Kabar5News – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 10 Juni 2026. Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris, pembagian dividen tunai, serta sejumlah agenda strategis yang akan menjadi fokus perusahaan ke depan.
Perubahan pengurus ini dilakukan di tengah capaian kinerja keuangan Antam yang mencatatkan hasil terbaik sepanjang sejarah perusahaan. Sepanjang tahun buku 2025, Antam membukukan pendapatan sebesar Rp84,64 triliun atau tumbuh 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara laba bersih mencapai Rp7,92 triliun atau melonjak 106 persen secara tahunan.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, mengatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari optimalisasi strategi bisnis dan peningkatan efektivitas operasional perusahaan.
“Kinerja positif perseroan didukung oleh optimalisasi portofolio komoditas, peningkatan kinerja operasional, pengelolaan biaya yang efektif, serta penguatan eksekusi strategi bisnis yang terarah untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Untung Budiharto dalam konferensi pers usai RUPST.
Berdasarkan capaian tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp5,04 triliun atau setara 70 persen dari laba bersih tahun buku 2025. Sementara sisanya sebesar Rp2,16 triliun akan dialokasikan sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan usaha, penguatan fundamental bisnis, serta pelaksanaan berbagai proyek strategis perusahaan.
Perubahan Susunan Pengurus
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham mengangkat Arini Kasmira sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko serta Aryanto Wibowo sebagai Komisaris.
Selain itu, Antam juga melakukan perubahan nomenklatur sejumlah jabatan direksi. I Dewa Bagus Sugata Wirantaya yang sebelumnya menjabat Direktur Pengembangan Usaha kini dipercaya sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir. Sementara Hartono yang sebelumnya menjabat Direktur Operasi dan Produksi kini menjabat Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral.
Adapun Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi. Sedangkan Handi Sutanto dipercaya sebagai Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial.
Berdasarkan keputusan RUPST, susunan terbaru pengurus Antam adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
– Komisaris Utama: Irwandy Arif
– Komisaris: Elen Setiadi
– Komisaris Independen: Ridwan
– Komisaris: Rudy Sufahriadi
– Komisaris: Aryanto Wibowo
– Komisaris Independen: Pius Lustrilanang
Direksi
– Direktur Utama: Untung Budiharto
– Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir: I Dewa Bagus Sugata Wirantaya
– Direktur Pengelolaan Sumber Daya Mineral: Hartono
– Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Arini Kasmira
– Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Korporasi: Ratih Dewihandajani Lindawardhani Amri
– Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial: Handi Sutanto
Perubahan susunan pengurus tersebut menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam memperkuat tata kelola, mempercepat transformasi bisnis, serta mendukung agenda hilirisasi nasional yang menjadi salah satu fokus utama Antam ke depan.
Percepat Hilirisasi dan Industri Baterai Nasional
Selain perubahan pengurus, RUPST juga menyetujui rencana Antam untuk menerima penugasan khusus dari pemerintah dalam rangka percepatan program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Menurut Untung Budiharto, penugasan tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir, mulai dari kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKABF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling.
Program strategis ini akan dijalankan melalui kerja sama antara Antam dan PT Industri Baterai Indonesia (IBI) bersama HYD Investment Limited yang terdiri atas Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd., EVE Energy Co., Ltd., dan PT Daaz Bara Lestari Tbk.
Dengan dukungan kinerja keuangan yang kuat, susunan pengurus baru, serta keterlibatan dalam proyek hilirisasi nasional, Antam diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai perusahaan tambang nasional yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat industri strategis, dan mendukung transisi energi Indonesia di masa depan.










