Kabar5News – Penerapan teknologi Video Assistant Referee (VAR) memunculkan perdebatan panjang selama gelaran fase grup Piala Dunia 2026.
Beberapa keputusan krusial disebut kontroversial hingga menimbulkan dampak langsung terhadap peluang tim lolos fase grup.
Banyak penemuan keputusan wasit yang seolah memberatkan salah satu tim saat bertanding, hingga rasa kecewa mendalam dialami beberapa negara karena dinilai hasil akhirnya tidak fair.
Berikut ulasan singkat terkait aneka keputusan kontroversial serta cara kerja VAR yang sempat bikin heboh media sosial.
Sejumlah Keputusan Kontroversial VAR
Melansir informasi dari berbagai sumber, terdapat beberapa keputusan wasit yang punya dampak langsung terhadap peluang tim lolos.
1. Timnas Iran vs Timnas Mesir
Gol pada menit akhir Shoja Khalilzadeh dianulir wasit karena alasan offside.
2. Timnas Kolombia vs Timnas Portugal
Lagi-lagi terjadi keputusan anulir atas sundulan Davinson Sanchez pada menit akhir, padahal hanya terpaut ujung kaki.
Hal tersebut membuat kolombia kehilangan peluang penting yang mampu mempertahankan rekor sempurna pada fase grup.
3. Timnas Ghana vs Timnas Inggris
Timnas Ghana tidak mendapatkan kesempatan penalti, walaupun terjadi kontak jelas pada area terlarang.
Kejadian tersebut membuat pelatih Ghana, Carlos Queiroz meradang hingga memberi kritikan tajam.
“VAR seperti sedang minum kopi,” celetuknya dikutip dari Suara.
4. Timnas Brazil vs Skotlandia
Keputusan kontroversi lain muncul saat gol Vinicius Junior dianulir yang disebabkan oleh adanya pelanggaran ringan.
Reaksi keras muncul dari federasi sepak bola Brasil yang mengusulkan FIFA untuk evaluasi konsistensi pemakaian VAR.
5. Timnas Ekuador vs Timnas Jerman
Gol yang dicetak oleh Leroy Sane tetap sah, meskipun sebelumnya terdapat dugaan pelanggaran berbahaya.
Saat itu diketahui VAR tidak melakukan intervensi pada situasi tersebut hingga protes Ekuador pun terjadi.
Cara Kerja VAR
Video Assistant Referee atau VAR merupakan teknologi asisten wasit dengan basis rekaman video yang membantu pengambilan keputusan bisa akurat saat pertandingan sepak bola berlangsung.
Teknologi tersebut mulai dikenalkan secara global oleh FIFA saat piala Dunia 2018 Rusia. Sementara itu, di Indonesia mulai diterapkan bertahap pada kompetisi nasional.
Berikut cara kerjanya:
1. Analisis di Ruang Kontrol (VOR)
Tim VAR yang terdiri dari asisten wasit video dan operator khusus duduk di Video Operation Room memantau jalannya laga melalui puluhan kamera dari berbagai sudut.
2. Komunikasi dan Rekomendasi
Jika tim VAR mendeteksi adanya kesalahan nyata, mereka akan berkomunikasi dengan wasit utama menggunakan sistem audio.
3. Peninjauan di Lapangan (RRA)
Wasit utama bisa melihat kembali rekaman kejadian melalui monitor di pinggir lapangan (Referee Review Area).
4. Keputusan Akhir
Hak pengambilan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan wasit utama lapangan, bukan tim VAR.












