Kabar5News – Gelaran World Cup 2026 mampu menyedot perhatian. miliaran penonton di seluruh dunia, mulai kemegahan stadion, para bintang sepak bola. Namun, ada yang luput dari atensi yakni dari mana bola Adidas Trionda berasal?
Bola Piala Dunia 2026 dengan desain unik berbasis teknologi ini bukan diproduksi dari pabrik perlengkapan olahraga Eropa, melainkan dari salah satu kota di kawasan Asia.
Tercatat selama empat dekade salah satu pabrik perlengkapan olahraga di kota tersebut mendapat kepercayaan memproduksi bola untuk event Piala Dunia.
Salah Satu Kota di Asia yang Menjadi Tempat Lahirnya Bola Piala Dunia 2026 Adidas Trionda
Desain bola yang dipakai pemain dalam memperebutkan posisi untuk kompetisi sepak bola bergengsi dunia tersebut tidak diproduksi pada pusat Industri perlengkapan olahraga Eropa, melainkan salah satu kota di Pakistan bernama Sialkot.
Kota tersebut bisa jadi masih awam bagi pecinta sepak bola. Tapi, ternyata menjadi lokasi terciptanya bola resmi Piala Dunia 2026 dengan ciri khas warna tiga gelombang dilengkapi teknologi terkini (ada sensor, bisa dicharge).
Bola Adidas Trionda diproduksi di Sialkot, sebuah kota yang indah selama empat dekade ini menjadi pusat industri perlengkapan olahraga Pakistan.
Kemegahan kompetisi World Cup 2026, terselip kisah sukses dari pabrik perlengkapan olahraga di Sialkot, Pakistan. Mulai dari proses pembuatan bola pakai jahitan tangan tradisional hingga manufaktur dengan teknologi canggih.
Maka tidak mengherankan jika industri bola pada kota tersebut telah menjadi bagian krusial dari perjalanan panjang sepak bola internasional.
Latar Belakang Perusahaan dan Pendirinya
Lantas, apa nama perusahaan yang beruntung menjadi pionir terciptanya bola canggih untuk momen Piala Dunia 2026?
Perusahaan tersebut tidak lain adalah Forward Sports Private Limited yang berhasil menjadi produsen bola sepak terpopuler di dunia.
Selama satu tahun perusahaan bisa menghasilkan bola sekitar 20,5 juta, dengan demikian per bulan produksi sebanyak 1,5 juta bola.
Awalnya hanya perusahaan keluarga, kini menjelma menjadi perusahaan global yang mendapat kepercayaan dari beberapa brand olahraga terkemuka dunia.
Pendiri perusahaan merupakan seorang insinyur sipil, Khawaja Masood Akhtar yang mulai mengoperasikan bisnis tahun 1991.
Saat awal berdiri, proses produksi dilakukan pada ruangan kecil dengan sumber daya terbatas dalam satu bulan hanya menghasilkan 1000 bola.
Persaingan sangat ketat untuk masuk pasar internasional hingga perubahan tidak terkira terjadi, tepatnya sejak Adidas mulai kerjasama tahun 1994.
Berkat kemitraan tersebut yang akhirnya membuka kesempatan besar bagi perusahaan untuk bertengger di pasar internasional hingga Forward Sports berhasil tumbuh pesat sampai puluhan tahun.
Kolaborasi Empat Dekade untuk Gelaran Piala Dunia
Keterlibatan Forward Sport dalam event World Cup yang diselenggarakan FIFA dimulai pada tahun 2014, saat perusahaan diberi titah memproduksi bola untuk Piala Dunia Brasil.
Kerjasama tersebut terus berlanjut untuk Piala Dunia 2018, 2022, 2026. Dengan demikian, selama empat dekade berturut-turut, bola resmi dibuat di Sialkot, Pakistan.
Nama bola resmi Trioda sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti tiga gelombang menggambarkan tuan rumah World Cup 2026 di tiga negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, Meksiko.
Sementara itu, desain empat panel sesuai alur khusus serta grafis yang mengkombinasikan simbol negara tuan rumah meliputi elang hijau, daun maple, dan bintang.












