal investasi awal saham harus membayar sejumlah 1 lot (100 lembar saham). Sedangkan reksadana jauh lebih terjangkau, mulai dari Rp 10.000.
6. Pajak
Saham mempunyai ketentuan pajak berupa 0,1% saat jual (pajak final), 10% dividen. Sementara itu untuk reksadana termasuk bukan objek pajak langsung.
Saham Lebih Menguntungkan Investor
Saat memilih saham otomatis Anda yang mengendalikan sepenuhnya, bebas menentukan kapan beli atau jual.
Ketika Anda membeli saham perusahaan unggulan pada waktu tepat, keuntungannya bisa meningkat puluhan hingga ratusan persen.
Anda bisa menerima keuntungan dari selisih harga jual (capital gain) serta pembagian keuntungan perusahaan (dividen).
Reksadana Lebih Aman
Investasi pada reksadana akan ada diversifikasi otomatis, yang mana uang Anda tidak diletakkan pada satu tempat.
Anda bisa pilih reksadana pasar uang untuk hasil stabil, risiko rendah. Kalau ingin keuntungan tinggi bisa pilih reksadana saham.
Mana yang Harus Dipilih?
Pilih saham kalau Anda punya pengetahuan analisa fundamental/teknikal yang matang, cukup waktu pantau pasar modal.
Pilih investasi reksadana kalau Anda investor pemula, modal terbatas, tidak sempat analisa laporan keuangan perusahaan, ingin pertumbuhan dana lebih stabil dalam jangka panjang.











