Kabar5News – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada sejumlah negara di dunia, Indonesia justru menunjukkan resiliensi yang luar biasa.
Ketahanan ini bukan kebetulan, melainkan buah dari konsistensi pemerintah dalam menjaga fundamen ekonomi makro yang kokoh serta fokus pada kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat bawah.
Melalui komitmen nyata pada agenda ekonomi kerakyatan, mulai dari penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran hingga penguatan sektor UMKM, pemerintah terus memastikan bahwa roda perekonomian nasional tetap bergerak positif dan inklusif.
Namun, momentum pertumbuhan yang sudah susah payah dibangun ini tidak lepas dari tantangan nyata di dalam negeri.
Kepercayaan investor asing yang kian menebal dan masuknya arus investasi besar belakangan ini kerap kali diuji oleh riak-riak sosial berupa aksi demonstrasi yang berlebihan.
Alih-alih menjadi ruang aspirasi yang sehat, penyampaian pendapat di muka umum yang berujung pada blokade jalan dan kelumpuhan aktivitas publik justru mulai mengarah pada tindakan sabotase ekonomi.
Dampaknya tidak main-main, karena yang paling pertama dikorbankan dari hilangnya stabilitas keamanan ini adalah para pelaku usaha kecil dan masyarakat yang sedang berjuang mencari nafkah sehari-hari.
Untuk mengupas lebih dalam mengenai ketangguhan ekonomi nasional, arah kebijakan kerakyatan, serta bagaimana kita harus menyikapi ancaman sabotase terhadap stabilitas negara, Kabar5News berbincang dengan pengamat ekonomi, Yoega Diliyanto. Simak analisisnya berikut ini.
Kalau kita lihat situasi global kan lagi tidak menentu ya. Menurut Anda, indikator apa yang paling kelihatan kalau ekonomi Indonesia itu sebenarnya punya pondasi yang kuat dan tahan banting?
Indonesia memiliki pondasi yang kuat karena Indonesia Produk Domestik Bruto (PDB) nya ditopang oleh ekonomi domestic sekitar 85 % dan dari 85% tersebut sekitar 53% nya adalah konsumsi rumahtangga, ini membuat Indonesia relative lebih kuat dari goncangan ekonomi Global.
Banyak yang menilai pertumbuhan ekonomi kita stabil karena kebijakan makro pemerintah sudah tepat. Dari kacamata Anda, seberapa besar dampak langsung kebijakan ini dalam menjaga daya beli masyarakat di lapangan?
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61%, meskipun banyak yang meragukan kenapa ini tidak tercermin di asyarakat Bawah namun ini dikonfirmasi dalam penerimaan pajak terlihat bahwa year on year penerimaan pajak naik 22% pada akhir mei 2026, kenaikan ini terjadi di hampir semua lini baik dari PPN naik 46%, PPH 21 naik 26% maupun PPH Badan 23,9%. ini menandakan bahwa konsumsi masyarakat masih tumbuh.
Belakangan ini investasi besar terus masuk ke Indonesia. Seberapa optimis Anda kalau arah kebijakan ekonomi kita sekarang sudah di jalur yang benar untuk menjaga tren pertumbuhan ini?
Saya termasuk orang yang optimis bahwa tren pertumbuhan masih akan terus berlanjut, harapan saya adalah belanja pemerintah bisa menciptakan multiplier effect yang cukup signifikan dan terus menjaga agar iklim investasi tetap terjaga.Ini penting untuk menjawab keraguan public atas belanja pemerintah yang porsinya cukup besar dalam kontribusi PDB.
Pemerintah sekarang gencar banget turun ke bawah lewat bansos dan penguatan UMKM. Sejauh ini, gimana Anda melihat efektivitas program ekonomi kerakyatan ini dalam menekan angka kesenjangan di daerah?
Sudah semestinya negara tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi tapi juga turut andil dalam pemerataan, ini penting untuk menekan kesenjangan ekonomi baik antar daerah maupun dalam satu daerah tertentu.langkah Langkah ini sudah semestinya dilakukan untuk mencapai keadilan social.
Soal hilirisasi dan pengelolaan SDA kita, bisa digambarkan tidak, bagaimana sebenarnya skema kebijakan ini dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan rakyat kecil, bukan cuma dinikmati korporasi besar?
Hilirisasi ini penting agar valuasi dari Ekstraksi Sumber Daya Alam memiliki nilai tambah danmenyumbang pertumbuhan ekonomi didalam negeri karena akan ada industri manufaktur yang tumbuh dan seluruh ekosistem penunjangnya. Hilirisasi juga meningkatkan pendapatan pajak ke negara, hilirisasi ini juga akan berdampak pada meningkatnya cadangan devisa karena produk yang dihasilkan memiliki nilai yang jauh lebih besar dari bahan mentahnya.
Di era serba digital ini, langkah konkrit apa dari agenda ekonomi kerakyatan pemerintah yang menurut Anda paling berhasil menyelamatkan dan menaikkan kelas para pedagang kecil?
Banyak sebetulnya yang bisa di lakukan misalnya dengan memastikan rantai pasok bahan baku, membantu petani untuk meningkatkan hasil panen baik dengan teknologi, pelatihan dan pendampingan dengan begitu akan memastikan UMKM bisa berkembang, meningkatkan infrastruktur sehingga ekonomi di bawah bisa terus tumbuh, membantu pemasaran sehingga memastikan semua produk baik pertanian maupun produk UMKM bisa terserap dengan baik di pasar.
Di satu sisi pemerintah lagi fokus memperkuat ekonomi, tapi di sisi lain aksi demo yang berlebihan masih sering terjadi. Menurut Anda, seberapa besar gangguan stabilitas seperti ini bisa merusak kepercayaan investor asing?
Demonstrasi ini kan bagian dari penyampaian pendapat yang harus dihormati, namun jangan sampai demonstrasi ini menjadi kondisi chaos yang tidak berkesudahan yang tentu ini mengurangi kepercayaan global terhadap Indonesia. Bangsa ini harus terus melakukan pemberantasan korupsi tanpa henti. Pemberantasan korupsi ini penting untuk terus memperbaiki kualitas demokrasi di Indonesia.
Banyak warga complain karena aktivitas ekonomi mereka mandek gara-gara jalanan diblokade saat demo. Apakah Anda setuju kalau aksi-aksi seperti ini sebenarnya sudah mengarah ke sabotase ekonomi yang justru merugikan rakyat kecil?
Nah kalau sudah mengarah pada sabotase ekonomi jelas ini berbahaya, kondisi saat ini jelas berbeda dengan masa masa Ketika demokrasi menjadi hal yang tabu dan saluran demokrasi benar benar tidak memiliki ruang, namun sekarang ruang untuk didengarkan sangat luas. Perbedaan pendapat dalah hal yang biasa.
Ada kekhawatiran kalau isu ekonomi ini sengaja ditunggangi kepentingan politik tertentu demi menjatuhkan pemerintah. Bagaimana kita harus menyikapi gerakan-gerakan yang berpotensi merusak momentum pertumbuhan yang sudah susah payah kita bangun?
Dalam berdemokrasi kita juga harus tertib agar periode electoral bisa digunakan oleh pemenang pemilu menjalankan programnya, kalua tidak tertib berdemokrasi siapapun pemenang pemilu akan kesulitan menjalankan programnya.
Terakhir, apa pesan Anda untuk pihak-pihak yang terus memprovokasi massa? Mengingat stabilitas keamanan itu kan modal utama supaya roda ekonomi kerakyatan bisa jalan terus.
Kita mesti terus mengingat bahwa negara ini begitu penting dalam peta dunia kalua hanya untuk ribut sendiri, jika hal tersebut terjadi maka kita akan menjadi obyek pertarungan global, ingat kita kaya akan sumber daya alam, posisi geografis kita begitu penting, kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, alam yang indah, kalau kita tidak kuat dalam eskalasi konflik kita akan hancur, kita harus kuat secara ekonomi, kita harus mandiri secara pangan dan energi, dan kita harus kuat secara militer, karena hal hal tersebut adalah mata uang dalam percaturan global. Kita sebagai bangsa sudah terbukti bisa bersatu dalam satu semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan tugas kita untuk merawatnya.












