Kabar5News – Di tengah menjamurnya restoran modern dan tren kuliner yang terus berganti, tidak banyak rumah makan yang mampu bertahan hingga puluhan tahun. Namun, RM Padang Surya di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat, menjadi salah satu pengecualian. Berdiri sejak 1960, rumah makan Padang ini masih eksis melayani pelanggan dengan mempertahankan cita rasa khas Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun.
Selama lebih dari enam dekade, RM Padang Surya menjadi salah satu destinasi kuliner legendaris yang tak pernah kehilangan penggemarnya. Setiap waktu makan siang, rumah makan ini hampir selalu dipadati pelanggan, mulai dari pekerja kantoran, keluarga, hingga wisatawan yang sengaja datang untuk mencicipi masakan Padang autentik.
Dilansir dari detikFood, rumah makan ini awalnya dirintis oleh perantau asal Sumatera Barat yang membawa resep keluarga ke Jakarta. Seiring waktu, RM Padang Surya berkembang tanpa meninggalkan identitasnya sebagai rumah makan Padang klasik yang mengutamakan kualitas rasa dibanding mengikuti tren kuliner yang terus berubah.
Meski bagian depan bangunan masih mempertahankan nuansa klasik, area dalam restoran telah direnovasi menjadi lebih luas dan nyaman. Pengunjung kini dapat menikmati suasana makan yang lebih modern, lengkap dengan ruangan berpendingin udara tanpa menghilangkan kesan nostalgia yang telah melekat sejak puluhan tahun lalu.
Pemilik RM Padang Surya, Indra, mengatakan tampilan depan rumah makan memang sengaja dipertahankan agar pelanggan lama tetap bisa mengenang suasana ketika pertama kali datang bertahun-tahun silam.
“Bagian depannya tetap dibikin seperti itu supaya pelanggan setia yang datang bisa sekaligus bernostalgia di rumah makan ini,” ujarnya kepada detikFood.
Konsistensi Rasa Jadi Kunci Bertahan
Di balik usianya yang telah mencapai lebih dari 66 tahun, rahasia terbesar RM Padang Surya ternyata bukan hanya resep turun-temurun, melainkan konsistensi dalam menjaga kualitas masakan.
Menurut Indra, mempertahankan rasa menjadi tantangan terbesar sekaligus prioritas utama sejak rumah makan tersebut berdiri.
“Yang pasti sih adalah mempertahankan rasa. Percuma kita besar, tapi rasa itu selalu berubah-ubah. Jadi, itu yang selalu kita pertahankan,” katanya.
Komitmen tersebut membuat pelanggan lama tetap kembali, sekaligus menarik generasi baru yang penasaran dengan cita rasa rumah makan legendaris tersebut.
Saat ini, RM Padang Surya menawarkan lebih dari 60 pilihan lauk dengan harga mulai sekitar Rp20.000 hingga Rp50.000 per porsi.
Rendang Jadi Menu Paling Ikonik
Di antara puluhan menu yang tersedia, rendang menjadi hidangan paling populer. Setiap harinya, dapur RM Padang Surya mampu mengolah sekitar 50 kilogram rendang untuk memenuhi permintaan pelanggan.
Proses memasaknya pun tidak singkat. Daging dimasak selama sekitar empat hingga lima jam menggunakan racikan bumbu khas sebelum melalui proses lanjutan hingga mencapai cita rasa yang diinginkan.
Berbeda dengan rendang kering yang umum ditemui, rendang di RM Padang Surya memiliki karakter menyerupai kalio, dengan bumbu yang masih cukup basah dan kaya rempah. Tekstur dagingnya empuk, sementara kuah berbumbu gurih menjadi pelengkap yang cocok disantap bersama nasi hangat.
Ayam Pop Favorit hingga Dilirik Idol K-Pop
Selain rendang, menu Ayam Pop juga menjadi salah satu primadona. Hidangan ini bahkan sempat menarik perhatian anggota grup K-Pop NCT Wish saat berkunjung ke Jakarta.
Melalui sebuah konten YouTube bersama kreator kuliner Ria SW, para anggota NCT Wish mencicipi Ayam Pop dan Teh Talua di RM Padang Surya. Pengalaman tersebut membuat rumah makan ini semakin dikenal, terutama di kalangan penggemar K-Pop.
Dalam sehari, rumah makan ini dapat menghabiskan sekitar 200 ekor ayam pejantan untuk memenuhi pesanan Ayam Pop. Daging ayam yang empuk dipadukan dengan bumbu gurih yang meresap hingga ke bagian dalam, kemudian disajikan bersama sambal khas bertekstur halus dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas yang seimbang.
Dendeng hingga Paru Masih Dimasak dengan Cara Tradisional
Keunikan RM Padang Surya juga terlihat dari cara mereka mempertahankan teknik memasak tradisional. Salah satunya pada menu dendeng yang masih dipanggang menggunakan arang batok kelapa.
Metode tersebut menghasilkan aroma asap yang khas sekaligus memberikan cita rasa berbeda dibanding proses memasak modern. Selain dendeng, tersedia pula paru cabai hijau, gulai, ayam bakar, hingga daun singkong yang menjadi pelengkap berbagai hidangan khas Minang.
Teh Talua, Penutup yang Tak Boleh Dilewatkan
Tak lengkap rasanya menikmati masakan Padang tanpa mencoba minuman tradisional khas Sumatera Barat, Teh Talua.
Minuman yang dibuat dari campuran teh, telur, gula, dan susu ini dikocok hingga menghasilkan busa tebal di bagian atas. Meski menggunakan telur, aroma amis hampir tidak terasa sehingga menghasilkan cita rasa manis, lembut, dan creamy yang unik.
Menariknya, Teh Talua di RM Padang Surya juga sempat dicicipi oleh anggota NCT Wish, menunjukkan bahwa minuman tradisional Indonesia mampu diterima oleh lidah wisatawan maupun tamu mancanegara.
Di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat, RM Padang Surya membuktikan bahwa konsistensi rasa, kualitas bahan, dan kemampuan menjaga identitas menjadi kunci utama untuk tetap bertahan lintas generasi. Lebih dari sekadar tempat makan, rumah makan ini telah menjadi bagian dari sejarah kuliner Jakarta sekaligus bukti bahwa resep tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat hingga kini.











