Kabar5News – Pemerintah masih terus mengkaji terkait penerapan Compressed Natural Gas (CNG) kemasan 3 kg sebagai alternatif penggunaan LPG.
Program tersebut ditentukan bukan tanpa alasan. Dengan hadirnya CNG mampu menekan ketergantungan impor LPG, beban subsidi berkurang, pemanfaatan gas domestik lebih optimal.
Saat ini, program tersebut masih berada dalam tahap pengujian serta penyusunan peta jalan. Sehingga investor perlu teliti membedakan emiten yang sudah mempunyai perolehan pendapatan dari CNG dengan perusahaan yang baru berpotensi terlibat.
Ada 4 emiten yang terdaftar di BEI, nantinya akan membawa pengaruh besar ketika program CNG resmi dijalankan.
Deretan Emiten yang Punya Pengaruh Terhadap Kebijakan CNG
Melansir dari CNBC Indonesia, beberapa emiten berikut terkorelasi dengan program CNG.
1. SURE
PT Super Energy Tbk (SURE) menjadi emiten dengan korelasi pendapatan paling tinggi terhadap CNG. Pada 2025, sebesar 92,73% yang berasal dari penjualan CNG.
Bisnis tersebut mempunyai sejumlah entitas anak yang masih aktif berupa CNG Mother Station di Tapen, Subang, dan Rembang.
Kegiatan operasional berupa pemampatan gas ke dalam tube skid, pengangkutan menggunakan truk, penyediaan, pengoperasian pressure reducing station di lokasi pelanggan.
Murninya bisnis CNG SURE belum diikuti fundamental yang kuat. Perseroan masih merugi, mempunyai beban keuangan besar, dan ekuitas pemilik induk negatif.
SURE termasuk saham paling sensitif terhadap peningkatan penjualan CNG, namun membawa risiko finansial paling besar.
2. CGAS
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) bergerak dalam perdagangan serta distribusi gas, pembangunan fasilitas CNG, stasiun pengisian, instalasi, layanan penyaluran gas untuk industri dan UMKM.
Perseroan memakai model virtual pipeline yang bisa menjangkau pelanggan. Perusahaan mengandalkan fasilitas pengisian, kendaraan pengangkut gas, dan instalasi penerima di lokasi pelanggan.
Dibandingkan SURE, CGAS punya neraca lebih ringan, sudah menghasilkan laba. Tapi, skala usaha lebih kecil dan margin bersih masih tipis.
3. RAJA
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) memiliki area bisnis lebih luas dibanding SURE dan CGAS.
Perseroan ikut terlibat lifting minyak dan gas, kompresi, transmisi, pengangkutan gas, terminal LPG, EPC, operasi infrastruktur, perdagangan gas alam, CNG.
Perdagangan gas alam dan CNG dijalankan melalui PT Energasindo Heksa Karya di Jambi, Riau, Jawa Barat, dan Banten.
RAJA memiliki infrastruktur midstream bisa mendukung peningkatan pasokan dan distribusi gas.
Fundamental RAJA lebih kuat daripada dua emiten sebelumnya, namun harga saham juga mencerminkan premi pertumbuhan. Pasar bukan hanya menilai bisnis CNG, tapi keseluruhan portofolio gas, infrastruktur, hulu migas, kepemilikan strategis.
4. PGAS
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) memiliki ekosistem gas terlengkap. Usahanya terdiri dari transmisi, distribusi, niaga gas, LNG, regasifikasi, jaringan gas rumah tangga, stasiun pengisian bahan bakar gas.
Bisnis CNG dioperasikan PT Gagas Energi Indonesia dengan produk Gaslink dan C-Cyl, melayani pelanggan yang belum terhubung jaringan pipa memakai distribusi berbasis kendaraan.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGAS memiliki posisi strategis jika pemerintah memerlukan integrasi pasokan, infrastruktur, distribusi.
PGAS mempunyai valuasi paling rendah di antara saham lainnya, namun investor perlu memperhatikan pasokan gas, margin niaga, perdagangan LNG,
kebutuhan investasi baru.
Mana Pilihan Paling Tepat?
Berdasarkan usaha yang telah berjalan, urutan paling tepat mulai dari SURE, CGAS, RAJA, PGAS.
SURE merupakan pure play CNG paling jelas, risiko fundamental paling tinggi.
CGAS punya model distribusi relevan serta neraca lebih ringan, tetapi pendapatan CNG tidak dipisahkan.
RAJA sudah berdagang CNG, namun dampaknya telah terdiversifikasi bisnis lain.
PGAS memiliki kemurnian eksposur sangat rendah, posisi strategis paling kuat saat program digerakkan pakai ekosistem BUMN.










